Write for Us
Resume
Cover letter
Thank you letter
Job search
Career
Portfolio
Dec 5th 2025

Contoh Portofolio Mahasiswa yang Menarik Lengkap dengan Cara Membuatnya

Kata siapa mahasiswa tidak perlu portofolio?Sebenarnya, membuat portofolio dapat membantumu dalam memulai perjalanan kariermu!Portofolio dapat kamu gunakan sebagai media untuk menunjukkan hasil karyamu, juga untuk mengamati perkembangan kamu selama ini. Yang tidak kalah penting, portofolio mahasiswa kamu akan sangat bermanfaat ketika kamu menempuh awal perjalanan karir kamu. Sebab, portofolio ini bisa membukakkan banyak kesempatan-kesempatan untuk masa yang mendatang.Bingung bagaimana mulai membuat portofolio?Tidak usah khawatir, Cake akan membahas bagaimana cara membuat portofolio yang menarik untuk mahasiswa lengkap dengan contoh portofolio mahasiswa.Di artikel ini, kamu akan belajar tentang:Apa Itu Portofolio Mahasiswa?8+Contoh Portofolio Mahasiswa Cara Membuat Portofolio Mahasiswa Tips Cara Membuat Portofolio Mahasiswa Tutorial Cara Membuat Porotoflio Lamaran Kerja oleh Cake Apa itu PortofolioMahasiswa? Apa yang dimaksud dengan portofolio mahasiswa? Arti portofolio adalah sebuah dokumen yang berisi kumpulan karya yang menunjukkan kualifikasi, keterampilan, pendidikan, dan pengalaman kamu. Portofolio ini dapat memberikan gambaran tentang potensi kemampuan serta kepribadian kamu. Kenapa portofolio mahasiswa penting?Fungsi portofolio pun beragam. Portofolio bisa digunakan untuk melamar perguruan tinggi, melamar kerja, magang, beasiswa atau bahkan bisa dipakai sebagai personal branding.Oleh karena itu, penting untuk membangun portofolio kamu ketika kamu masih seorang mahasiswa supaya dapat mempersiapkan kamu untuk karir di masa depan.Dalam segi bentuk, portofolio hadir dalam bentuk offline maupun online. Sekarang, portofolio online merupakan pilihan yang lebih diminati karena portofolio online dapat dibagikan dimanapun dan kepada siapapun.Apa perbedaan CV dan portofolio? CV adalah dokumen yang digunakan untuk melamar kerja. Dokumen ini memuat informasi mendasar tentang diri kamu. CV berisikan informasi pribadi, riwayat pendidikan yang kamu telah tempuh, pengalaman kerja, serta informasi tambahan lainnya seperti, keterampilan atau prestasi.Jadi, ketika CV menjabarkan informasi tentang diri kamu, portofolio ini yang akan membuktikan segala prestasi atau pengalaman yang kamu tulis di CV kamu.📚 Baca selengkapnya: Wajib Kamu Ketahui: 5 Perbedaan CV dan Portofolio Lengkap dengan Contoh Nah, sekarang kamu pasti sudah mengerti apa yang dimaksud dengan portofolio. Berikutnya, Cake akan menunjukkan contoh portofolio mahasiswa yang menarik, mulai dari contoh portofolio mahasiswa DKV, arsitektur, magang, tugas kuliah, dan lain-lain.8+ Contoh Portofolio MahasiswaContoh Portofolio untuk Mahasiswa Contoh Portofolio untuk Mahasiswa DKV Contoh Portofolio Mahasiswa Desain Interior Contoh Portofolio Mahasiswa Arsitektur Contoh Portofolio Tugas/Proyek Kuliah Contoh Portofolio Fotografi Videografi Mahasiswa Contoh Portofolio Mahasiswa Magang 1. Contoh Portofolio untuk MahasiswaBerikut adalah salah satu contoh portofolio yang berisi berbagai karya saat magang dan berorganisasi. Lihat contoh portofolio oleh Kristel Gilvarry Estefanny (Dibuat diCake).Contoh Portofolio Profesional untuk Mahasiswa oleh Kristel Gilvarry Estefanny (Diambil dari Cake)Kalau contoh di atas lebih fokus menunjukkan karya, dua contoh portofolio di bawah lebih berfokus menunjukkan pengalaman selama di kuliah, seperti pengalaman organisasi, proyek, dan sebagainya.👉 Lihat contoh portofolio oleh Anita Kusumasari, mahasiswa teknik di UGM(Dibuat di Cake).Contoh Portofolio Mahasiswa Teknik oleh Anita Kusumasari (Diambil dari Cake)👉 Lihat contoh portofolio oleh Vonny Cristina(dibuat di Cake) yang lebih fokus pada pengalaman selama kuliah sertaawardsdan sertifikasi yang didapatkan selama kuliah.Contoh Portofolio Vonny Cristina Tan (Diambil dari Cake)Sedang cari referensi portofolio?Lihat contoh portofolio dari pengguna Cake sekarang👀Lihat Portofolio2. Contoh Portofolio Mahasiswa Jurusan DKVUntuk mahasiswa DKV, kamu bisa menunjukkan karya yang kamu buat selama kuliah. Jangan lupa untuk menuliskan penjelasan singkat sebagai konteks untuk karya-karya yang kamu cantumkan. Sebagai contohnya, kamu bisa melihat portofolio graphic design oleh Riski Yulianto (diambil dari Cake).Contoh Portofolio Graphic Design oleh Riski Yulianto (Diambil dari Cake)3. Contoh Portofolio Mahasiswa Jurusan Desain InteriorLihat <a href="https://www.cake.me/portfolios/project-architecture-interior ">contoh portofolio desain interior oleh Irawan Guntur Trihatmoko yang dibuat di Cake. Portofolio ini meliputi hasil karya desain dengan gambar dari berbagai perspektif beserta penjelasan di balik proyek ini. Untuk kamu yang masih kuliah, kamu juga bisa menaruh tugas kuliah yang relevan dalam portofolio desain interior.Contoh Portofolio Desain Interior oleh Irawan Guntur Trihatmoko (Diambil dari Cake)4. Contoh Portofolio Mahasiswa ArsitekturBerikut Cake mengambil dua contoh portofolio mahasiswa arsitektur dari Trevi Marisa dan Amanda Novelia. Dua contoh portofolio di bawah cukup lengkap dan menarik, sehingga dapat menjadiplus point untuk HRDsaat melamar kerja.Contoh Portofolio Arsitektur oleh Trevi Marisa (Diambil dari Cake)Contoh Portofolio Mahasiswa Arsitektur oleh Amanda Novelia (Diambil dari Cake)5. Contoh Portofolio Tugas/Proyek KuliahJika kamu belum memiliki karya sendiri, kamu juga bisa memasukkan tugas kuliah ke dalam portofoliomu jika relevan. Contoh portofolio mahasiswa di bawah menunjukkan portofolio yang berisi proyek saat kuliah. Lihat contoh portofolio oleh Faridatul Aliyah (diambil dari Cake).Contoh Portofolio Proyek Kuliah oleh Faridatul Aliyah (Diambil dari Cake)👉 Lihat contoh portofolio oleh Dinar Wahyu Rahman (diambil dari Cake) yang berisifinal project dan tugas kuliah.6. Contoh Portofolio Fotografi Videografi MahasiswaContoh portofolio mahasiswa berikut lebih fokus untuk menunjukkan hasil karya fotografi dan videografi mahasiswa. Berikut adalah contoh portofolio videografi oleh Muhammad Ikhsan Widyasena, diambil dari Cake.Contoh Portofolio Videografi oleh M. Ikhsan Widyasena (Diambil dari Cake)Contoh portofolio di bawah memberikanlink langsung ke karya videonya agar orang-orang bisa langsung melihat video tersebut. Lihat portofoliovideo production oleh Ryan Jose Dickson (diambil dari Cake).7. Contoh Portofolio Mahasiswa MagangMahasiswa seringkali mengikuti magang selama masa kuliahnya. Kamu bisa memasukkan pengalaman selama magang ke dalam portofolio untuk menunjukkan apa yang kamu lakukan selama periode magang.Lihat contoh portofolio magang oleh Panca Senaputra, diambil dari Cake.Contoh Portofolio Magang oleh Panca Senaputra (Diambil dari Cake)Cara Membuat Portofolio Mahasiswa1. Tentukan media portofolio kamu Sebelum mulai membuat portofolio, tentukan terlebih dahulu apakah kamu ingin membuat portofolio online atau portofolio offline alias portofolio berbentuk buku yang bisa kamu pegang. Namun, di era digital sekarang, portofolio online merupakan pilihan yang lebih diminati karena portofolio online dapat dibagikan dimanapun dan kepada siapapun. Dengan fitur edit canggih di internet, kamu bisa mengubah konten, gambar, video, teks dengan mudah. Kamu juga bisa menambahkan konten baru ke dalam portofolio online kamu kapanpun. Berikut 2websiteportofolio unggulan untuk membuat portofolio online mahasiswa yang menarik:Cake Cake merupakan situs untuk membuat portofolio mahasiswa yang baik karena tampilan yang sederhana dan mudah untuk dioperasikan. Portofolio online Cake dapat dicantumkan di CV sebagai link. Selain itu, membuat portofolio lamaran kerja di Cake gratis dan tidak dibatasi loh!Platform Portofolio CakeBehancePlatform Portofolio BehanceBehance merupakan salah satu platform yang banyak digunakan untuk membuat portofolio UX designer dan portofolio UI designer. Behance memiliki komunitas yang besar sehingga kamu bisa menemukan banyak contoh portofolio mahasiswa ataupun contoh portofolio magang disanaTahukah kalau memiliki portofolio bisa meningkatkan peluangmu dapat kerja? Buat portofolio untuk menunjukkan karya terbaikmu di Cake, gratis dan mudah!🚀Buat Sekarang!2. Pilih karya atau projek yang ingin kamu tunjukkan Kumpulkan semua karya terbaik kamu, termasuk desain yang kamu buat, artikel yang kamu tulis, foto yang kamu ambil, ataupun video yang kamu buat. Namun, jika pekerjaan kamu tidak berhubungan dengan visual atau sesuatu yang dapat dilihat secara langsung, jangan khawatir karena portofolio mahasiswa tidak harus selalu tentang visual. Kamu bisa masukkan foto ketika kamu melayani organisasi kampus, sertifikat yang kamu raih semasa kuliah ataupun surat pujian atau evaluasi dari dosen kamu. Terlebih lagi, sebagai contoh tugas portofolio mahasiswa, kamu bisa menguraikan dalam bentuk tulisan tugas ataupun projek yang kamu jalankan dalam portofolio mahasiswa kamu. 3.Tentukan layout atau struktur portofolio kamu Umumnya, portofolio mahasiswa memiliki struktur sebagai berikut: Judul dan halaman depanPastikan judul dan cover portofolio kamu dedesain semenarik mungkin supaya kamu dapat menangkap perhatian rekruter dalam waktu yang singkat. Daftar isi Buatlah daftar isi dari portofolio kamu beserta dengan keterangan halamannya. Data diriPerkenalkanlah dan deskripisikanlah diri kamu dalam bagian ini. Kamu boleh tambahkan foto dirimu beserta kontak informasi. Pengalaman dan pencapaianDi bagian ini, tunjukkanlah pengalaman kamu sebelumnya yang berkaitan dengan karya portofolio kamu. Kamu juga boleh menunjukkan pencapaian atau prestasi yang pernah kamu raih, serta keterampilan yang kamu miliki. Contoh KaryaBagian inilah dimana terdapat kumpulan koleksi karya yang kamu buat. Kelompokanlah karya kamu berdasarkan jenis ataupun bidangnya supaya terkesan terstruktur. Masukkan juga deskripsi pada setiap karyamu. Namun, perlu diingat struktur portofolio mahasiswa tidak terbatas pada urutan di atas. Portofolio cenderung lebih bebas sehingga kamu bisa menyusun strukturnya sesuai keinginanmu.💡 Tips: Kamu bisa mengunjungi situs portfolio website di internet untuk download contoh portofolio mahasiswa dalam bentuk pdf dan melihat lebih banyak contoh portofolio untuk mahasiswa sebagai inspirasi kamu!4. Bangun konten portofolio mahasiswa kamuSetelah struktur dan layout portofolio sudah kamu tentukan, sekarang waktunya membangun konten portofolio! Masukkan teks, gambar, foto, ataupun grafik yang dapat menonjolkan skill dan value kamu.Tunjukkan kreativitasmu dan buat portofolio profesional GRATIS dengan Portofolio Builder Cake sekarang! 🎉Coba SekarangTips Cara Membuat Portofolio Mahasiswa ✅ Mulailah membangun portofolio kamu lebih awal Sebagai seorang mahasiswa, tentunya kamu pernah mengikuti aktivitas atau proyek yang bisa dimasukkan ke portofolio. Mulailah membangun portofolio sejak dini agar semua informasi tetap lengkap dan tersusun rapi, sehingga kamu bisa mengorganisirnya dengan lebih baik. ✅ Bersikap jujur dan tunjukkan kreativitas kamu Banyak mahasiswa berpikir bahwa mereka harus tampil unik dan luar biasa untuk menarik perhatian rekruter. Namun, sebenarnya kejujuran dan orisinalitas adalah atribut utama yang dicari oleh banyak rekruter saat menilai portofolio mahasiswa. ✅ Hanya masukkan karya terbaik Bayangkan berapa banyak portofolio yang dilihat HRD setiap harinya. Mereka tidak akan menghabiskan terlalu banyak waktu untuk menilai satu portofolio. Jadi, pastikan kamu hanya menampilkan karya terbaikmu! ✅ Tunjukkan keragaman dalam portofolio mahasiswa kamu Sertakan berbagai karya atau media ke dalam portofolio mahasiswa kamu. Dengan ini, kamu menunjukkan bahwa kamu adalah orang yang versatile alias fleksibel. Dalam contoh portofolio desainer grafis, sebaiknya sertakan variasi karya seperti desain poster, logo, hingga desain UI. Sementara itu, untuk portofolio mahasiswa bisnis, kamu bisa menambahkan proyek kewirausahaan, riset pasar, atau strategi marketing lainnya. ✅ Terus perbarui portofolio kamu Tips untuk membuat portofolio mahasiswa selanjutnya adalah pastikan portofolio mahasiswa kamu singkat dan jelas. Selain itu, perbaruilah portofolio kamu seiring berjalannya waktu supaya kamu selalu siap ketika kesempatan datang padamu. KesimpulanMembangun portofolio yang menarik adalah langkah penting bagi mahasiswa dalam menampilkan kemampuan dan kreativitas mereka kepada calon pemberi kerja. Dengan menyertakan berbagai contoh karya, seperti proyek akademis, tugas praktikum, dan pengalaman organisasi, mahasiswa dapat memberikan gambaran yang komprehensif tentang keahlian dan dedikasi mereka. Selain itu, portofolio yang disusun dengan baik dapat menjadi alat yang efektif untuk membedakan diri di pasar kerja yang kompetitif. Buat portofolio untuk menunjukkan karya terbaik dan dapatkan pekerjaan impianmu🚀Buat PortofolioBuat Portofolio Online Mudah di CakeCake adalah platform yang menawarkan berbagai solusi untuk kebutuhan kariermu. Kamu bisa bikin CV yang profesional dan ATS-friendly, dan ada fitur Cake AI CV Checker untuk mengoptimalkan CV kamu. Cake Cover Letter AI juga siap membantu kamu bikin surat lamaran yang menarik HRD.Plus, kamu juga bisa bikin portofolio online, cari lowongan kerja di job portal atau aplikasi cari kerja kami, serta mulai networking dan membangun personal branding lewat Cake. Jangan lupa untuk ikuti panduan karier dan blog kami untuk membantu perkembangan karirmu.Siap wujudkan karier impian? Yuk, cobain Cake sekarang!
Portfolio
Dec 13th 2024

15+ Contoh Portofolio Lamaran Kerja Menarik dan Cara Membuatnya!

Di era sekarang, mencari pekerjaan bukanlah hal yang mudah. Banyak orang bersaing untuk mendapatkan pekerjaan yang mereka idamkan.Maka itu, kamu harus tampil lebih unggul.Tapi, bagaimana caranya?Ternyata, selain CV, kamu bisa mengajukan portofolio lamaran kerja yang merupakan dokumen berisi kumpulan karya, projek atau pencapaianmu, lho. Dengan portofolio, kamu dapat membuktikan bahwa kamu benar-benar memiliki skillyang tertera dalam CV kamu. Apalagi seiring dengan perkembangan teknologi, menampilkan portofolio menjadi lebih praktis dengan online portfolio/digital portfolio karena portofolio kamu bisa diakses melalui internet. Simak artikel sampai selesai untuk melihat contoh-contoh portofolio profesional dan menarik! Daftar isi: Arti Portofolio dalam Lamaran Kerja Fungsi Portofolio Lamaran Kerja Pekerjaan Apa yang Membutuhkan Portofolio Perbedaan CV dan Portofolio Cara Membuat Portofolio untuk Lamaran Kerja Tips Membuat Portofolio Lamaran Kerja yang Baik dan Menarik Cara Bikin Portofolio Lamaran Kerja Online Gratis 15+Contoh Portofolio Menarik Apa itu Portofolio Lamaran Kerja? Portofolio untuk lamaran kerja adalah dokumen yang kamu sertakan kepada perusahaan ketika melamar kerja. Isinya memuat rincian hal-hal yang dapat meningkatkan value kamu ketika mencari pekerjaan. Ini dapat berupa skill yang kamu miliki, pencapaian yang kamu raih, koleksi karya atau projek yang berhubungan dengan kriteria yang dicari rekruiter.Portofolio hadir dalam bentuk offline maupun online. Sekarang, portofolio online merupakan pilihan yang lebih dimintati karena portofolio online dapat dibagikan dimanapun dan kepada siapapun. Dengan fitur edit canggih di internet, kamu bisa mengubah dan menambahkan konten, gambar, video, teks kapanpun.Manfaat membuat portofolio kerja sebagai berikut:Mendokumentasikan hasil karya/proyek yang pernah dilakukanSebagai personal branding diri sendiriPeluang untuk mendapatkan klienTampil lebih menonjol dibanding kandidat pelamar lainEksplorasi kreativitas Apa Fungsi Portofolio? Melansir dari The Muse, portofolio berfungsi untuk menampilkan dan mendokumentasikan bukti nyata dari pekerjaan yang telah dilakukan.Oleh karena portofolio digunakan untuk mendokumentasikan pekerjaan-pekerjaan yang sudah pernah dilakukan, fungsi portofolio tidak hanya untuk melamar kerja. Portofolio juga bisa digunakan untuk mengajukan beasiswa, maupun sebagai personal branding diri sendiri.Dengan mempresentasikan ide, karya atau kreatifitas kamu, kamu dapat membangun koneksi yang akan mendatangkan kesempatan-kesempatan baru. Pekerjaan Apa yang Membutuhkan Portofolio? Di zaman sekarang, setiap profesi boleh mempertimbangkan untuk membuat portofolio ketika melamar kerja. Namun memang portofolio untuk lamaran kerja online ini lebih sering ditemukan di profesi berikut:Designer (Graphic, Fashion, Product, dll.)Software DeveloperWebsite DeveloperContent Writer/CopywriterVideografer/FotograferVideo EditorDigital MarketingContent CreatorDan lainnyaApa Perbedaan CV dan Portofolio?Secara singkat, CV berisi informasi data diri dan bersifat lebih umum. Contohnya, hal akademis maupun non-akademis yang tertera dalam CV.Sementara itu, portofolio berisi bukti hasil dari apa yang kamu lakukan, bertujuan untuk menunjukkan kemampuan dan kapabilitas kamu, dan bersifat spesifik karena biasanya kamu hanya menonjolkan skill tertentu dan mendeskripsikannya dalam portofolio kamu. CVPortofolioIsiInformasi diriKoleksi karya/pencapaian TujuanMenginformasikanMenunjukkanSifatUmumSpesifik Berikutnya, CakeResume akan memandu kamu cara membuat portofolio lamaran kerja step by step.📚 Baca juga:Wajib Tahu: 5 Perbedaan CV dan Portofolio Lengkap dengan Contoh Cara Membuat Portofolio 1. Simak job description dan kualifikasi lowongan pekerjaan yang diminati Sebelum mulai, kamu harus mengerti job description serta kualifikasi yang diminta oleh perusahaan tersebut. Ini bertujuan supaya apa yang kamu tampilkan dalam portofolio lamaran kerja kamu berhubungan dengan apa yang diinginkan perusahaan.2. Kumpulkan koleksi karyamu Kamu dapat terlebih dahulu mengumpulkan/menyiapkan karya-karya, projek ataupun pencapaian yang akan kamu tampilkan ke dalam portofolio lamaran kerja kamu nanti.3. Temukan situs website untuk membuat portofolio lamaran kerja online Inilah 2 situs unggulan yang dapat kamu kunjungi untuk membuat portofolio lamaran kerja kamu.CakeResume:CakeResume merupakan situs untuk membuat portofolio lamaran kerja yang baik karena tampilan yang sederhana dan mudah untuk dioperasikan. Portofolio online CakeResume dapat dicantumkan di CV sebagai link. Selain itu, membuat portofolio lamaran kerja di CakeResume gratis dan tidak dibatasi loh! Behance:Behance merupakan salah satu platform yang paling banyak digunakan untuk membangun portfolio designer website, khususnya portfolio UX designer dan portfolio UI designer. Besarnya komunitas digital disana menjadikan Behance sebagai platform untuk rekruter mencari orang-orang bertalenta. 4.Susun struktur dan tentukan desain portofolio lamaran kerja kamu Setelah memilih situs website portofolio kerja kamu, waktunya menyusun struktur dari portfolio online kamu. Pada dasarnya, ada empat elemen utama, yaitu:Perkenalan (informasi diri)Pencapaian, proyek atau karya-karya kamuPekerjaan dan status kerja (termasuk apa yang bisa kamu tawarkan kepada perusahaan)Kontak informasi Jangan lupa pikirkan juga desain dan layout portofolio kerja kamu. Tentukan color palette dan styleuntuk memberikan kesan yang unik pada HRD.5.Membangun kontenSetelah struktur, desain atau layout portofolio lamaran kerja sudah kamu tentukan, sekarang waktunya membangun konten portofolio! Masukkan teks, gambar, foto, grafik dsb. yang dapat menonjolkan skill dan value kamu. Namun ingat untuk hanya masukkan konten yang relevan dengan posisi yang kamu lamar.Bagi kamu yang fresh graduate dan belum memiliki pengalaman kerja, kamu dapat memasukkan tugas atau proyek selama kuliah lho.Contohnya, mahasiswa teknik dapat menampilkan riset selama kuliah, mahasiswa desain bisa menampilkan tugas desain. Kalau kamu mengikuti organisasi atau kegiatan sekolah, kamu juga boleh mencantumkanya.Nah, itulah step-step cara bikin portofolio kerja. Selanjutnya, CakeResume mau membagi tips dalam membuat portofolio untuk lamaran kerja online. Disimak yuk!Tips Membuat Portofolio yangBaik dan Menarik 1. Pilih desain dan perpaduan warna yang tepat Desain dan color palette portofolio untuk lamaran kerja penting untuk menarik perhatian para rekruter. Pilihlah desain yang sesuai dengan kesan yang ingin kamu sampaikan. Pastikan juga desain lamaran portofoliomu sederhana, rapih, dan tidak bertele-tele karena kamu akan fokuskan portofolio kamu pada kontennya. 2.Tonjolkan kemampuan terbaik kamu Jangan memuat semua karya/hal yang pernah kamu buat. Pastikan hanya menunjukkan kemampuan yang terbaik pada portofolio kerja kamu karena biasanya rekruter tidak memiliki banyak waktu untuk melihat seluruh konten portofolio satu per satu. Jadi sebaiknya tekankan kualitas dibanding kuantitas 3. Tambahkan elemen multimedia supaya menarik Sebuah portofolio untuk melamar kerja tidak terlepas dengan elemen multimedia sekalipun pekerjaan kamu tidak berhubungan dengan estetika atau visual. Ada banyak cara untuk menambahkan elemen multimedia seperti gambar, foto ataupun video. Contohnya, meskipun pekerjaan seorang manajer marketing tidak berhubungan dengan visual, tetapi portofolio seorang manajer marketingdapat mengandung data peningkatan penjualanyang dapat ditampilkan dengan grafik. 4.Susun informasi berdasarkan kategori skill Untuk memudahkan rekruiter menavigasi portofolio lamaran kerja online kamu, kelompokkanlah berdasarkan kategori. Ketika kamu mempunyai banyak konten, menggabungkan seluruh konten ke dalam satu halaman dapat terlihat berantakan. Selain itu, kategori ini juga dapat menunjukkan macam-macam area of expertise alias berbagai bidang keahlian kamu. Sebagai contoh, dalam portofolio lamaran kerja desain grafis, seorang desainer grafis bisa mengkategorikan karyanya dengan ‘desain cover’, ‘desain logo’, dan ‘desain poster’. Begitu juga dengan contoh portofolio kerja seorang marketing specialist. Ia dapat mengkategorikan dengan ‘strategi sosial media’, ‘penulisan blog’ ataupun ‘jangkauan media’. 5.Pastikan portofolio tidak bercela dan pranala (link) berjalan dengan baik Pastikan semua link dalam portofolio dapat berjalan dengan baik dan format portofolio kerjamu konsisten untuk digunakan pada setiap perangkat. Portofolio dapat dicantumkan pada CV, akun sosial media ataupun ditunjukkan terpisah.Ketika kamu membuat CV di CakeResume, kamu bisa mencantumkan file portofolio online kamu berupa hyperlink yang akan memberikan tampilan CV yang rapi. Kalau kamu mencantumkan CV pada dokumen pastikan file tersebut tidak di private agar orang lain dapat melihatnya. Selanjutnya, untuk memperjelas cara buat portofolio kerja, CakeResume akan memberikan panduan step-by-step untuk membuat portofolio lamaran kerja menggunakan website CakeResume. Membuat portofolio di CakeResume juga gratis jadi jangan khawatir~Cara Membuat Portofolio Lamaran Kerja Online GratisKeunggulan portofolio online dari CakeResume adalah tampilan yang sangat simple sehingga sangat memudahkan orang-orang yang tidak memiliki kemampuan design untuk tetap membuat portofolio lamaran kerja online yang menarik! Selain itu, ketika kamu membuat CV di CakeResume, kamu bisa mencantumkan file portofolio online kamu berupa hyperlink yang akan memberikan tampilan CV yang rapi. Buat Portofolio online di CakeResume, Gratis! 🎉Buat PortofolioBerikutcontoh portofolio untuk melamar kerja.1. Klik Buat Portofolio Online pada situs web CakeResumeKalau ini pertama kali kamu menggunakan CakeResume, kamu akan diajak untuk membuat akun terlebih dahulu. Ini bertujuan agar portofolio kamu bisa di publikasi dan dilihat oleh rekruter kamu. cara membuat portofolio dengan CakeResume 2.KlikCreate your first project cara membuat portofolio dengan CakeResume 3.Pilih background warna dengan mengklik Styles cara membuat portofolio dengan CakeResume 4. Tambahkan teksKetika menambahkan teks, kamu juga bisa menubah warna, font, size, dan lainnya menggunakan tool box yang tertera di bagian atas. Kamu juga bisa mengubah urutan objek dengan mengklik tombol pensil lalu pilih move up atau move down seperti yang ditunjukkan di gambar berikut. cara membuat portofolio dengan CakeResume 5. Tambahkan gambar atau foto dengan klik Image GridNah, disinilah kamu dapat memunjukkan karyamu dengan elemen multimedia. Karena ini merupakan contoh portofolio fresh graduate, kamu bisa masukkan projek atau tugas semasa kuliah ya. Kamu juga bisa menampilkan sertifikat yang kamu raih. cara membuat portofolio dengan CakeResume cara membuat portofolio dengan CakeResume 6.Tambahkan video/musik/link dengan memasukkan URL pada Embed cara membuat portofolio dengan CakeResume 7. Klik project settings di sebelah kanan bawah, lalu isi project title, description, field, tags, dan tools used lalu klik publishNah, seperti yang dibahas tadi, ini berguna supaya rekruter lebih mudah mencari talenta sesuai yang diharapkan. cara membuat portofolio dengan CakeResume Portofolio untuk lamaran kerja kamu sudah jadi! Portofolio kerja ini dapat dicantumkan pada CV, ataupun ditunjukkan terpisah.Selanjutnya, CakeResume memperisapkan 5 contoh portofolio untuk melamar kerja. Bisa kamu gunakan untuk menjadi inspirasi ketika membuat portofolio lamaran kerja kamu sendiri ya!Sedang mencari pekerjaan? Temukan pekerjaan impian kamu di CakeResume! Job Portal terbaik dan terpercaya di Indonesia. 🎉Cari Loker15Contoh Portofolio Terbaik untuk Melamar Kerja ✨ 15+ Contoh Portofolio Lamaran Kerja: Contoh Portofolio Fotografer Contoh Portofolio UI Desain 1 Contoh Portofolio UI Desain 2 Contoh Portofolio Desainer Grafis Contoh Portofolio Graphic Design 1 Contoh Portofolio Graphic Design 2 Contoh Portofolio Digital Marketing Contoh Portofolio Digital Marketing Profesional Contoh Portofolio Arsitek Contoh Portofolio Programmer Contoh Portofolio Menulis Contoh Portofolio Fresh Graduate Contoh Portofolio Magang Contoh Portofolio Content Writer Contoh Portofolio Copywriter Contoh Portofolio untuk Berbagai Pekerjaan Lainnya 1. Contoh Portofolio Fotografer ProfesionalContoh portofolio fotografi oleh Taufik Adhi Nugraha (Dibuat di CakeResume). Lihat PortofolioTaufik Adhi Nugraha.2. Contoh Portofolio Lamaran Kerja UI DesignDi contoh portofolio online ini, desainer memperkenalkan dirinya terlebih dahulu, mencantumkan skill yang dimilikinya (UI/UX design, desain grafis dan ilustrasi) beserta kontak info lalu menunjukkan hasil karyanya, termasuk desain aplikasi HP yang sudah terealisasikan. Source:ROONism 2021 PortfolioContoh Portofolio DesainContoh Portofolio Desain3.Contoh Portofolio Lamaran Kerja UI Design Contoh portofolio UI designer yang kedua ini merupakan karya dari UI designer CakeResume loh. Lihat karya Portofolio UI Designer CakeResume yuk. Contoh Portofolio UIdesignContoh Portofolio UIdesign 4. Contoh Portofolio Desainer GrafisContoh Portofolio Desainer Grafis olehRyan Jose Dickson(Dibuat di CakeResume).5. Contoh Portofolio Lamaran Kerja Desain Grafis Berikutnya adalah contoh portofolio desain grafis untuk packaging design, book design, dan product design seni tradisional Taiwan. Cantik sekali bukan? Source:Portofolio Joan - CakeResumeContoh Portofolio Lamaran KerjaContoh Portofolio Lamaran Kerja 6. Contoh Portofolio Lamaran Kerja Desain Grafis Contoh portofolio berikut ini lebih berfokus pada proyek ilustrasi yang keren. Source: Ana Stoica - Behance.net  Contoh Portofolio Kerja Contoh Portofolio Kerja📚 Bacaan lanjutan:Contoh Portofolio Desainer Grafis Menarik, Pasti Dilirik HRD! 7. Contoh Portofolio Digital Marketing yang MenarikContoh Portofolio Digital Marketing Menarik. Selengkapnya lihat portofolioRaja Abiyyi Sefeldi CakeResume8. Contoh Portofolio Digital Marketing yang ProfesionalContoh Portofolio Digital Marketing Profesional. Selengkapnya lihat portofolioDhea Bestari APdi CakeResume9. Contoh Portofolio Arsitek Seperti yang diketahui, portofolio lamaran kerja arsitek pastinya berisi koleksi konsep dan gambar bangunan-bangunan. Inilah salah satu contoh portofolio karya mahasiswa yang dibuat ketika kuliah. Lihat Portofolio Student Housing oleh RachelContoh Portofolio KerjaContoh Portofolio Kerja 10. Contoh Portofolio Programmer Ketika kamu membuat portofolio lamaran kerja bidang programming, kamu bisa menampilkan karya web design dan mobile app design seperti contoh dibawah ini. Jangan lupa untuk menulis deskripsi serta bahasa programming yang digunakan ya.LihatPortofolio Bakery Website oleh Sevil KhomushkuContoh Portofolio 11. Contoh Portofolio Copywriter / Content Writer / UX Writer Lihat contoh portofolioUXWriting ProjectContoh Portofolio12. Contoh Portofolio Fresh GraduateLihat Portofolio Social Media Management by Asep WibowoContoh Portofolio13. Contoh Portofolio MagangDalam contoh portofolio ini, Fiqih menceritakan pengalaman magang di BRI beserta jobdesk dan kontribusi yang ia lakukan pada perusahaan.Lihat versi lengkap Portofolio Internship at Bank Rakyat Indonesia by Fiqih AdityaPortofolio Pengalaman Kerja14. Contoh Portofolio Content WriterContoh Portofolio Content Writer oleh Aulia Aristawaty -- Dibuat di CakeResume15. Contoh Portofolio CopywriterContoh Portofolio Copywriter Dibuat OlehRiandika Arya Kepakisan(Dibuat di CakeResume) Contoh Portofolio untuk Macam-Macam Pekerjaan: Contoh Portofolio Mahasiswa Contoh Portofolio Desain Contoh Portofolio Fotografi Contoh Portofolio Programmer Contoh Portofolio Digital Marketing Contoh Portofolio Content Writer Contoh Portofolio Copywriter CakeResume menyediakan platform untuk membuat portofolio online. Yuk giliran kamu yang buat portofolio! 100% Gratis🎉Buat PortofolioFAQ Seputar Portofolio:1. Apa saja isi dari portofolio?Portofolio adalah kumpulan dokumen yang menunjukkan hasil kerja, keterampilan, dan pengalaman seseorang, biasanya digunakan untuk tujuan pendidikan atau profesional. Berikut adalah beberapa elemen yang dapat terdapat dalam sebuah portofolio:CV atau Resume: Ringkasan pengalaman kerja, pendidikan, dan keterampilan yang dimiliki.Sampel Pekerjaan: Contoh-contoh hasil kerja, seperti tulisan, desain grafis, proyek penelitian, atau program yang telah dibuat.Proyek Terbaru: Deskripsi tentang proyek terbaru yang telah dikerjakan, termasuk proses, hasil, dan pengalaman belajar dari proyek tersebut.Referensi atau Testimoni: Ulasan atau rekomendasi dari atasan, kolega, atau klien yang mendukung kualitas pekerjaan dan karakter Anda.Sertifikat dan Penghargaan: Bukti penghargaan, sertifikat dari kursus, atau pelatihan yang relevan.Portofolio Digital: Jika relevan, tautan ke portofolio online, blog, atau media sosial profesional seperti LinkedIn.Pengalaman Relawan: Jika ada, pengalaman dalam kegiatan sosial atau organisasi yang menunjukkan keterampilan tambahan.Rencana Pengembangan Diri: Ringkasan tentang tujuan karier ke depan dan langkah-langkah untuk mencapainya.Isi dari portofolio bisa bervariasi tergantung pada bidang pekerjaan atau pendidikan yang dijalani. Pastikan untuk menyesuaikannya dengan audiens atau tujuan spesifik yang ingin dicapai. 2. Apa perbedaan CV dan portofolio? CV (Curriculum Vitae) adalah ringkasan yang mencakup riwayat pendidikan, pengalaman kerja, keterampilan, dan pencapaian seseorang. Biasanya berbentuk daftar kronologis yang memuat informasi pribadi dan latar belakang akademis serta profesional.Sedangkan, portofolio adalah kumpulan contoh pekerjaan atau proyek yang telah diselesaikan oleh seseorang. Portofolio dapat mencakup sampel karya seni, desain grafis, tulisan, atau proyek-proyek lainnya yang dimaksudkan untuk menunjukkan kemampuan dan bakat seseorang dalam bidang tertentu.3. Apakah sertifikat termasuk portofolio? Sertifikat dapat termasuk dalam portofolio seseorang sebagai bukti formal atas pencapaian atau keterampilan yang dimiliki. Sertifikat ini dapat menunjukkan kualifikasi, pelatihan, atau penghargaan yang relevan dengan bidang pekerjaan atau minat pribadi seseorang.KesimpulanPortofolio adalah dokumen yang isinya memuat rincian hal-hal yang dapat meningkatkan value kamu ketika melamar kerja, apply lomba ataupun mengajukan beasiswa. Isi portofolio dapat berupa skill yang kamu miliki, pencapaian yang kamu raih, koleksi karya atau projek yang pernah kamu lakukan sebelumnya.Ketika melamar kerja, ada baiknya menyerahkan portofolio lamaran kerja untuk menunjukkan rekruter atas pencapaian dan kemampuan kamu.Terdapat banyak situs portofolio online yang bisa kamu gunakan untuk membuat portofolio seperti CakeResume.Perbanyaklah melihat contoh portofolio sebagai referensi kamu ketika membuat portofolio.Tidak hanya CV maker gratis, CakeResume adalah situs lowongan kerja terpercaya dan transparan. Kamu bisa mencari pekerjaan impian kamu dari berbagai perusahaan berkualitas dan ternama. Yuk, buat CV online gratis, portofolio kerja, dan lamar kerja di website pencari kerja atau aplikasi cari kerja CakeResume.Sedang mencari pekerjaan? Temukan pekerjaan impian kamu di CakeResume! Job Portal terbaik dan terpercaya di Indonesia. 🎉Cari Loker Rekomendasi Lowongan Kerja
Portfolio
Jul 8th 2025

10 Contoh Portofolio Desain Grafis Menarik, Pasti Dilirik HRD!

Bagi para desainer, portofolio lamaran kerja pastinya bukan hal yang asing lagi. Saat melamar kerja, magang ataupun mencari pekerjaan freelance, portofolio desain grafis adalah salah satu senjata wajib yang harus dipersiapkan untuk memihak hati klien ataupun rekruter. Apa itu Portofolio Desain/DKV? Bagi yang masih asing dengan kata ini, portofolio adalah kumpulan hasil karya yang pernah dibuat dilengkapi dengan pengalaman projek, kerja, organisasi ataupun pencapaian seseorang. Bagi seorang desainer grafis, portfolio akan berisi kumpulan hasil projek desain seperti poster, packaging, logo, desain website dan lain-lain. Portofolio Tradisional vs Portofolio Online Dulu portfolio biasanya dibuat lalu di cetak, lalu diserahkan bersama dengan CV (curriculum vitae). Selain memakan biaya yang cukup mahal untuk mencetak portofolio dengan kualitas bagus, portofolio tradisional juga hanya dapat dilihat oleh orang yang kamu kirimkan. Jadi jangkauannya terbatas. Seiring dengan perkembangan zaman, bermunculan banyak website untuk menampilkan portfolio online seperti Cake atau Behance. Website ini juga menawarkan untuk menampilkan portofolio secara gratis, jadi pastinya menghemat biaya. Selain itu, eksposur terhadap karyamu juga lebih tinggi, karena semua orang di internet bisa melihat hasil karyamu dan menemukan bakat kamu. Daftar isi:Isi Portofolio Desain GrafisCara Membuat Portofolio Desain GrafisContoh Portofolio Desain GrafisTips Membuat Portofolio Desain Grafis 📚Baca juga: Wajib Kamu Ketahui: 5 Perbedaan CV dan Portofolio Lengkap dengan Contoh Isi Portofolio Desain Di bawah ada beberapa hal yang biasanya ditemukan di portofolio desain grafis, kamu bisa memasukkan semuanya atau memilih beberapa elemen yang dianggap paling penting. Apa saja yang ada di dalam portofolio desain? 1. Penjelasan Jelaskan dirimu secara singkat pada bagian awal portofolio. Hal yang dapat ditulis pada halaman awal perkenalan adalah: NamaKontak: nomor telepon, email, alamatLink: LinkedIn, Youtube, Instagram (pilihan)Deskripsi diri: 2-3 kalimat penjelasan dirimu 2. Curriculum Vitae (CV) Jika ingin menjelaskan diri secara lebih lengkap, kamu dapat memasukkan CV ke dalam portofolio desain kamu. Tuliskan tentang pengalaman bekerja, edukasi, pengalaman organisasi atau pencapaian terbesarmu selama ini secara tertulis. Tambahkan juga hard skill atau software skill yang kamu miliki.📚Baca juga: Kumpulan Contoh CV Desain Grafis Keren dan KreatifContoh hard skill dan software skill pada portofolio desain grafis:✏️ Hard SkillTypographyLogo DesignColor TheoryUX DesignMotion GraphicsPrototypingWeb Design✏️ Software SkillAdobe IllustratorAdobe PhotoshopAdobe IndesignLightroomAfter EffectFigmaAdobe XD 3. Projek yang pernah dikerjakan Bagian selanjutnya pada portofolio desain adalah saatnya menampilkan hasil karya desain kamu. Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan saat menampilkan hasil desain adalah: Utamakan kualitas daripada kuantitas:portofolio desain grafis pemula tidak perlu menampilkan semua projek, tapi pilihlah top picks kamu yang paling dibanggakan.Perjelas kategori dan bagian: jika memiliki beberapa proyek yang berbeda, jangan lupa membuat daftar isi dan mengelompokkan sesuai dengan kategorinya. Setiap bagian dibuat berbeda agar memudahkan pembaca.Tambahkan penjelasan di setiap bagian:beri penjelasan pada setiap projek atau bagian agar pembaca memiliki gambaran tentang projek yang dikerjakan. Contohnya penjelasan nama organisasi, nama acara ataupun filosofi logo. 4.Pencapaian terbesar Jika kamu pernah mendapatkan sertifikat penghargaan seperti desain terbaik, memenangkan lomba desain dan penghargaan lainnya, masukkanlah juga penghargaan tersebut pada portofolio. Beri penjelasan 1-2 kalimat tentang pencapaianmu tersebut.5.Testimoni Terakhir, tambahkan juga testimoni klien atau perusahaan yang menggunakan jasa desainmu. Bagaimana kesan dan pesan mereka mengenai desain yang kamu buat dan apa dampak desain tersebut terhadap perusahaan atau produk mereka. Jika ada logo perusahaan, masukkan juga logo-logo perusahaan tersebut agar menambah kredibilitas kamu. Cara Membuat Portofolio Desain Grafis 1. Pilih platform yang tepat untuk membuat portofolio desain grafis Portofolio tradisional akan lebih cocok untuk kamu yang mau interview kerja tatap muka dan memberikan portofolio dan lamaran secara fisik. Sebaliknya, portofolio online akan cocok untuk kalian yang bekerja freelance atau ingin memiliki presence di dunia digital. Portofolio online memiliki eksposur yang lebih tinggi dibandingkan portofolio tradisional dan juga budget yang lebih murah. Jika ingin membuat portofolio desain online, dapat menggunakan website seperti:Cake:Cake merupakan website yang membantumu seputar karir dan pekerjaan. Pada website ini, kamu bisa membuat CV secara gratis serta membuat portofolio online secara gratis. Tampilan yang bersih, sederhana dan dilengkapi dengan bahasa Indonesia membuat website ini sangat mudah untuk digunakan.Setelah membuat portofolio online gratis di Cake, kalian juga bisa mempublikasikannya agar dapat dilihat oleh warga internet. Disediakan juga fitur untuk like, komentar, membagikan portofolio dan mengetahui berapa banyak orang yang sudah melihat hasil karya desainer tersebut. Buat portofolio desain grafis kamu di Cake, tunjukkan hasil karya-mu dan tingkatkan panggilan interview!🎉Buat PortofolioBehance:Behance merupakan website untuk para kreator mempublikasikan hasil karya mereka. Para kreator di Behance biasanya terdiri dari beragam seperti arsitektur, desain grafis, desain otomotif dan juga fashion. Didalamnya juga dapat ditemukan berbagai macam contoh curriculum vitae maupun portofolio.Sosial Media (contoh: Instagram)Sosial media juga bisa menjadi alat para desainer untuk menampilkan portofolionya loh. Salah satu platform yang paling umum adalah Instagram. Selain mudah untuk mengupload foto, instagram juga memungkinkan para kreator untuk mendapatkan eksposur yang lebih besar dikarenakan pengguna Instagram yang sangat banyak tersebar di seluruh dunia.Tips mengembangkan Instagram untuk Portofolio:Tuliskan informasi yang jelas: tuliskan nama, deskripsi diri pada biodata, link portofolio online pada link in bio dan lokasi. Lengkapi dengan email atau nomor HP aktif juga.Personal Branding: buat personal branding dengan memilih ciri khas warna, hashtag, caption, maupun ciri khas desain.Konsistensi: dibutuhkan konsistensi untuk terus mengunggah postingan baru dan juga aktif berinteraksi dengan komunitas untuk dapat mengembangkan Instagram tersebut. 📚Bacaan Lanjutan: 15 Website Gratis untuk Portofolio yang Menarik 2. Tentukan tema, gaya atau desain portofolioBagi desainer yang sudah berpengalaman, tentunya sudah memiliki ciri khas desain dan gaya yang dikenal orang. Namun, bagi desainer pemula, penting sekali untuk menentukan tema, gaya atau desain untuk portofolio tersebut. Pastikan pemilihan warna dan font memudahkan pembaca untuk membaca portofolio dan bukan membuat sakit mata.Hal yang dapat dipertimbangkan saat menentukan tema adalah: Apakah ingin menggunakan warna kalem atau warna cerah?Font apa yang akan digunakan?Bagaimana cara memisahkan setiap bagian portofolio?Bagaimana cara penataan layout portofolio? Portrait atau landscape? 3.Pilih hanya hasil karya terbaik untuk ditampilkan Meskipun telah mengerjakan puluhan ribu karya, desainer umumnya tidak akan menampilkan semua karya tersebut pada portofolio. Selain biaya yang mahal dan proses pengerjaan yang lama, memasukkan semua hasil karya juga membuat pembaca portofolio tidak bisa fokus akan hasil karya yang mana yang harus dilihat. Lebih baik pilih beberapa hasil karya yang paling dibanggakan, karya desain mana yang pernah mendapatkan penghargaan ataupun proyek desain terbesar dan tersulit yang pernah dikerjakan. Selain itu, pilih beberapa hasil karya yang berbeda agar bisa menunjukkan bahwa kamu bisa mengerjakan beberapa proyek berbeda. Contohnya desain logo, desain packaging, desain poster, dan tipografi.4.Kumpulkan ide dan inspirasi portofolio Di internet tersedia jutaan contoh portofolio design graphic dari berbagai negara. Jika bingung, menentukan tema, layout ataupun gaya kamu dapat mencari inspirasi dari portofolio desain yang tersedia. Pilih beberapa portofolio desain yang paling sesuai dengan gaya dan selera kamu. Modifikasi sesuai dengan kebutuhan kamu masing-masing. Perlu diingat bahwa mencari inspirasi bukan berarti mencontek ataupun mencopy semua layout dan ide lho, namun menggabungkan hal baik dari beberapa desainer dan mentransformasikan sesuai dengan karyamu. 11Contoh Portofolio Desain GrafisMeskipun sudah membaca petunjuk di atas tentang apa saja yang harus ada di web portofolio, masih banyak yang belum kebayang seperti apa bentuk portofolio itu. Nah ini dia 11 pilihan contoh portfolio graphic designer untuk melamar kerja maupun mencari klien. 1. Contoh Portofolio Lamaran Kerja Desain Grafis contoh portofolio desain oleh Rooni contoh portofolio desain oleh Rooni Source:ROONism 2021 Portfolio Contoh portofolio desain di atas terdiri dari beberapa halaman yang terbagi menjadi 2 bagian, yaitu halaman pengenalan pemilik portofolio dan hasil karya. Pada halaman pertama, desainer menampilkan daftar isi, kontak pribadi dan juga kemampuan software yang dimilikinya. Selanjutnya di halaman berikutnya portofolio desain grafis dilengkapi dengan hasil karya seperti desain aplikasi dan juga ilustrasi.Portofolio satu ini memiliki bentuk memanjang ke bawah sehingga dapat menampilkan satu projek secara jelas, detail dan menyeluruh. 2. Contoh Portofolio Lamaran Kerja Desain Grafis Source: Marsha Paramastuti - Behance.net Portofolio desain di atas merupakan gabungan dari curriculum vitae dan hasil karya. Pada halaman pertama portofolio desainer menjelaskan tentang pengalaman kerja dan pendidikan secara rinci, diikuti dengan deskripsi diri, kontak diri dan kemampuan. Pada halaman selanjutnya dilengkapi dengan contoh-contoh hasil desain yang pernah dibuatnya dilengkapi dengan sedikit penjelasan. Portofolio seperti ini cocok untuk digunakan melamar kerja sebagai desain grafis atau freelancer. 📚Baca juga:Portofolio Lamaran Kerja yang Baik dan Menarik [+5 Contoh] 3. Contoh Portofolio Desain Unik Source: Fransiska Fedora - CakeGambar di atas merupakan contoh hasil karya yang diupload oleh desainer di salah satu website portofolio. Dengan menampilkan hasil karya di website portofolio, hal ini dapat meningkatkan kesempatan hasil karya seorang desainer untuk dilihat dan mendapatkan tawaran kerja yang lebih banyak.Dapatkan eksposur lebih di dunia digital, hadirkan karyamu dengan membuat portofolio online sekarang 🎉Buat Portofolio 4. Contoh Portofolio Desain Grafis untuk Melamar Kerja Source: Fakhrozy Turrahman - Behance.net Contoh portofolio design grafis di atas adalah salah satu portofolio karya anak bangsa. Layout portofolio sangat lengkap dan terstruktur. Dimulai dari curriculum vitae desainer, dilanjutkan dengan daftar isi dan juga hasil karya. Setiap bagian akan dipisahkan oleh pembatasnya sehingga membuat pembaca portofolio dapat membacanya dengan jelas. Portofolio desain grafis di atas sangat cocok untuk kamu para desainer yang memiliki banyak projek yang berbeda contohnya desain aplikasi, desain poster, editing foto, desain logo, dan lain-lain. 5. Contoh Portofolio Desain Komunikasi Visual (DKV) Source: Ana Stoica - Behance.net Portofolio di atas terlihat sangat rapih dan menarik. Desainer menggunakan warna yang berbeda di setiap projek sehingga memudahkan pembaca untuk mengetahui jika ada pergantian. Pada portofolio juga ditemukan banyak CTA atau call to action seperti “check my Linkedin” atau “Lets work together” untuk mengajak pembaca melakukan aksi lainnya selain melihat portofolio. Portofolio di atas cocok untuk kamu yang ingin menjadi freelancer.6. Portofolio Graphic Designer yang Career SwitchPada contoh portofolio ini, Fionisya Mufidah mampu menunjukkan kemampuan desain grafisnya sebagai mahasiswa akuntansi. Untuk Selengkapnya, lihat portofolio Fionisya Mufidah(dibuat di Cake).7. Contoh Portofolio Desain GrafisBerikut adalah portofolio desain grafis yang dibuat oleh Putri Maulidina (dibuat di Cake). Untuk selengkapnya, lihat portofolio Putri Maulidina.8. Contoh Portofolio Desain Grafis MenarikBerikut adalah contoh portofolio desain grafis Ryan Jose Dickson yang dibuat di Cake.9. Contoh Portofolio Desain Grafis SimplePortofolio grapic design ini dibuat oleh Difa Amirul Mu'min di Cake.10. Contoh Portofolio Desain Grafis ProfesionalPortofolio di bawah ini dibuat oleh D. Aditya Rizqy Akbar di Cake.Tips Membuat Portofolio Desainer Grafis 1. Tampilkan karyamu sebagai sebuah case studyBanyak orang yang bisa membuat karya bagus, namun sedikit orang yang hasil karya nya dapat menyelesaikan masalah dan membantu klien. Dengan menampilkan portofolio sebagai case study, portofolio DKV kamu akan lebih unggul dan beda dari desainer lainnya. Deskripsikan hasil karya dengan menceritakan background masalah dan hasil yang dicapai melalui desain tersebut. 2. Buat portofolio desain grafis yang enak dilihat Gunakan pemilihan font dan warna yang enak dilihat. Pastikan pembaca tidak kebingungan dengan layout portofolio dan bisa membedakan pergantian bagian secara jelas. Kamu bisa menggunakan ukuran font yang berbeda untuk penekanan bagian tertentu, suatu simbol untuk menarik perhatian pembaca ataupun nomor halaman portofolio. Selain itu, ketahui audience portofolio online kamu kebanyakan melihat dari desktop, mobile atau tab? Buat portofolio nyaman untuk diakses dari segala perangkat. 3. Konsisten memperbarui portofolio Zaman terus berubah dan trend terus berganti. Jika portofolio tidak diupdate, desainer akan ketinggalan jaman dan susah bersaing dengan desainer lainnya. Seorang desainer harus sering-sering mengupdate hasil karya terbarunya di portofolio online agar tidak ketinggalan jaman.Sudah tahu isi portofolio yang baik benar?Langsung buat portofolio desain grafis untuk menunjukkan karya terbaikmu🎨Buat Portofolio Buat portofolio yang menonjol di Cake untuk meningkatkan peluang lolos interview! Nah itu dia pembahasan mengenai portofolio desain grafis mulai dari A sampai Z. Semoga setelah membaca artikel ini, kalian para desainer bisa terinspirasi dan memulai membuat portofolio online. Cake adalah platform yang menawarkan berbagai solusi untuk kebutuhan kariermu. Kamu bisa bikin CV yang profesional dan ATS-friendly, dan ada fitur Cake AI CV Checker untuk mengoptimalkan CV kamu. Cake Cover Letter AI juga siap membantu kamu bikin surat lamaran yang menarik HRD.Plus, kamu juga bisa bikin portofolio online, cari lowongan kerja di job portal atau aplikasi cari kerja kami, serta mulai networking dan membangun personal branding lewat Cake. Jangan lupa untuk ikuti panduan karier dan blog kami untuk membantu perkembangan karirmu.Siap wujudkan karier impian? Yuk, cobain Cake sekarang!Lihat lowongan desain grafis terbaru di sini👇 Rekomendasi Lowongan
Portfolio
Mar 7th 2025

10 Contoh Portofolio Digital Marketing dan Cara Membuatnya!

Seiring dengan kemajuan teknologi, strategi di dalam dunia bisnis pun juga semakin maju. Salah satunya adalah digital marketing. Oleh karena itu, saat ini banyak perusahaan mencari pekerja yang memiliki keahlian di bidang digital marketing.Bahkan, LinkedIn mendaftar profesi "Digital Marketing Specialist" sebagai pekerjaan top 10 yang paling banyak dicari Namun, tidak perlu khawatir akan banyaknya pesaing di bidang digital marketing karena ada banyak peluang pekerjaan di industri ini. Beberapa peluang pekerjaan yang dapat kamu kejar yaitu, content strategist, social media specialist, copywriter, SEO specialist, dan lain-lain. Tertarik untuk meniti karir sebagai digital marketer?Jika kamu ingin melamar menjadi digital marketer, tentunya sangat diperlukan untuk memiliki portofolio digital marketing. Daftar Isi: Apa itu Portofolio Digital Marketing? Manfaat Portofolio Digital Marketing Struktur Portofolio Digital Marketing Dua Macam Platform Portofolio Digital Marketing Bagaimana Cara Membuat Portofolio Digital Marketing? 10 Contoh Portofolio Digital Marketing Apa itu Portofolio Digital Marketing? Portofolio adalah kumpulan informasi dan dokumen yang menunjukkan hasil karya, pengalaman kerja, skills, dan informasi lainnya tentang dirimu.Sedangkan, digital marketing adalah strategi pemasaran atau promosi yang menggunakan media digital dan internet. Contohnya, periklanan online melalui media sosial, blog, website, e-mail dan lain-lain. Portofolio digital marketing itu apa, sih?## Paywall Indicator ## Jadi, portofolio digital marketing adalah kumpulan informasi tentang dirimu, hasil karya terbaik, pengalaman, training dan skills kamu khususnya di bidang digital marketing. Misalnya, kamu bisa mencantumkan gambar maupun tulisan mengenai aplikasi yang kamu kuasai, performance review atau studi kasus dari pekerjaan yang pernah kamu lakukan sebelumnya, hasil desain, dan lain-lain. Mengapa portofolio online? Akan lebih bagus lagi jika kamu membuat portofolio marketing secara online dalam bentuk website dibandingkan dengan mencetak banyak halaman untuk semua hasil karya dan pengalamanmu. Hal ini akan membangun kredibilitas kamu di dalam bidang digital marketing. Selain itu, ini juga dapat memudahkan perekrut untuk menemukan dan menghubungi kamu untuk peluang pekerjaan profesional. Yuk belajar cara membuat portfolio digital marketing yang bakal dilirik oleh HRD!Mengapa Butuh Portofolio Digital Marketing? Baik kamu sedang mencari pekerjaan sebagai digital marketer ataupun sudah memiliki pekerjaan di bidang marketing, memiliki portofolio marketing bukanlah ide yang buruk. Mengapa? Karena portfolio bisa menjadi kunci kesuksesan dalam karirmu. Fungsi dari portofolio adalah untuk meyakinkan perusahaan yang kamu lamar bahwa kamu adalah kandidat yang tepat untuk posisi tersebut.1. Membuktikan pencapaian yang ada di CV Lamaran KerjaPortofolio digital marketing dapat membuktikan skill atau pengalaman yang kamu cantumkan dalam CV. Portofolio ini akan membantu kamu untuk menyampaikan pesan dan menunjukkan bahwa kamu mampu mengaplikasikan gambar, tulisan, dan desain untuk berkomunikasi secara digital. Dengan bukti-bukti tersebut, tim HRD bisa menilai apakah kamu kompeten untuk masuk ke tahap seleksi berikutnya. 📚 Baca juga:Contoh CV Lamaran Kerja yang Baik dan Benar [+Cara Membuat CV]2. Sebagai Personal Branding Diri SendiriSelain untuk menampilkan skill kamu untuk bisa dilirik oleh banyak perusahaan, membuat portofolio juga merupakan cara untuk membangun personal branding kamu.Dengan mempresentasikan ide, karya atau kreatifitas kamu, kamu dapat membangun koneksi yang akan mendatangkan kesempatan-kesempatan baru.📚 Baca juga:Cara Membangun Personal Branding Ala Fellexandro Ruby 3. Tampil Lebih Unggul dari Pelamar LainnyaBayangkan banyaknya CV lamaran kerja yang diterima rekruter ketika mereka membuka loker. Untuk bisa bersaing dengan pelamar lainnya, mengirimkan portofolio lamaran kerja adalah satu cara untuk menarik perhatian HRD. Mengirimkan portofolio dapat menunjukkan pengalaman proyek yang pernah kamu lakukan sebelumnya. Alhasil, rekruter bisa semakin yakin atas skill yang kamu miliki. Apa Isi Portofolio Digital Marketing? Gimana sih caranya membuat portofolio yang menarik? Salah satu hal penting yang harus diperhatikan adalah struktur portofolio digital marketing. Jika portfolio-mu terstruktur dan rapi, maka probabilitas bahwa kamu akan lolos screening pun meningkat. Berikut adalah struktur portfolio digital marketing. 1. Profil About Me, Deskripsi Diri, atau profil adalah bagian dari portofolio yang mencangkup minat, latar belakang, pendidikan, perjalanan karir, dan keahlianmu. Bagian ini juga merupakan tempat yang bagus untuk menyampaikan sedikit pernyataan mengapa pekerjaan ini bermakna untukmu. 2. Skill yang Kamu Kuasai Selain Deskripsi Diri, tunjukkan skill yang kamu kuasai. Jika kamu memiliki skill di bidang tertentu, jangan lupa untuk mencantumkannya dalam portofolio marketing. Tools Performance MarketingTools Social Media Marketing:Tools SEO Specialist:Google AdwordsAdobe IllustratorAhrefsAnyTrackAdobe PhotoshopGoogle Search ConsoleAffiseCanvaGoogle AnalyticsSkill-skill ini dapat menunjang kamu dalam terlihat sebagai kandidat yang kredibel dalam mengerjakan sebuah proyek. 3. Hasil Karya Terbaik Bagian ini adalah inti dari portofolio marketing kamu. Tampilkan hasil karya yang terbaik dengan cara menampilkannya secara visual. Sertakan penjelasan tentang proses pembuatan di balik setiap proyek tersebut. Untuk proyek dalam bentuk gambar, kamu bisa langsung menambahkannya ke dalam portofolio. Jika proyek tersebut dalam bentuk video atau audio, Cake portofolio maker juga menawarkan fitur dimana kamu bisa langsung menampilkan video youtube di portofoliomu. Jika kamu memiliki foto atau video saat sedang bekerja atau sedang mempresentasikan proyek kepada klien, akan menjadi poin plus jika kamu lampirkan ke dalam portofolio. Bukti-bukti ini bisa membantu perusahaan untuk melihat perfomance kamu ketika bekerja. 💡Tips: Disarankan untuk tidak menuliskan informasi sensitif, misalnya budget, CPA, CPL, CAC, dan penjualan dalam angka yang sebenarnya. Jika ingin menampilkan angka, lebih baik untuk menuliskan dalam bentuk persentase (%). 4. Penghargaan dan Sertifikasi Bagi kamu yang pernah menerima penghargaan di bidang yang relevan dengan pekerjaan yang kamu lamar, jangan lupa untuk menambahkannya ke dalam portofolio digital marketing kamu ya. Penghargaan yang telah kamu capai ini bisa membantu menggambarkan dirimu sebagai kandidat yang kompeten. Sertifikasi juga bisa menunjukkan bahwa kamu menguasai tools yang biasa kamu gunakan untuk bekerja. 5. Kontak Informasi Tujuan akhir dari menyiapkan portofolio adalah untuk menarik tim HRD menghubungi kamu untuk peluang kerja. Jadi, kamu harus memudahkan perekrut dalam memperoleh kontak informasi profesional kamu. Kontak informasi yang wajib kamu sertakan dalam portofolio tentunya alamat email dan nomor telepon profesional. Selebihnya, jika kamu memiliki akun sosial media yang bersangkutan dengan profesi yang kamu lamar, boleh juga untuk link halaman tersebut ke portofolio-mu. Isi Portofolio Digital Marketing Platform Portofolio Digital MarketingLangkah pertama untuk membuat portfolio yang menarik adalah tentukan terlebih dahulu platform apa yang ingin digunakan. Pertimbangkan terlebih dahulu, apakah kamu ingin membuat portofolio dalam bentuk PDF atau online? 1. PDF Setelah membuat portofolio, kamu bisa menyimpannya dalam format PDF. Keuntungan dari format ini adalah cara menyusunnya mudah dan simple. Selain itu, portofolio marketing kamu dapat diakses secara offline.Canva:Canva adalah platform graphic design yang tersedia secara gratis dan online. Kamu bisa menggunakan platform ini untuk mendesain social media posts, presentasi, poster, video, logo, portofolio, dll. Google Slides:Google Slides adalah salah satu fitur Google Workspace yang bisa kamu gunakan untuk membuat portofolio. 2. Online Portfolio Menampilkan portofolio secara online dapat membuat kamu terlihat lebih profesional. Dengan adanya website untuk membuat portofolio marketing kamu, maka perekrut akan lebih mudah dalam menemukan informasi tentang dirimu. Selain itu kamu bisa menampilkan seluruh hasil karyamu tanpa adanya batasan ruang tulis. Cake:Kamu bisa menggunakan fitur dari Cake untuk membuat portofolio. Sebagai referensi, kamu juga bisa mencari berbagai contoh portfolio marketing di Cake. PortofolioMaker CakeLangsung coba buat portofolio yang profesional dan menarik di Cake✨Buat PortofolioBehance:Kamu juga bisa menggunakan Behance untuk mendesain online portofolio kamu secara mudah dan simpel. Portofolio Maker BehanceKedua format portofolio ini bisa kamu lampirkan di akun LinkedIn agar bisa dilihat perekrut ketika mereka melihat profilmu. Cara Membuat Portofolio Digital Marketing Setelah mempelajari struktur dari portfolio, sekarang waktunya kita mulai mendesain portfolio marketing! Apa saja sih langkah-langkah yang harus dilakukan dalam membuat portfolio digital marketing yang eye-catching? Simak 5 panduan membuat portfolio digital marketing yang akan membuatmu terlihat seperti profesional digital marketer. 1. Buatlah “About Page” yang Mengesankan Buatlah portofoliomu simpel namun menarik dan mudah dimengerti oleh perekrut. Perekrut akan melewati portofoliomu jika portofoliomu terlalu berlebihan dan susah dimengerti. Oleh sebab itu, carilah poin-poin yang kamu ingin sampaikan sebelum kamu membuat portofolio digital marketing kamu. Deskripsi Diri, Skill, Penghargaan, dan lainnya.Seperti yang sudah disebutkan di atas, berikan beberapa detail tentang dirimu, keterampilan, dan hal-hal lain yang bisa menunjukkan kompetensi kamu.Pertimbangkan juga untuk menyertakan foto diri yang berkualitas diri untuk membantu pengunjung online portofolio kamu terhubung denganmu. Foto diri bisa berupa foto headshot atau foto lain yang relevan dengan industri yang kamu tuju. Pilihan lain adalah untuk memasukkan CVTambahkan CV ke portofolio untuk menguraikan pengalaman kerja dan penjelasan mengenai pekerjaan kamu yang sebelumnya.Pastikan untuk mencantumkan semua informasi dasar yang diperlukan dalam CV, misalnya riwayat pekerjaan, pendidikan, dll. 2. Tampilkan Hasil Karya Terbaikmu Pasti bingung kan, berapa karya yang ingin ditampilkan di portfolio? Pada umumnya, dua hingga lima proyek sudah cukup untuk menunjukkan kemampuanmu. Jika terlalu banyak yang ditampilkan, justru bisa membuat perekrut makin tidak tertarik lho. Bagaimana caranya memilih hasil karya yang ditampilkan di portfolio? Tanyakan tiga pertanyaan ini untuk mempertimbangkan lagi. 💡TipsTanyakan tiga pertanyaan ini untuk memilihhasil karya yang ditampilkan di portfolio Apakah proyek tersebut hasil karya terbaik?Apakah proyek tersebut paling innovative dan creative?Apakah proyek tersebut proyek terbesar? Kalau belum memiliki pengalaman kerja, tidak perlu khawatir kok. Buatlah portfolio digital marketing fresh graduate dengan cara menampilkan tugas-tugas selama kuliah yang berkaitan dengan digital marketing. Mudah kan? 3. Tambahkan Penjelasan Mengenai Proses Pengerjaan Setiap Proyek Setelah menentukan hasil karya yang ingin ditampilkan, jangan lupa untuk menyertakan sedikit penjelasan. Untuk mendeskripsikan pengalaman kerja, kamu hari menjelaskan konteks di balik setiap proyek. Hal-hal yang bisa dideskripsikan?Goals dari setiap proyekPeran dan tanggung jawab kamu dalam pengerjaan proyek tersebutTantangan yang telah kamu hadapi dan bagaimana cara mengatasinyaGaris besar dari proses pengerjaan proyek tersebut dari awal hingga akhirHasil akhir 4. Tambahkan CTA (Call-to-Action) Setelah menyusun sesuai dengan struktur portfolio digital marketing, akhiri portofolio-mu dengan Call to Action. Cantumkan kontak personal mu seperti e-mail dan nomor handphone untuk memudahkan HRD mudah dalam menghubungimu. Akan lebih baik lagi jika kamu menyediakan tombol yang dapat di klik sehingga perekrut bisa selangkah lebih dekat untuk bekerja dengan kamu. 5. Publish dan Sebarkan Portofolio Menekan tombol “Publish” adalah langkah yang menegangkan bagi orang yang baru pertama kali membuat portofolio marketing, namun jangan menunggu sampai portofolio kamu perfect untuk diterbitkan. Meskipun harus bebas dari kesalahan, portofolio ini akan menjadi dokumen yang harus kamu update dan tingkatkan dari waktu ke waktu. Setelah diterbitkan, share portofolio kamu ke social media seperti LinkedIn. Tautkan link portofolio ke profilmu untuk meningkatkan exposure.10Contoh Portofolio Digital Marketing Berikut contoh portofolio marketing untuk berbagai posisi pekerjaan di bidang digital marketing, 1. Contoh Portofolio Social Media Specialist Berikut adalah portofolio social media planner dan UI designer milik Nanda Sesty Prastiwi yang dibuat menggunakan Cake.Contoh Protofolio Social Media Specialist. Selengkapnya lihat: "Sesty’s Portofolio 2021" di Cake 2. Contoh Portofolio Digital Marketing Contoh Portofolio Digital MarketingJika kamu mengejar karir sebagai graphic designer dan social media marketing, ini bisa jadi referensi kamu ketika membuat portofolio.3. Contoh Portofolio Digital Marketing MenarikContoh Portofolio Digital Marketing Menarik. Selengkapnya lihat portofolio Raja Abiyyi Sefel di Cake 4. Contoh Portofolio Digital Marketing Profesional Contoh Portofolio Digital Marketing Profesional. Selengkapnya lihat portofolio Dhea Bestari APdi Cake 5. Contoh Portofolio Digital Marketing MinimalisContoh Portofolio Digital Marketing Minimalis. Selengkapnya lihat portofolio Riandika Arya Kepakisan di Cake6. Contoh Portofolio Digital Marketing SimpleContoh Portofolio Digital Marketing Simple. Selengkapnya lihat portofolio Intan Pebrianasari di Cake7. Contoh Portofolio Digital Marketing Copywriting Di bawah ini adalah contoh portofolio digital marketing dan copywriting yang tidak kalah menarik dari yang lain.Contoh Portofolio Digital Marketing Copywriting.Selengkapnya lihat: “Naveen Malik’s Portfolio” di CakeContoh Portofolio Digital Marketing Lainnya Contoh Portofolio di Bidang Design dan Marketing (Behance - Megan Lim’s Design Marketing Portfolio)Contoh Portofolio Digital Copywriter Content Writer (Behance - Siti Aisyah Portfolio 2021) Nah, setelah mempelajari bagaimana cara membuat portfolio digital marketing yang mengesankan, sekarang saatnya melamar kerja! Gunakan portofoliomu untuk melamar kerja di Cake👇🏻👉 Lihat lowonganmarketing terbaru di Cake! Rekomendasi Lowongan Kerja Cake menyediakan platform untuk mendesain portfolio kamu secara menarik dan gratis! Yuk mulai sekarang! Buat Portofolio🎉 Buat Portofolio Cake adalah platform yang menawarkan berbagai solusi untuk kebutuhan kariermu. Kamu bisa bikin CV yang profesional dan ATS-friendly, dan ada fitur Cake AI CV Checker untuk mengoptimalkan CV kamu. Cake Cover Letter AI juga siap membantu kamu bikin surat lamaran yang menarik HRD.Plus, kamu juga bisa bikin portofolio online, cari lowongan kerja di job portal atau aplikasi cari kerja kami, serta mulai networking dan membangun personal branding lewat Cake. Jangan lupa untuk ikuti panduan karier dan blog kami untuk membantu perkembangan karirmu.Siap wujudkan karier impian? Yuk, cobain Cake sekarang!
Portfolio
Dec 18th 2024

9 Contoh Portofolio Programmer Terbaik dan Cara Membuatnya!

Jika kamu ingin mendapatkan pekerjaan impian kamu sebagai web developer, software engineer, atau junior developer, membuat CV programmer saja tidak cukup, apalagi jika kamu ingin melamar ke perusahaan teknologi yang terbaik. Jika kamu ingin terlihat lebih unggul dari pelamar kerja lainnya, maka kamu perlu membuat portofolio programmer yang baik dan menarik. Nah, membuat portofolio programmer pun ada beberapa cara yang berbeda. Di artikel Cake kali ini akan dibahas pengertian portofolio programmer, isi dan cara membuat portofolio programmer, serta berbagai contoh asli portofolio programmer yang menarik untuk inspirasi kamu! Daftar isi: Apa itu Portofolio Programmer?Isi Portofolio ProgrammerCara Membuat Portofolio ProgrammerContoh Portofolio Programmer Apa itu Portofolio ProgrammerApa itu Coding Portofolio? Coding portofolio adalah portofolio yang dibuat oleh programmer yang menunjukan proyek koding mereka melalui situs web online yang interaktif ataupun dengan membuat portofolio programmer digital yang mirip seperti online resume. Contoh proyek koding yang dicantumkan tidak harus dari pengalaman profesional kamu sebelumnya, kamu juga bisa mencantumkan proyek coding personal yang pernah kamu buat. Biasanya programmer dapat mencantumkan screenshots atau tautan link ke proyek sebelumnya dalam portofolio programmer mereka, ada juga yang mencantumkan testimoni dari pemberi kerja sebelumnya, kolega, atau profesor mengenai etos kerja dan kemampuan mereka. Coding portofolio juga berisikan informasi yang relevan untuk rekruter seperti riwayat pendidikan, sertifikasi, dan pengalaman kerja.Mengapa Butuh Coding Portofolio? Umumnya, manajer HRD akan mengharapkan pelamar kerja untuk memberikan portofolio programmer supaya HRD dapat mengetahui kemampuan dan potensial kandidat lebih jelas. Misalnya, jika kamu sedang melamar ke pekerjaan yang memerlukan keahlian dalam bahasa pemrograman Python, maka rekruter akan melihat proyek dari portofolio programmer kamu yang dapat membuktikan keterampilan kamu dalam bahasa pemrograman Python. Daripada hanya menulis dan memberi tahu tentang keahlian bahasa pemrograman kamu, portofolio programmer dapat menunjukan secara jelas seberapa mahirnya dan kreatifnya kamu dalam pengkodean.💡Pro tips: Perbaruilah portofolio programmer kamu sesering mungkin untuk membuktikan etos kerja dan semangat kamu dalam industri ini. Manajer HRD pastnya juga ingin melihat proyek coding yang terbaru.Isi Portofolio Programmer 1. Bagian “Tentang Saya” Entah itu kamu sedang membuat portofolio programmer online dalam bentuk PDF maupun dalam bentuk situs web, awali portofolio programmer kamu dengan satu halaman atau bagian “Tentang Saya”. Pada bagian ini kamu tidak perlu hanya fokus dalam menulis tentang pengalaman kerja profesional kamu saja. Melainkan, kamu bisa menggunakan bagian ini untuk memperkenalkan diri kamu sebagai seorang individu. Anggap saja bagian “Tentang Saya” merupakan personal brand story kamu dimana rekruter bisa mengenalmu lebih dalam. Hal-hal yang bisa kamu cantumkan sebagai berikut:NamaFoto profesionalBiografi singkatNilai-nilai (values)Keunggulan kamu dalam dunia profesionalPengalaman pribadi yang relevanHarapan untuk jalur karir kamu kedepannya 📚Baca juga:Apa itu Personal Branding: Pengertian, Manfaat, Strategi 2. Bagian “Proyek” Bagian ini merupakan salah satu bagian yang sangat penting. Disinilah kesempatan kamu untuk memperlihatkan proyek-proyek unggulan kamu. Pastikan agar bagian “Proyek” terlihat semenarik mungkin, karena rekruter akan menilai kemampuan programming kamu dari bagian ini. Biasanya, coding portofolio meliputi 4-10 proyek yang memperlihatkan seberapa luas dan dalamnya pengetahuan kamu tentang coding.Cantumkan elemen multimedia agar portofolio programmer kamu lebih menarik:VideoGIFCopy dan desain web Selain menaruh screenshot proyek kamu, disarankan untuk cantumkan juga link proyek agar rekruter dapat melihat proyek kamu lebih jelas lagi. Banyak programmer yang menyertakan tautan proyek mereka yang ditempatkan di GitHub atau platform development lainnya. GitHub dapat memamerkan proyek kamu yang sedang berlangsung, bahkan rekruter juga dapat melihat perbaruan coding secara real-time. 3. Bagian “Kontak” Tanpa bagian ini, kamu bisa saja melewatkan kesempatan kamu untuk mendapatkan pekerjaan impian kamu.Informasi yang bisa kamu sertakan dalam portofolio programmer:Alamat email (wajib)Profil LinkedInProfil GitHubSosial media Ingat bahwa kamu mencantumkan informasi ini untuk rekruter, oleh karena itu pastikan bahwa alamat email atau profil sosial media kamu terlihat profesional. Langkah-langkah dibawah ini juga merupakan cara membuat portofolio web developer, portofolio software engineer, dan untuk portofolio programmer lainnya.Cara Membuat Portofolio Programmer 1. Pilih Platform Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kamu dapat membuat portofolio programmer dalam dua bentuk: Membuat situs web sendiri untuk dijadikan portofolio programmerMembuat portofolio programmer digital Jika kamu membuat portofolio programmer dalam bentuk situs web, maka disarankan agar kamu membayar domain agar bisa membuat URL situs web kamu terlihat lebih profesional. Selain itu, kamu juga perlu memperhatikan aspek-aspek teknis dalam membuat dan memelihara situs web (performa web, aksesibilitas, UI/UX, dll.) Selain membuat situs web, kamu juga bisa membuat portofolio programmer kamu menggunakan portofolio maker online seperti Cake. ✅Ketika membuat portofolio programmer kamu dengan Cake kamu bisa: Menyertakan foto, video, audio, situs web, dll.Menulis teks dengan berbagai pilihan font style, numbering, bullets, dll.Membuat portofolio digital yang mendukung Responsive Web Design (RWD), sehingga dapat dilihat dengan mudah dan baik di perangkat apapun seperti smartphone, tablet, desktop, dll.Membagikan tautan portofolio programmer kamu ke rekruter atau sosial mediaMenautkan portofolio programmer digital kamu ke CV programmer onlineMembuat beberapa portofolio dalam sekaligusCakeBuat portofolio programmer kamu dengan Cake portofolio builder🎉Buat Portofolio 2. Pamerkan Pekerjaan dan Keterampilan Terbaik Kamu Ingat, CV programmer dan Portofolio programmer itu berbeda. CV programmer adalah tempat dimana kamu membuat daftar tentang riwayat pendidikan dan pengalaman kerja kamu. Sedangkan Portofolio programmer adalah wadah kamu untuk menyajikan hasil kerja dan pencapaian kamu.Dibawah ini merupakan hal-hal yang bisa kamu perlihatkan dalam portofolio programmer: Kode atau hasil akhir proyek: ketika memperlihatkan hasil pekerjaan kamu, kamu bisa memilih antara menunjukan hasil kodenya saja atau produk akhir dari coding. Tetapi, kamu juga bisa menampilkan keduanya tergantung tujuan portofolio kamu.Jika portofolio programmer kamu dimaksudkan sebagai perpanjangan CV programmer, maka disarankan untuk menyertakan tautan ke kode dan hasil akhir produk. Jika portofolio programmer dimaksudkan sebagai portofolio untuk klien, maka kamu hanya perlu memamerkan hasil karyamu saja. Contoh kode dan GIF: jika kamu sedang mengerjakan proyek yang bersifat konfidensial atau proyek swasta, maka kamu bisa menyertakan contoh coding jika diperbolehkan oleh klien kamu atau pemberi kerja.Kamu dapat menyertakan contoh kode dengan: menyertakan tautan ke editor kode dengan live preview. Menyertakan tautan ke GitHub repos dan berikan GIF. Mengunggah video screencast untuk menjelaskan bagaimana cara dan proses kamu bekerja Proyek freelance dan proyek personal: menyertakan proyek freelance dapat menyoroti keterampilan lain kamu yang tidak dituliskan pada CV atau bagian sebelumnya. Jika kamu kesusahan untuk mendapatkan proyek freelance, kamu bisa membuat proyek personal untuk disertakan pada portofolio programmer kamu. Contohnya, kamu bisa saja membuat landing page versi kamu untuk perusahaan impian kamu. ✅Untuk mengetahui proyek manakah yang baik untuk disertakan di portofolio programmer, tanyakan pertanyaan berikut: Apa yang membuat aku sangat bangga akan proyek ini?Apakah proyek ini dapat membuktikan keterampilan, pengetahuan, dan bakat yang tidak ditunjukan dalam proyek lain?Apakah ada proyek serupa dalam portofolio ini? Jika ya, apakah aku bersedia untuk menggantikannya dengan proyek ini ? 3. Sertakan Deskripsi Proyek Setelah mencantumkan hasil karya terbaik kamu, berikan deskripsi proyek. Berikan penjelasan tentang peran kamu dalam setiap proyek yang kamu cantumkan dalam portofolio programmer, terutama pada proyek kelompok. Dengan ini, kamu bisa mengarahkan perhatian rekruter ke detail-detail proyek yang ingin kamu perlihatkan dan alur kerja kamu. 4. Terus Perbarui Portofolio Programmer Kamu Klien/HRD tentunya ingin mengetahui kompetensi kamu yang sekarang ini. Ditambah dengan cepatnya perkembangan teknologi, mereka tidak akan tertarik ketika hasil karya kamu meruapakan hasil dari tiga sampai empat tahun yang lalu. Usahakanlah untuk tetap membuat portofolio programmer kamu up-to-date, bahkan ketika kamu sedang tidak mencari pekerjaan. Perbarui portofolio programmer kamu setiap kamu menyelesaikan suatu proyek, memberikan seminar, membuat podcast tentang teknologi, atau apapun yang mendorong kamu dan yang relevan dengan portofolio programmer.📚Baca juga:7 Cara Menjadi Freelancer Pemula Untuk Cari Untung!Contoh Portofolio Programmer 1. Contoh Portofolio Web Programmer Menarik (Situs Web)Contoh Portofolio Web Programmer Portofolio web programmer ini dibuat oleh Sean Halpin dalam bentuk situs web yang minimalis. Situs webnya lengkap dengan hasil proyek, biografi singkat, informasi kontak, dan halaman work in progress dimana Sean Halpin memberikan update terbarunya tentang proyek yang sedang berlangsung, inspirasi desain, dan proyek personal lainnya yang menyoroti keunikan dan karakternya. Lihat portofolio web programmer Sean Halpin.2.Contoh Portofolio Web Programmer Interaktif (Website)Contoh Portofolio Lamaran Kerja Programmer Portofolio web programmer yang dibuat oleh Robby Leonardi untuk berinteraksi dengan audiensnya seperti video game. Lihat portofolio web programmer Robby Leonardi.3. Contoh Portofolio Front-End DeveloperContoh Portofolio Front-End Developer Portofolio front-end developer ini dibuat oleh Muhammad Yusuf di Cake.4. Contoh Portofolio Programmer MagangContoh Portofolio Programmer Magang Portofolio magang ini dibuat oleh Dinar Wahyu Rahman di Cake. 5. Contoh Portofolio Mahasiswa ITContoh Portofolio Mahasiswa IT Portofolio mahasiswa IT ini dibuat oleh Mariodi Cake. 6. Contoh Portofolio Junior Wordpress DeveloperContoh Portofolio Junior Wordpress Developer Portofolio mahasiswa IT ini dibuat oleh Aria Dwi Pramudya di Cake. 7. Contoh Portofolio Programmer (Digital Portofolio)Contoh Portofolio Web ProgrammerContoh portofolio programmer mengenai resep dibuat oleh 呂俞瑩 LILY LU (Dibuat di Cake). Lihat portofolio programmer 呂俞瑩 LILY LU.Buat portofolio programmer kamu dengan Cake portofolio builder🎉Buat Portofolio8. Contoh Portofolio Programmer untuk Front End (Digital Portofolio)Contoh Portofolio Lamaran Kerja Programmer Front EndContoh portofolio programmer frontend dibuat oleh James Cheng (Dibuat di Cake). Lihat portofolio programmer James Cheng.9. Contoh Portofolio Programmer Minimalis (Digital Portofolio)Contoh Portofolio Lamaran Kerja Programmer yang MinimalisContoh portofolio programmer minimalis dibuat oleh Liwei Chen (Dibuat di Cake). Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, berkreasilah dengan elemen lainnya selain gambar seperti menyertakan video. Lihat portofolio programmer Liwei Chen.Demikianlah artikel ini tentang cara dan contoh portofolio programmer. Kamu sudah buat portofolio programmer kamu, belum? Yuk, buat sekarang juga dengan Cake!Buat portofolio digital programmer kamu dengan Cake portofolio builder, 100% gratis! Kamu bisa bebas berkreasi dan menyertakan video, gambar, maupun audio untuk membuatnya lebih menarik dan interaktif🎉Buat PortofolioSetelah membuat portofolio, kamu bisa langsung melamar kerja di Cake. Cek lowonganprogrammer terbaru di Cake👇🏻 Rekomendasi Lowongan Kerja Cake adalah aplikasi dan website bikin CV ATS-friendly gratis dengan tampilan menarik dan profesional. Cocok untuk para mahasiswa, fresh graduates hingga para professional. Buat juga portofolio online kamu dengan Cake dan cari lowongan di website cari kerja atau aplikasi cari kerja kami. Yuk, cobain Cake sekarang juga untuk mendapatkan pekerjaan impian kamu!
Portfolio
Dec 13th 2024

8 Contoh Portofolio Fotografi Menarik Serta Tips Wajib Tahu!

Ingin mendapatkan pekerjaan sebagai fotografer lebih mudah? Ingin mengembangkan bisnis fotografi kamu? Atau kamu ingin membangun personal branding dirimu sebagai seorang fotografer? Nah, membuat portofolio adalah jawabannya! Salah satu cara terbaik untuk menarik klien atau rekruter adalah dengan membuat portofolio fotografi. Kamu harus bisa membuat portofolio yang bisa menarik perhatian mereka. Ada beberapa cara membuat portofolio fotografi, salah satunya adalah portofolio fotografi online. Daftar isi:Kenapa Membuat Portofolio Fotografi OnlineCara Membuat Portofolio Fotografer (Photography Portfolio)Contoh-contoh Portofolio Fotografer Kenapa Membuat Portofolio Fotografi Online? Portofolio fotografer bisa dibuat secara tradisional dan digital. Portofolio tradisional merupakan portofolio fotografi cetak yang bisa dipegang secara fisik. Sedangkan portofolio digital adalah kumpulan portofolio fotografi kamu yang ditampilkan melalui platform online. Keduanya memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing. Namun, membuat portofolio fotografi secara online sangat disarankan di era ini.Manfaat membuat portofolio fotografi online:Dapat diakses secara mudah melalui platform onlineAda banyak pilihan template yang bisa kamu gunakanMudah untuk diperbaruiMenghemat uang untuk mencetak contoh portofolio photographyMudah untuk dikirim atau disebar Sedangkan portofolio tradisional memerlukan kamu untuk mengeluarkan uang lebih banyak untuk mencetak dan memperbarui portofolio fisik. Selain itu, kamu perlu membawa portofolio yang tebal dan berat kemana-mana. Jika kamu kehilangan portofolio fotografi kamu saat wawancara kerja, kamu tidak bisa mengaksesnya secara mudah. Oleh karena itu, membuat portofolio fotografer digital sangatlah disarankan. Setelah mengetahui dua tipe portofolio fotografer, Cake telah meringkas langkah mudah cara membuat portofolio fotografi yang harus kamu ketahui. Di akhir artikel ini juga ada beberapa contoh portofolio fotografi untuk inspirasi kamu! Cara Mudah Membuat Portofolio Fotografer Portofolio fotografi online pun juga dapat dilakukan dengan membuat website portofolio atau dari sebuah platform online. Untuk artikel ini, Cake akan lebih fokus menjelaskan langkah-langkah membuat portofolio fotografer di platform online, ya! 1. Tentukan Tujuan Kamu Membuat Portofolio Fotografer Sebelum mulai membuat portofolio fotografer, kamu harus menentukan tujuan kamu dalam membuat portofolio fotografi tersebut. Dengan mengetahui tujuan kamu, kamu akan mengetahui apa yang ingin kamu capai serta langkah-langkah jelas yang harus kamu ambil untuk mencapainya.Tanyakanlah hal-hal berikut kepada diri kamu sendiri:Siapa audiens kamu?Klien seperti apa yang ingin kamu bawa ke portofolio fotografi kamu? Apakah mereka orang, sebuah perusahaan, atau publikasi?Apa keunggulan dan kesukaan kamu?Apakah kamu mahir dalam memotret pemandangan? Atau kamu lebih mahir memotret makhluk hidup? Apakah kamu suka memotret foto hitam putih? Atau kamu senang dan unggul dalam menggunakan Photoshop?Apa ciri khas fotografi kamu?Apakah itu palet warnanya? Objeknya? Atau emosi dalam potretan kamu? Jika kamu dapat memilih satu foto yang dapat mewakili ciri khas fotografi kamu, apakah itu?Apa tujuan bisnis fotografi kamu?Apakah kamu perlu berlatih mengambil lebih banyak foto? Apakah kamu ingin mengembangkan jenis fotografi kamu ke bidang lainnya seperti pakaian atau makanan? Adakah hal lain yang ingin kamu kembangkan dari fotografi kamu? 2. Sesuaikan Portofolio Fotografer dengan Audiens Setelah memperjelas tujuan kamu membuat portofolio, langkah kedua dari cara bikin portofolio fotografi adalah menentukan target audiens kamu. Pikirkan siapa yang akan melihat portofolio fotografi kamu. Jika kamu sedang melamar posisi sebagai fotografer properti perumahan, maka portofolio fotografi yang kamu buat perlu mengarah kesana juga. Mengisi portofolio fotografi kamu dengan foto-foto makanan atau pemandangan bukanlah hal yang terbaik. Pilih spesialisasi fotografi dan audiens kamu. Tapi, jika kamu menyukai berbagai jenis fotografi, kamu tidak harus berkonsentrasi pada satu jenis fotografi saja. Kamu tetap bisa membuat berbagai jenis portofolio fotografi. Strategi yang terbaik adalah membuat portofolio fotografi baru untuk setiap klien atau pekerjaan baru yang sesuai dengan industri atau tema mereka. 3. Pilih Platform untuk Membuat Portofolio Fotografer Langkah selanjutnya adalah mulai membuat portofolio kamu! Untuk membuat portofolio fotografer digital, pilihlah sebuah platform untuk menyusun foto-foto kamu. Berikut adalah beberapa platform yang bisa kamu gunakan:CakeCake adalah situs yang bisa kamu gunakan untuk membuat portofolio fotografi secara mudah dan gratis tanpa batas! Kamu juga dapat mencantumkan portofolio fotografi online Cakresume sebagai link di CVkamu. Portofolio maker gratis di Cake juga memungkinkan kamu untuk membuat beberapa portofolio yang bisa kamu tunjukkan di profil. Fitur ini sangat memudahkan audiens untuk melihat seluruh proyek kamu.Kalau kamu memerlukan inspirasi, kamu juga bisa melihat contoh desain portofolio fotografi orang lain, lho!DribbbleDribbble adalah sebuah platform bertampilan media sosial yang dapat digunakan untuk membuat portofolio fotografi. Pengguna dapat mengunggah karyanya yang dinamai sebagai “Shots”. Setiap shots harus diunggah dengan rasio 4:3.Shots yang kamu unggah akan ditampilkan di profil kamu sebagai thumbnail dan audiens dapat membaca deskripsi, mengomentari, atau membagikan shots kamu seperti media sosial.Media SosialTentunya, kamu dapat menggunakan media sosial sebagai media untuk menampilkan hasil fotografi kamu. Buatlah akun khusus portofolio fotografi dan unggah foto-foto terbaik kamu! 📚Bacaan lanjutan: 15 Website Gratis untuk Portofolio yang Menarik4. Hanya Pilih Foto Terbaik untuk Portofolio Fotografi Kamu Kalau sudah menentukan platform online yang akan digunakan, pilihlah foto terbaik untuk diunggah ke portofolio fotografi kamu. Ketika sedang memilih-milih foto, ingatkan diri sendiri tentang tujuan kamu membuat portofolio fotografi ini dan siapa audiens kamu. Seleksi foto terbaik dengan memikirkan juga tentang warnanya, kualitas gambar, dan relevansinya. Jangan membombardir audiens dengan semua foto yang kamu miliki. Utamakan kualitas, bukan kuantitas.Hanya pilih foto terbaik kamu:Pilih foto kamu secara objektif dengan memprioritaskan gambar yang berkualitas tinggi. Ingat, rekruter atau klien akan menilai karya kamu dalam enam detik pertama mereka melihat portofolio fotografi kamu.Pastikan bahwa setiap gambar yang kamu pilih sesuai dengan branding kamu:Mungkin kamu berspesialisasi dalam fotografi arsitektur. Maka, memasukkan fotografi busana itu tidak tepat untuk portofolio fotografi ini.5. Buatlah Cerita di balik Foto Gunakan kolom deskripsi untuk membagikan cerita di balik foto dalam portofolio fotografi kamu. Bangkitkan emosi audiens melalui cerita tersebut. Salah satu caranya adalah menggunakan kata-kata sensorik atau kata-kata yang dapat membangkitkan indra mereka seperti “menerjang”, “raksasa”, “manis”, dan masih banyak lagi. Kamu juga bisa menampilkan beberapa cuplikan dibelakang layar tentang bagaimana karya tersebut dibuat. Jika kamu menaruh beberapa foto di portofolio fotografi untuk memberikan sebuah cerita, pastikan untuk menampilkannya dalam urutan yang masuk akal bagi audiens. 6. Pilih Desain yang Sederhana Ketika kamu mengkompilasikan fotografi kamu di sebuah platform online, pilihlah desain yang sederhana. Kamu ingin membuat foto kamu yang menonjol, bukan desain portofolio fotografi kamu. Gunakan desain yang cocok dengan branding kamu dan yang dapat membuat hasil fotografi kamu lebih menonjol. 7. Dapatkan Umpan Balik Profesional Tentunya, segala masukan yang kamu dapatkan itu bermanfaat. Entah itu dari keluarga, teman, sosial media, atau pendapat dari forum fotografi. Mereka dapat memberikan poin yang bagus dan lebih kritis karena mereka tidak terikat secara emosional dengan foto-foto yang kamu tampilkan di portofolio fotografi. Tetapi, ada baiknya juga untuk meminta pendapat dari fotografer profesional. Mereka mampu menilai foto-foto di portofolio fotografi kamu berdasarkan pengalaman profesional mereka. Mereka juga dapat memberitahu kamu jika kamu telah memilih gambar yang tepat atau jika kamu bisa melakukan beberapa penyesuaian lagi. Kamu juga bisa menanyakan umpan balik kepada orang-orang yang bekerja di industri kreatif untuk melihat portofolio fotografi kamu. Mereka juga dapat memberikan umpan balik yang konstruktif. 📚 Baca juga: Portofolio Lamaran Kerja yang Baik dan Menarik [+5 Contoh] 8 Contoh Portofolio Fotografer Berikut adalah beberapa contoh portfolio photography yang menarik:1. Portofolio Fotografi Profesional Contoh portofolio fotografi jalanan dan pemandangan kota oleh Reyhan Fadilla (Dibuat di Cake). Lihat Portofolio Reyhan Fadilla. 2. Portofolio Fotografi MenarikContoh portofolio fotografi jalanan dan pemandangan kota oleh Taufik Adhi Nugraha (Dibuat di Cake). Lihat Portofolio Taufik Adhi Nugraha.3. Portofolio Fotografi Simple Contoh portofolio fotografi jalanan dan pemandangan kota oleh Taufik Wahyu Nikma (Dibuat di Cake). Lihat Portofolio Wahyu Nikma.4. Contoh Portofolio Fotografi JalananContoh portofolio fotografi jalanan dan pemandangan kota oleh Nita Nurjanah (Dibuat di CakeResume). Lihat portofolio Nita Nurjanah. 5. Contoh Portofolio FotografiContoh Portofolio Fotografi oleh Eddy (Dibuat di Cake). Lihat portofolio Eddy. Yuk, langsung buat portofolio fotografi kamu di Cake, 100% gratis! 🎉 Buat Portofolio6.Contoh Portofolio Food Photography Contoh portofolio fotografi makanan oleh 顏妤芯 Kelsey (Dibuat di CakeResume). Lihat portofolio 顏妤芯 Kelsey. 7. Contoh Portofolio Fotografi dengan CeritaKoleksi fotografi dengan cerita berjudul “Stories of a Girl in Bloom” dibuat oleh Argo by Design (Diambil dari Behance). Lihat portofolio Argo by Design. 8. Contoh Portofolio Fotografi PernikahanContoh portofolio fotografi wedding oleh @wp_galery (diambil dari Instagram). Lihat portofolio @wp_galery.Demikianlah cara membuat portofolio fotografi (photography portfolio) beserta beberapa contoh portofolio fotografi untuk inspirasi kamu!Mau raih pekerjaan impianmu? Yuk, buat CV lamaran kerja dan portofolio online kamu, lalu lamar kerja di website lowongan kerja atau aplikasi cari kerja Cake. Semuanya 100% gratis. Ikuti blog kami untuk tips dan tutorial buat CV dan career development!Yuk, langsung buat portofolio fotografi kamu di Cake, 100% gratis! 🎉 Buat Portofolio Rekomendasi Lowongan Kerja Cake adalah website untuk membuat CV terbaik yang bisa menunjukan professional branding kamu di mata HRD. Kamu bisa langsung menggunakan template CV ATS-friendly dari Cake dan download dalam bentuk PDF, 100% gratis! Selain bikin CV gratis, kamu juga bisa buat portofolio dan cari kerja dengan job portal Cake.
Portfolio
Oct 8th 2021

Cara Membuat Portofolio Online: 15 Website Gratis untuk Portofolio yang Menarik

Jika kamu bekerja dalam bidang industri kreatif, kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya online portofolio/digital portofolio.Online portofolio? Apa itu?Sebuah online portofolio boleh dikatakan sebagai halaman web pribadi. Biasanya menampilkan karya-karya seni. Baik itu fotografi, desain grafis, arsitektur, dll. Dengan portofolio online ini, kamu dapat mempresentasikan karya kamu, memberikan informasi tentang diri kamu dan menawarkan servis yang dapat kamu berikan. Online portofolio ini nyaman digunakan karena bisa dijangkau melalui internet oleh siapapun, kapanpun dan dimanapun. Orang-orang yang tertarik dengan kamu (misalnya rekruter atau klien) bisa mendapat informasi tentang kamu dengan praktis karena semua koleksi karya, pencapaian, prestasi dapat kamu gabungkan ke dalam satu portofolio online ini. Walaupun portofolio online ini terdengar hanya untuk orang-orang yang mempunyai pekerjaan berkaitan dengan visual, jangan salah.Further reading:5 Tips to Build a Strong Machine Learning Resume Justru di era digital sekarang, apapun pekerjaan kamu maupun seorang marketer, web programmer, ataupun influencer, memiliki sebuah online presence ternyata penting loh. Dengan online presence yang kuat, kamu bisa dikenal oleh banyak orang, dan mendapat kesempatan-kesempatan baru. Nah, salah satu cara untuk membangun online presence adalah dengan mempresentasikan value dan kemampuan kamu melalui portofolio online. 15 Situs Gratis Untuk Membuat Portofolio Online Bikin portfolio online apa harus bisa coding? Gimana cara membuat portofolio online gratis? Kalau kamu tidak tahu cara membuat webpage portofolio dengan coding, pertanyaan-pertanyaan tersebut pasti muncul di pikiran kamu. Tapi, jangan khawatir. Sekarang, tersedia banyak pilihan portfolio website yang bisa membantu kamu membuat portofolio online tanpa memiliki background coding. Berikut daftar 15 website untuk membuat portofolio:1. Cake Cake berawal dari sebuah CV maker online dimana kamu bisa bikin CV gratis yang menarik. Kini, Cake menyediakan platform membuat web portofolio terbaik yang bisa digunakan oleh orang-orang dari berbagai macam profesi. Kamu bisa dengan mudah membuat portofolio online gratis tanpa batas.Portfolio Website Cake ✨ Fitur: Portfolio website Cake menyediakan tools pengeditan canggih serta pilihan warna yang banyak. Kamu bisa menampilkan video dalam portofolio dan kamu juga bisa menyambungkan portofolio ke CV kamu sehingga memudahkan rekruter untuk melihat koleksi karya kamu ketika membaca CV kamu.Kelebihan:Gratis membuat portofolio sepuasnyaTampilan sederhana dan mudah digunakanDapat menyambungkan portofolio ke CVKekurangan:Tidak dapat mengupload file ukuran besar 💰 Harga Cake: Gratis membuat portofolio tanpa batas2. Behance Behance adalah salah satu situs portfolio website yang merupakan bagian dari Adobe Creative Cloud. Tidak hanya desainer yang aktif menggunakan Behance, tapi rekruter dari berbagai belahan dunia juga menggunakan Behance untuk mencari talenta-talenta baru. Tersedia juga banyak contoh portofolio online untuk inspirasi kamu.Portfolio Website Behance ✨Fitur: Behance mempunyai cara kerja seperti sosial media. Kamu dapat like portofolio orang lain, dan follow user lain. Dengan ini, karya portofolio mereka dapat muncul dalam feed For You kamu. Selain itu, kamu dapat import gambar dari Adobe Lightroom dan menampilkan audio dan video dalam portofolio kamu. Dikarenakan sistem Behance seperti sosial media, platform ini cocok bagi para social butterfly yang senang mendapatkan likes dan komen terhadap karya mereka. Kelebihan:Gratis membuat portofolio tanpa batasTampilan sederhana dan mudah digunakanTerdapat variasi karya (desain, UI, ilustrasi) Kekurangan: Tidak dapat mengupload file ukuran besarDikarenakan tampilan yang sederhana (seleksi desain sedikit) membuat struktur portofolio pengguna terlihat membosankan 💰 Harga Behance: Gratis dengan fitur terbatas Pro: Harus subscribe ke Adobe Creative Cloud 3. DribbbleDribbble merupakan situs portofolio online dimana kamu bisa mengupload gambar karya yang dinamai Shots. Ukuran Shots yang diupload harus disesuaikan dengan rasio 4:3 Komunitas Dribbble bisa dikatakan cenderung tertutup. Artinya, hanya orang-orang yang menerima undangan lah yang dapat mengupload Shots. Orang-orang ini dinamakan Player. Jika kamu pengguna baru, atau dinamai Prospect, kamu hanya dapat follow dan like portfolio designer lain, sampai kamu di-notice dan menerima undangan dari seorang Player. Portfolio Website Dribbble ✨Fitur: Mirip dengan Behance, portfolio website Dribbble mempunyai tampilan seperti sosial media dimana kamu bisa follow dan like karya orang lain. Karya yang diupload berukuran 4:3 dan kamu bisa mengupload 48 karya per bulan. Karena komunitas Dribbble yang cenderung eksklusif, Portfolio designer website ini cocok untuk para desainer yang sudah memiliki level skill tertentu.Kelebihan:Komunitas yang eksklusif membuat Dribbble dapat menetapkan kualitas karya-karya designernyaKomunitas sedang berkembang pesatKekurangan:Harus menerima undangan baru bisa mengupload karyaUkuran Shots terbatas pada rasio 4:3 💰 Harga Dribbble: Gratis dengan fitur terbatas Pro: $19 (sekitar Rp. 270,000) / 1 bulan 4. Adobe Portfolio Website untuk membuat portofolio selanjutnya adalah Adobe Portfolio. Mungkin banyak dari kamu tidak asing lagi dengan keluarga Adobe. Dengan portfolio website ini, kamu dapat menampilkan gambar karya ke galeri yang tersedia.Portfolio Website Adobe Portfolio ✨Fitur: Adobe Portfolio menyediakan 12 template yang bisa dipilih pengguna. Dikarenakan Adobe Portfolio merupakan bagian dari Creative Cloud, kamu dapat mengedit gambar langsung di Adobe Portfolio dengan menggunakan Adobe Lightroom. Dikarenakan fitur Adobe Portfolio yang dapat disambungkan ke akun Adobe Lightroom, situs portofolio online ini cocok untuk fotografer pemula sampai profesional.Kelebihan:Penampilan sederhana, mudah digunakanDapat menyesuaikan resolusi dan ukuran image secara otomatis Kekurangan:Template yang tersedia terbatas sehingga galeri cenderung mirip dengan orang lainTidak mensupport penggunaan teks dalam portofolio 💰 Harga AdobePortfolio: Paket AdobePortfolio, AdobePhotoshop dan AdobeLightroom: $9.99 (sekitar Rp. 144,000) / 1 bulan 5. Portfoliobox Portfoliobox merupakan portfolio website yang tidak kalah keren. Situs ini populer di kalangan fotografer dan desainer dan bertujuan untuk menampilkan karya yang profesional.Portfolio Website Portfoliobox ✨Fitur: Portfoliobox merupakan website untuk membuat portofolio yang bebas iklan dan menyediakan berbagai macam template untuk digunakan. Ini membuat karya portofolio yang dibuat terlihat unik. Selain itu, portfolio website yang satu ini memungkinkan kamu untuk menjual karya-karya kamu, serta mengintergrasikan online portofolio kamu dengan Google Analytics.Kelebihan:Terdapat banyak pilihan untuk mengkustom portofolioMenyediakan e-commerce store bagi pengguna Kekurangan:Hanya dapat mengupload 50 gambar untuk akun gratis 💰 Harga Portfoliobox:Gratis dengan fitur terbatas Pro: $6.90 (sekitar Rp. 100,000) / 1 bulan 6. CrevadoDengan portfolio website Crevado, kamu bisa menggunakan alat drag-and-drop sederhana untuk mengatur layout portofolio online kamu. Crevado juga dioptimalkan untuk perangkat apa pun, sehingga portofolio kamu dapat dilihat di smartphone, tablet dan desktop dengan nyaman.Portfolio Website Crevado ✨Fitur: Crevado dilengkapi dengan hosting yang aman dan tersertifikasi SSL. Kamu juga dapat menjual karya kamu secara online berkat integrasi platform dengan PayPal dan Fotomoto. Selain itu, file desain kamu bisa diunggah dalam macam-macam format, seperti foto, video, gambar GIF, PDF, dll.Kelebihan:Hosting yang aman dan tersertifikasi SSLBerkolaborasi dengan PayPal dan Fotomoto yang memungkinkan kamu untuk menjual karya kamu Kekurangan:Akun gratis tidak dapat menghilangkan link menuju ke Crevado pada footer portofolioHanya dapat mengupload sebanyak 5 galeri dan 30 gambar dengan akun gratis 💰 Harga Crevado:Gratis dengan fitur terbatas Plus: €6 (sekitar Rp. 100,000) / 1 bulan Premium: € 9 (sekitar Rp. 152,000) / 1 bulan 7. Cargo Portfolio website Cargo Collectives terkenal dengan tampilan yang bersih dan profesional. Cargo dapat membantu para pemula membangun portofolio profesional untuk bisnis, seni, atau proyek-proyek lain seperti majalah atau archive.Portfolio Website Cargo ✨Fitur: Cargo Collective menawarkan 30 template serta tersedia pilihan typography dari Google Fonts, WebType, TypeNetwork dll. Kamu juga dapat membuat portofolio dengan nama domain sendiri. Selain itu, tersedia live chat assistance ketika kamu mengalami masalah teknis atau memerlukan bantuan lain. Kelebihan:Tampilan portofolio terlihat profesionalDapat mengedit HTML dan CSS untuk akun berbayar Kekurangan:Akun gratis hanya bisa mengakses 10 template.💰 Harga Cargo:Gratis untuk fitur terbatas Standard site upgrade: $99 (sekitar Rp. 1,425,000) / 1 tahun atau $13 (sekitar Rp. 187,000) / 1 bulan. Dengan tambahan fitur e-commerce: tambahan $66 (sekitar Rp. 95,000) / 1 tahun atau $9 (sekitar Rp. 130,000) / 1 bulan 8. Carbonmade Carbonmade adalah website untuk portofolio yang tidak kalah keren. Portofolio site ini memungkinkan kamu untuk membagikan karya kamu dengan audiens global, membangun online presence yang kuat, serta berhubungan dengan klien atau kustomer.Portfolio Website Carbonmade ✨Fitur: Portfolio website Carbonmade memakai fitur drag and drop dimana kamu dapat tarik blok yang kamu inginkan lalu taruh ke portofolio kamu. Blok ini juga bisa kamu ubah posisinya serta ukurannya. Nantinya, kamu akan masukan karya kamu ke dalam blok-blok ini. Carbonmade menyediakan fitur analitik sehingga kamu dapat mengetahui jumlah kunjungan ke portofolio kamu per tahun, serta statistik performa per bulan. Kamu juga bisa menghubungkan Google Analytics ketika kamu membuat portofolio online di Carbonmade. Selain itu juga terdapat fitur Talent Pool bagi rekruter untuk menemukan talenta-talenta, dan juga fitur Private Portfolio bagi kamu yang ingin portofolio online kamu dilihat hanya oleh orang-orang pilihan kamu. Kelebihan:Mudah digunakan untuk pemula Tersedia banyak pilihan alat kustomisasiTersedia fitur analitik, Talent Pool, dan Private PortfolioKekurangan:Gratis hanya untuk free trialHarga cenderung lebih mahal dibanding platform lain 💰 Harga Carbonmade: Beginner Plan: $8 (sekitar Rp. 115,000) / 1 bulan Pro Plan: $12 (sekitar Rp. 173,000) / 1 bulan Expert Plan: $18 (sekitar Rp. 260,000) / 1 bulan 9. Coroflot Website gratis untuk portofolio ini hampir mirip dengan Behance dan Dribbble dimana kamu bisa membagikan hasil karya kamu ke dalam komunitas desainer yang ada.Portfolio Website Coroflot ✨Fitur: Ketika membuat portofolio online di situs ini, kamu bisa mencari banyak lowongan kerja yang tersedia khususnya untuk posisi desain UI/UX. Tidak hanya itu, kamu juga dapat melihat gaji yang ditawarkan untuk posisi tersebut. Kelebihan:Tampilan sederhana dan mudah digunakanBisa mencari lowongan pekerjaan ataupun merekrut talenta dengan mudah Kekurangan:Tidak bisa mengkustom layout portofolioTidak bisa membalas komentar orang lain 💰 Harga Coroflot:Gratis 10. Clippings.meRekomendasi portfolio website selanjutnya adalah untuk kamu yang suka menulis karena Clippings.me dapat menampilkan karya-karya tulisan kamu. Kamu juga bisa melihat banyak contoh portofolio penulis di platform ini.Portfolio Website Clippings.me ✨Fitur: Kamu bisa memasukan hasil tulisan kamu dari website lain dengan cara copy paste link website tersebut. Kamu juga dapat memasukan file PDF ataupun elemen multimedia termasuk podcast. Selain itu, Clippings.me menyediakan panduan menulis bagi kamu yang mengalami kesulitan dalam menulis artikel.Kelebihan:Mudah digunakanDapat memasukan banyak elemen multimediaKekurangan:Gratis untuk 10 artikel pertama saja 💰 Harga Coroflot: Gratis untuk 10 artikel pertama Premium: $9,99 (sekitar Rp. 144,000) / 1 bulan 11. JournoportfolioRekomendasi website untuk portofolio selanjutnya adalah JournoPortfolio. Portfolio website yang satu ini mirip dengan Clippings.me karena biasa digunakan oleh penulis atau mereka yang menghasilkan karya tulisan.Portfolio Website Journoportfolio ✨Fitur: Di website portfolio ini, kamu bisa mengupload link atau PDF karya yang sebelumnya pernah dibuat ke dalam portofolio kamu. Selain itu, JournoPortfolio menyediakan informasi analitik portofolio site kamu sehingga kamu bisa mengetahui jumlah pengunjung situs kamu, berapa lama pengunjung menghabiskan waktu di situs kamu, dll. Kamu juga dapat menghubungkan portofolio online kamu dengan Google Analytics untuk mengakses data yang lebih akurat. Journoporftolio cocok untuk blogger karena kamu dapat menulis blog langsung di Journoportfolio sehingga kamu tidak perlu mengelola banyak platform. Kelebihan:Mobile friendly / dapat diakses melalui perangkat hp dengan mudahBisa menulis blog langsung di platformKekurangan:Gratis untuk 10 artikel pertama saja 💰 Harga Journoportfolio: Gratis untuk 10 artikel pertama Plus $5 (sekitar Rp. 72,000) / 1 bulan Pro $10 (sekitar Rp. 144,000) / 1 bulan 12. Deviantart ✨Fitur:Deviantart merupakan salah satu komunitas sosial kalangan seniman terbesar dimana kamu bisa bikin portofolio online, lalu membagikan dan mempromosikannya kepada sesama seniman. Kamu bisa menemukan banyak contoh portofolio graphic designer, illustrator atau animator. Portfolio Website Deviantart Website untuk portofolio yang satu ini menawarkan berbagai macam fitur seperti Polls dimana kamu bisa membuat polling dan Groups dimana kamu bisa bergabung pada suatu grup tertentu dengan ketertarikan yang sama. Deviantart juga menyediakan Free Stock Images yaitu gambar-gambar yang bisa kamu gunakan gratis.Kelebihan:Komunitas yang besarKekurangan:Cenderung lebih ke arah komunitas seni daripada platform untuk mencari portofolio profesionalLebih banyak karya fan art dibanding portofolio profesional 💰 Harga Deviantart: Gratis dengan fitur terbatas Core membership: $15 (sekitar Rp. 215,000) / 3 bulan 13. WixPlatform selanjutnya ini sedikit berbeda dengan yang sudah disebutkan diatas karena Wix merupakan website builder. Tapi jangan salah, karena kamu juga bisa membuat online portfolio kamu dengan website builder Wix ini. Terlebih lagi, kamu bisa mengkustom website sesuai kesukaan sehingga portofolio kamu akan jauh berbeda dengan portofolio orang lain.Portfolio Website Wix ✨Fitur: Dengan membuat portofolio kerja online ataupun portofolio untuk personal branding di Wix, kamu bisa menikmati fitur SEO manajemen dimana Wix akan membantu kamu mengoptimalkan website kamu untuk SEO. Wix juga menyediakan fitur e-commerce yang memungkinkan kamu untuk menjual karya kamu. Kamu bisa menjualnya di situs online store ataupun di Amazon dan Facebook. Wix juga menyediakan fitur chat, forum dan juga event bagi kamu yang ingin menyelenggarakan event dimana Wix akan membantu mengelola ticketing dan sistem RSVP. Kelebihan:Kecepatan situs website yang baikTersedia banyak pilihan templateFitur e-commerce yang luasKekurangan:Kecepatan situs website yang baikTersedia banyak pilihan templateFitur e-commerce yang luas 💰 Harga Wix: Gratis untuk fitur terbatas Combo plan $14 (sekitar Rp. 201,000) / 1 bulan Unlimited plan: $18 (sekitar Rp. 260,000) / 1 bulan 14. GithubGitHub adalah layanan hosting berbasis web terbesar dimana kamu bisa berkolaborasi dan mengerjakan suatu projek bersamaan. Dengan begitu, portfolio website ini juga berbeda dengan yang sudah disebutkan sebelumnya karena Github cocok untuk kamu yang mempunyai keterampilan dalam coding. Dengan Github, kamu bisa membuat website dengan bahasa pemrograman untuk menampilkan portofolio kamu.Portfolio Website Github ✨Fitur: Dengan Github, kamu dapat meng-host, meninjau kode, ataupun membangun website secara bersamaan dengan pengguna dari seluruh belahan dunia. Kelebihan:Membuat portofolio online sesuai keinginanDapat digunakan untuk berbagai fungsi (membuat portofolio ataupun alat kolaborasi bersama pengguna lain)Kekurangan:Harus memiliki background coding untuk membuat portofolio 💰 Harga Wix: Gratis dengan fitur terbatas Team: $4 (sekitar Rp. 58,000) per orang / 1 bulan Enterprise: $12 (sekitar Rp. 173,000) per orang / 1 bulan 15. Social MediaPortofolio online tidak sebatas halaman web yang kamu bangun di internet loh. Karya atau foto yang diunggah dalam akun media sosial ternyata juga bisa dijadikan portofolio. Sosial media merupakan platform tambahan yang bisa kamu gunakan untuk mengembangkan personal branding kamu. Dengan sosial media, kamu bisa mempresentasikan diri kamu atau karya kamu yang terbaik, dikenal orang dan memperoleh kredibilitas. Menggunakan sosial media umumnya gratis dan memungkinkan kamu mengunggah konten sesuai keinginan kamu. Dengan ini, tentunya kamu bisa mengeksplor potensial, mengembangkan kreatifitas dalam diri kamu, serta memanfaatkannya untuk tujuan bisnis atau pekerjaan profesional.Kelebihan:Menjangkau banyak orang dari berbagai latar belakangCepat, efisien dan mudah untuk digunakanKekurangan:Lebih dipandang sebagai platform untuk bersosialisasi dibanding platform untuk menunjukkan karya profesional Nah, itulah daftar 15 portfolio website yang bisa kamu coba. Setiap website mempunyai keunikan masing-masing, jadi pilihlah website yang paling cocok untuk kamu ya!Bacaan lanjutaan:Portofolio untuk Lamaran Kerja yang Baik dan Menarik [+5 Contoh]
Portfolio
Feb 13th 2025

Mengenal Personal Branding dan Cara Membangunnya di Dunia Profesional

Di era digital saat ini,personal branding menjadi salah satu aspek penting dalam dunia kerja. Dengan meningkatnya kompetisi di k=pasar kerja, cara kamu mempresentasikan dirimu dapat memengaruhi peluang karirmu.Menurut sebuah penelitian oleh LinkedIn, 85% perekrut mengatakan bahwapersonal branding yang kuat dapat meningkatkan peluang kandidat untuk diterima. Maka, penting bagi parajob seeker untuk memahami dan mengembangkanpersonal branding agar bisa sukses di dunia profesional.Yuk, cari tahu lebih lanjut tentang pentingnyapersonal branding dan cara membangunpersonal branding yang efektif! Daftar Isi:Apa itu Personal Branding?Pentingnya Personal Branding untuk Semua OrangBagaimana Cara Melakukan Personal Branding?Contoh Personal Branding yang SuksesLangkah Awal Membangun Personal BrandApa itu Personal Branding? Perusahaan kini mulai memerhatikan personal branding kandidat karyawannya.Ketika mendengar katabranding,mungkin yang terlintas di pikiranmu adalah sebuah bisnis. Namun, ternyatabranding bukan hanya diperlukan oleh bisnis. Kamu juga memiliki identitas ataubranding yang bisa dikembangkan melalui personal branding. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan personal branding? Pengertian Personal Branding Personal branding atau self-branding adalah cara kamu mempresentasikan diri kepada orang lain. Personal brand yang sukses tercipta ketika kamu dapat menciptakan kesan yang konsisten di mata orang-orang di sekitarmu. Oleh karena itu, personal branding kamu harus benar-benar mencerminkan siapa dirimu. Ini mencakup kombinasi dari skill dan pengalaman yang kamu miliki sampai nilai-nilai pribadi yang kamu pegang. Tujuan Personal Branding Kenapa sih harus memiliki personal branding? Membangun personal branding sangat penting untuk menciptakan kesan positif di mata orang lain, baik dalam konteks karier, bisnis, maupun kehidupan pribadi.Bukannya hanya artis yang perlu membangun branding diri mereka? Jangan salah! Meskipun karirmu tidak berhubungan dengan dunia hiburan, memiliki personal branding tetap sangat berguna untuk karirmu. Baik jika kamu membangun bisnis atau bekerja untuk sebuah perusahaan, cara kamu menggambarkan diri bisa memberikan pengaruh besar terhadap kesuksesan bisnismu. Faktanya, banyak orang lebih tertarik untuk mengikuti individu daripada hanya mengikuti merek perusahaan. Contoh Personal Branding dalam Bisnis: ChatGPT said:Elon Musk memiliki lebih banyak pengikut di Twitter dibandingkan dengan perusahaan yang ia dirikan, Tesla. Begitu juga dengan Gary Vaynerchuk, pendiri VaynerMedia, yang juga memiliki pengaruh besar di media sosial. Dengan personal branding yang konsisten dan autentik, mereka berhasil meningkatkan eksposur, menarik perhatian publik, juga membangun kepercayaan, yang secara langsung berdampak pada kesuksesan perusahaan mereka. Manfaat Personal Branding1. Meningkatkan Kepercayaan Diri Branding diri bukan proses yang dapat terjadi secara instan, melainkan harus dibangun secara perlahan seiring waktu berjalan. Dalam prosesnya, kamu akan terus mengembangkan kemampuan kamu juga mengenal dirimu lebih dalam, mulai dari fokus, kekuatan, sampai kekurangan terbesarmu. 2. Kesempatan untuk Berkreasi Dengan personal branding, kamu memiliki kesempatan untuk menjadi diri sejati dan mengekspresikan siapa kamu sebenarnya. Personal branding memungkinkanmu untuk mengeksplorasi dan mengembangkan passion, kreativitas, serta ide-ide unik yang kamu miliki. Ini adalah ruang untuk berekspresi dan menunjukkan keunikanmu kepada dunia, sekaligus membangun identitas yang otentik. 3. Membuatmu Lebih Menonjol Membangun personal branding adalah kesempatan untuk membedakan dirimu dengan orang lain dan menarik perhatian. Membangunbranding yang kuat dan konsisten membantu kamu lebihstandout, sehingga orang lebih mudah mengenali dan mengingat dirimu. Hal ini dapat membantu meningkatkan peluangmu untuk sukses di dunia kerja! Contoh: Bayangkan kamu lebih pintar daripada Dodi. Tetapi, Dodi memiliki online presence atau reputasi online yang lebih kuat karena aktif di LinkedIn. Dalam situasi ini, tentunya peluang Dodi untuk dikenal orang dan mendapatkan pekerjaan akan lebih besar daripada kamu yang tidak memiliki reputasi online. 4. Membuka Banyak Peluang Baru Memiliki personal brand yang kuat dapat menjadi batu pijakan menuju kesuksesanmu. Dengan self branding, kamu akan lebih mudah mencapai berbagai tujuan, baik pribadi maupun profesional. Hal ini tentunya akan sangat mendukung kemajuan karirmu dan membuka lebih banyak peluang untuk berkembang. 📝 Memiliki personal branding yang kuat akan membukakan banyak pintu kesempatan, termasuk: Interview kerjaMagangKesempatan networkingNaik pangkatKolaborasi /partnershipDan lainnya. 5. Meningkatkan Kredibilitas dan Kepercayaan Suatu studi oleh Harris Poll menunjukkan, 70% rekruter percaya bahwa selain melakukan screening CV lamaran kerja, setiap perusahan perlu melakukan pengecekan sosial media seorang kandidat saat proses rekrutmen. Jika kamu memiliki personal branding yang baik pada sosial media seperti LinkedIn atau Instagram, ini akan menumbuhkan kredibilitas dan kepercayaan terhadap diri kamu.Buat profil Cake untuk membangunpersonal branding yang kuat dan menarik perhatian perekrut!🚀Mulai SekarangCara Membangun Personal Branding 6 Cara Praktis untuk Membangun Personal Branding1. Cari TahuPassion dan Tujuanmu Langkah pertama dalam membangun personal branding yang kuat adalah mengenali passion dan tujuanmu. Luangkan waktu untuk merenungkan apa yang benar-benar kamu sukai dan apa yang ingin kamu capai dalam hidup dan kariermu.Dengan mengetahui passion dan tujuanmu, kamu dapat mengarahkan upaya branding ke arah yang sesuai, sehingga menciptakan citra yang autentik dan relevan dengan identitasmu. Ini akan membuat perjalanan personal brandingmu lebih bermakna dan efektif. 💡 Tanyakan pertanyaan-pertanyan ini untuk membantu kamu mencaripassion dan tujuan: Apa yang membuatku bersemangat?Di bidang apa aku unggul?Pekerjaan seperti apa yang paling memotivasi aku?Industri mana yang aku anggap menarik dan sesuai dengan minatku?Ke arah mana aku ingin mengarahkan karierku?Dampak apa yang ingin aku berikan? 2. Tentukan Nilai Unikmu“ People only remember those who stand out” Cari tahu nilai unik yang kamu miliki, baik itu keterampilan khusus, pengalaman, atau perspektif yang kamu bawa. Nilai-nilai ini akan menjadi fondasi dalam membentuk citra diri yang autentik dan menarik perhatian orang lain, terutama di dunia profesional. 3. Membangun KehadiranOnline yang Kuat Memiliki situs web pribadi merupakan langkah yang signifikan ketika membangun personal branding. Namun, cara yang lebih mudah dibanding membuat sebuah website adalah mengoptimasi profil sosial media seperti LinkedIn, membuat CV onlineataupun portofolio online yang dapat dicari orang di internet.Cara self branding ini akan membantumu dikenal lebih cepat di dunia online. Ingat, tujuannya adalah agar kamu terlihat dan mudah diakses oleh lebih banyak orang. Dengan memanfaatkan berbagai platform online, kamu bisa mencapai hal ini dengan lebih efektif! ✍🏻 Masukkan informasi di bawah ini ke dalam profil kamu: Foto profesionalDeskripsi diri kamu (minat, aspirasi)Pengalaman atau penghargaan yang pernah diraihHal yang dapat kamu tawarkanTestimonialKontak informasi dan link menuju sosial media Tahukah kamu kalau kamu bisa membangunpersonal branding melalui CVdan portofolio?Buat CVdi Cake sekarang untuk menunjukkanbrand dirimu!✨Buat CV4. Bangun konten bermanfaat Salah satu strategi personal branding yang ampuh adalah membangun konten. Ini adalah cara yang efektif untuk mendapatkan kepercayaan audiens kamu. Dengan konten gratis yang kamu buat, orang lain akan merasakan manfaat dari konten kamu dan mereka akan memposisikan kamu sebagai ahli di bidang tersebut. Bentuk konten pun bermacam-macam dan bisa dibagikan ke berbagai macam platform. Pilihlah yang kamu rasa paling nyaman.Tipe-tipe konten:PodcastTextVideoPPTWebinarInfographicPilihan platform:YoutubePlatform podcastPersonal websiteLinkedInSosial mediaDan lain-lain. 5. Konsisten dalam Konten dan Pesan Kunci utama dalam membangunpersonal branding yang kuat adalah konsistensi. Selain konsisten dalam membuat konten, kamu juga harus tetap konsisten dengan nilai unik dan pesan yang ingin kamu sampaikan. Hindari memberikan kesan yang berbeda-beda di platform atau kesempatan yang berbeda.Misalnya, jika kamu ingin dikenal sebagai seorang profesional di bidang digital marketing, pastikan konten yang kamu bagikan, cara kamu berinteraksi, dan bahkan gaya komunikasimu mencerminkan hal tersebut. Konsistensi dapat membantu membangun brand yang lebih kuat dan mudah diingat. Semakin konsisten kamu dalam menyampaikan pesan, semakin besar kemungkinan orang mengenal dan mempercayai personal brand yang kamu bangun. 6. Terus Belajar dan BeradaptasiDalam membangunpersonal branding, penting untuk terus belajar dan beradaptasi. Di dunia yang berkembang dengan cepat, kemampuan ini dapat menunjukkan komitmenmu untuk mengembangkan diri. Dengan secara aktif meningkatkan keterampilanmu, kamu menunjukkan bahwa kamu tetapup-to-date, fleksibel, dan tidak mudah menyerah.Brand ini dapat membantu membangun reputasi positif juga meningkatkan kepercayaan orang lain.Misalnya, jika konten yang kamu buat tidak memberikan hasil yang diharapkan, gunakan pengalaman tersebut untuk menganalisis dan memperbaiki konten yang ada. Kemampuan untuk beradaptasi tidak hanya meningkatkan kualitas kontenmu, tetapi juga mencerminkan kemampuanmu untuk belajar dari kesalahan dan menerapkan pendekatan inovatif.Contoh Personal Branding1. Contoh Self Branding 1: Gary Vaynerchuk (GaryVee)Contoh Personal Branding yang SuksesGary Vaynerchuk adalah pengusaha sukses di Amerika. Vaynerchuk dikenal karena entrepreneurial spirit (semangat kewirausahaan) nya yang kuat, dan kesuksesan bisnisnya. Salah satu cerita yang Gary tidak malu untuk berbagi adalah bahwa dia bukanlah siapa-siapa sampai usianya di pertengahan tiga puluh.Vaynerchuk telah menjadi juru bicara bagi pengusaha dan orang-orang yang ingin mencari kebahagiaan dalam hidup. Pesannya adalah untuk melupakan tuntutan sosial, fokus mencari passion masing-masing, dan bagaimana mengubah passion tersebut menjadi sumber penghasilan.Vaynerchuk juga merupakan penulis buku terlaris dan menjabat sebagai chairman VaynerX, serta CEO dari VaynerMedia, sebuah perusahaan periklanan layanan lengkap. GaryVee merupakan contoh personal branding yang sukses sebab nama GaryVee bersinar di hampir setiap platform media sosial.2. Contoh Personal Brand 2: Neil Patel Contoh Self Branding yang Baik Neil Patel adalah seorang guru marketing yang mengajarkan cara memasarkan produk/jasa secara online. Dia juga merupakan CMO dan Co-Founder Neil Patel Digital, sebuah agensi yang bertujuan untuk membantu perusahaan-perusahaan top dunia meningkatkatkan traffic situs nya secara besar-besaran. Terlebih lagi, Neil adalah raja blogging yang membahas tentang pemasaran digital. Tulisan Neil Patel sangat mendalam dan biasanya didukung dengan bukti dari pengalamannya sendiri. Ini merupakan contoh personal branding yang sukses karena Neil telah berhasil memposisikan personal branding dirinya sebagai guru online marketing dan SEO.3. Contoh Personal Branding 3: Mark MansonContoh Personal Branding yang KuatMungkin kamu pernah mendengar buku yang berjudul "Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat" (The Subtle Art of Not Giving a F*ck).Ya, penulis buku tersebut adalah Mark Manson. Ia adalah seorang blogger dan pengusaha. Mark memahami pentingnya nama dia dikenal online. Situs webnya bernama markmanson.net dan dia berfokus bagaimana dia dapat membantu kamu secara personal.Mark Manson membangun personal brandingnya yang to the point. Postingan dalam situsnya berisi ulasan yang mendalam, terkadang kurang sopan, namun yang terpenting jujur. Saatnya Mulai Membangun Personal Branding Mau membangunpersonal branding, tapi bingung gimana caranya?Kamu bisa mulai membangunpersonal brand-mu dengan 2 cara mudah di bawah ini: 1. Aktif di Media Sosial Manfaatkansocial media seperti Instagram atau LinkedIn sebagai cara meningkatkanpersonal brandingkamu. Kamu bisa membagikan pemikiran, pengalaman, dan keahlianmu melalui platform ini, untuk membangunimage dirimu. Dengan membagikan konten bermanfaat ke audiens luas, tanpa disadari kamu juga sedang memperkenalkan dirimu dan membangun koneksi. Untuk membangunpersonal branding secara profesional, kamu bisa membuat profil di platform pencarian kerja sepertiLinkedIndanCake. Kamu bisa menunjukkan pencapaian, keterampilan, dan proyek yang telah kamu kerjakan. Ini dapat membantu kamu membangunnetwork profesional yang lebih luas dan menarik perhatian perusahaan impianmu.Buat profil Cake sekarang dan mulai bangunpersonal brand yang dapat menarik perusahaan✍🏻Buat Profilmu2. Membangun PortofolioOnlineMembuat portofolio adalah salah satu cara untuk menunjukkanbrand-mu. Siapkan portofolio yang menunjukkan karya-karya terbaikmu. Sertakan proyek, artikel, atau pencapaian yang mencerminkan keahlian dan nilai yang kamu tawarkan. Portofolio yang baik akan memberi gambaran jelas tentang kemampuanmu kepada orang lain, terlebih kepada perusahaan impianmu.Untuk mempermudah akses ke portofoliomu, lebih baik kamu membuat portofolio online yang dapat kamu cantumkan di CV dan bagikan di media sosial. Membagikan portofoliomu dapat menarik perhatianrecruiter sehingga meningkatkan kesempatanmu dapat kerja!Tertarik membuat portofolio?Kamu bisa coba membuat portofolioonline di Cake. Di Cake, kamu bisa membuat portofolio yang menarik dan tetap profesional untuk menunjukkan pengalaman kerja, proyek, dan pencapaianmu. Bukan hanya itu, kamu juga bisa membagikan portofoliomu di komunitas Cake agar profilmu bisa di-notice oleh HRD!Buat Portofolio Online diCakeTunjukkan karya terbaikmu melalui portofolio, langsung buat portofoliomu sekarang di Cake🚀Button 💎 Tips Cara Membangun Personal Branding: Memperkenalkan diri secara konsisten di platform berbedaMembuat planning dan merencanakan isi konten bermanfaat secara matangBerkomunikasi dengan audiensKonsistensi adalah kunciLast but not least, be yourself!💡 Belajar MembangunPersonal Branding Langsung dari Expertnya!Personal Branding ala Fellexandro RubyBelajar Membangun Personal Brand Lewat Social Media dari Grace, Idol Indonesia di Taiwan KesimpulanPersonal branding adalah cara kamu menunjukkan diri kamu ke orang lain.Personal brand adalah hal yang membuat kamu unik dan menggambarkan apa yang kamu perjuangkan, sehingga tidak dapat diambil dari dirimu.Personal branding yang sukses adalah ketika kamu bisa menetapkan kesan yang unik pada orang-orang sekitar.Membangun personal brand membutuhkan waktu dan usaha. Namun, pentingnya personal branding dan kebutuhan akan personal branding terutama dalam membangun karir akan terus meningkat. Setelah mengerti apa yang dimaksud dengan personal branding serta melihat contoh personal branding yang kuat, sudahkah kamu siap membangun personal branding kamu?Cake adalah platform yang menawarkan berbagai solusi untuk kebutuhan kariermu. Kamu bisa bikin CV yang profesional dan ATS-friendly, dan ada fitur Cake AI CV Checker untuk mengoptimalkan CV kamu. Cake Cover Letter AI juga siap membantu kamu bikin surat lamaran yang menarik HRD.Plus, kamu juga bisa bikin portofolio online, cari lowongan kerja di job portal atau aplikasi cari kerja kami, serta mulai networking dan membangun personal branding lewat Cake. Jangan lupa untuk ikuti panduan karier dan blog kami untuk membantu perkembangan karirmu.Siap wujudkan karier impian? Yuk, cobain Cake sekarang!
Portfolio
Mar 6th 2024

Pelajari Contoh Portofolio Beasiswa yang Lengkap dan Cara Membuatnya!

Portofolio beasiswa merupakan salah satu persyaratan penting untuk mengajukan permohonan beasiswa. Walaupun penting, ternyata masih banyak pelajar yang bertanya-tanya “Gimana cara buat portofolio beasiswa? Portofolio isi nya apa saja?” Nah di artikel kali ini, Cake akan menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar: Apa saja isi dari portofolio siswa? Apa itu portofolio dan berikan contohnya? Ikutilah guide berikut untuk dapat menghasilkan sebuah portofolio beasiswa yang baik dan profesional. Daftar isi: Tips Membuat Portofolio Beasiswa Konten dari Portofolio Beasiswa Contoh Portofolio Beasiswa Tips Isi Portofolio Beasiswa Mungkin kamu bertanya “Portofolio beasiswa isinya apa saja?”. Nah, supaya tidak salah paham, yuk langsung saja baca tips isi portofolio beasiswa di bawah ini. 💡 Kumpulkan Karya Kamu Langkah pertama adalah mengumpulkan hasil karya yang telah kamu raih. Pilihlah karya yang relevan untuk dimasukkan ke dalam portofolio. Ingat, masukkanlah karya yang relevan dengan bidang studi yang kamu apply. 💡 Tunjukkan Hasil Kerja yang Telah Kamu Raih Pada dasarnya, portofolio adalah media bagi seseorang untuk self-branding. Maka, penting untuk membuat portofolio yang dapat merepresentasikan siapa dirimu. Tunjukkanlah kinerja kerja dan prestasi apa saja yang telah kamu raih, agar dapat menarik perhatian penyelenggara beasiswa. 💡 Partisipasi dalam Komunitas Jika kamu pernah aktif dalam berorganisasi atau menjadi sukarelawan, maka poin penting ini juga dapat dituliskan dalam portofolio mu! Dalam membuat portofolio, tuliskanlah secara rinci mengenai peran utama mu dalam berorganisasi, rincikanlah tugas dan tanggung jawab yang dikerjakan, serta impact apa yang kamu berikan kepada komunitas atau organisasi tersebut. 💡 Tidak Memasukkan Portofolio yang Terlalu Lama Nah, poin ini perlu diperhatikan dengan baik. Portofolio lama berarti hasil karya yang sudah lebih dari 3 tahun, sehingga tidak relevan lagi dengan kemampuan atau dengan perkembangan zaman saat ini. Hindari penulisan hasil karya dan pencapaian yang terlalu lama, karena justru akan menjadi nilai minus oleh penyelenggara beasiswa karena terkesan sangat dipaksa. 💡 Memastikan Relevansi Sebelum mulai menulis portofolio, kamu harus terlebih dulu mengenai latar belakang dan tujuan penyelenggaraan beasiswa tersebut. Dengan mengetahui informasi serupa, maka akan sangat mudah bagimu untuk membuat portofolio yang relevan. Karena sebagus apapun latar belakang dan isi portofolio mu, jika tidak relevan maka akan diabaikan oleh pihak penyelenggara. 📚 Baca juga:Contoh Portofolio Mahasiswa yang Menarik Lengkap dengan Cara Membuatnya Isi dari Portofolio Beasiswa Dalam membuat portofolio, sangatlah penting untuk menuliskan isi yang lengkap dan relevan dengan situasi mu saat ini. Berikut adalah beberapa isi yang wajib ada dalam contoh e portofolio portofolio beasiswa. Table of Contents 1. CV Lamar Kerja Singkatnya, resume atau CV adalah dokumen yang berisikan informasi riwayat hidup seseorang. Isi dari CV mencakup latar belakang dan deskripsi diri, jenjang pendidikan/karier, soft skill dan hard skill, serta pencapaian lainnya. 2. Skill, Motivasi, dan Tujuan Contoh portofolio mahasiswa yang baik juga berisi skill, motivasi, serta tujuan mengambil beasiswa. Rincikanlah skill yang dimiliki secara detail, tuliskanlah juga motivasi dan tujuanmu ke depan setelah mengambil beasiswa. Hal apa yang hendak dilakukan dan dapat digapai dengan bantuan beasiswa tersebut? 3. Pengalaman Selain skill dan tujuan, penting juga untuk menuliskan pengalaman yang dimiliki sebagai esensi dari sebuah portofolio. Pengalaman bisa berupa peran aktif dalam sebuah organisasi, pengalaman mengikuti lomba, ataupun pengalaman lainnya yang berkaitan dengan beasiswa yang diambil. 4. Pencapaian, Karya dan Penghargaan Pencapaian, karya, dan penghargaan merupakan beberapa poin lainnya yang perlu ada dalam isi portofolio beasiswa. Ingatlah untuk menuliskan pencapaian, karya, dan penghargaan yang relevan dan sesuai dengan tujuan program beasiswa tersebut. Sudah buat CV untuk beasiswa, belum? Yuk, buat CV di Cake, ada 50+ template gratis untuk kamu!🎉Buat CV Contoh Portofolio Beasiswa Cake akan memberikan 2 contoh portofolio beasiswa secara rinci. Yuk langsung saja simak contoh portofolio untuk daftar kuliah berikut ini.1. Portofolio Beasiswa untuk S1 Jurusan DKV (Bachelor's Degree)Contoh Portofolio BeasiswaContoh Portofolio Beasiswa2. Portofolio Beasiswa untuk S2 Jurusan Marketing (Master's Degree)Contoh Portofolio BeasiswaContoh Portofolio BeasiswaCake kini hadir dengan fitur pembuatan CV digital. Mudah diaplikasikan dan dijamin 100% GRATIS! Yuk langsung saja kunjungi Cake.🎉Buat CV Konklusi Apakah kamu sudah siap menuliskan portofolio? Berikut adalah beberapa poin penting dari artikel portofolio beasiswa kali ini: Portofolio beasiswa adalah data-data yang berisi fakta mengenai latar belakang diri, skill yang dimiliki, motivasi mendaftar beasiswa, pengalaman serta pencapaian yang dimiliki.Sebelum mengumpulkan beasiswa, perlu untuk melakukan double check akan data yang dimasukkan. Pastikanlah bahwa informasi yang diberikan up to date, dan relevan dengan keadaan saat ini.Portofolio beasiswa tidak terbatas pada jenjang studi S1 saja, kamu pun dapat apply portofolio beasiswa jika ingin melanjutkan studi S2. Cake adalah website bikin CV ATS-friendly gratis dengan tampilan menarik dan profesional. Cocok untuk para mahasiswa, fresh graduates hingga para professional. Buat juga portofolio online kamu dengan Cake dan cari lowongan di website cari kerja kami. Yuk, cobain Cake sekarang juga untuk mendapatkan pekerjaan impian kamu!--- Ditulis Oleh Lydia Gavrila ---
Portfolio
Mar 6th 2024

4 Contoh Portofolio Content Writer Menarik dan Cara Membuatnya

Apa pun profesi menulis yang kamu tempuhi — content writing, copywriting, atau ghostwriting, membuat portofolio writer adalah hal yang tidak boleh dilewatkan. Klien pastinya ingin melihat kemampuan kamu melalui portofolio penulis sebagai bukti nyata bahwa kamu mampu menghasilkan karya tulis yang baik dan yang cocok dengan kriteria mereka. Sebagai content writer pemula tanpa pengalaman, mungkin kamu bingung harus mulai membuat portofolio untuk content writer dari mana, atau mungkin kamu adalah content writer berpengalaman tetapi bingung bagaimana cara menunjukan sisi terbaikmu di portofolio content writer kamu karena banyaknya pengalaman dan karya tulis yang kamu miliki. Yuk, para penulis, mari kita merapat karena Cake telah merangkum segala informasi yang kamu perlukan untuk membuat portofolio content writer beserta berbagai contoh portofolio content writer untuk referensi kamu!Daftar isi:Apakah Membuat Portofolio Content Writer Penting? 6 Hal yang Perlu Dicantumkan dalam Portofolio Penulis Cara Membuat Portofolio Content Writer 4 Contoh Portofolio Content Writer yang MenarikPentingnya Membuat Portofolio Content Writer Selain CV lamaran kerja, portofolio content lamaran kerja biasanya merupakan dokumen yang wajib untuk dikirim ketika melamar kerja. Jadi, pastinya kamu harus mempersiapkan portofolio writer terlebih dahulu, agar proses melamar kerja bisa berjalan lancar. Selain itu, ada beberapa hal lain yang membuat portofolio content writer menjadi penting untuk seorang penulis, yakni: Mendemonstrasikan skill menulis: sama seperti seorang desainer grafis yang perlu menunjukkan hasil desain mereka, kamu juga perlu membuat portofolio content writer agar klien bisa lebih memahami skill dan bahkan karakter kamu.Meningkatkan jumlah pembaca: dengan menyebarkan portofolio content writer digital kamu, ada kemungkinan kamu akan mendapatkan audiens baru yang tertarik untuk membaca blog atau karya tulisanmu yang lainnya.Memperluas jaringan (networking): selain menambah jumlah audiens, membuat portofolio writer juga bisa memperluas network kamu, dan kamu bisa bertemu dengan para penulis lainnya.Peluang untuk mendapatkan lebih banyak pekerjaan: berkat jaringan kamu yang luas karena membuat portofolio content writing, kesempatan kamu untuk mendapatkan tawaran pekerjaan sampingan juga akan menjadi lebih tinggi. Ini tentunya sangat menguntungkan jika kamu adalah seorang freelance content writer.6 Hal yang Perlu Dicantumkan dalam Portofolio Content Writer Membuat portofolio penulis sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. Baik kamu adalah seorang content writer pemula atau berpengalaman, terdapat 6 bagian yang perlu ditulis dalam portofolio content writer kamu. ✍🏻 Catatan:Tergantung media yang kamu gunakan, kamu bisa mengikuti urutan ini jika kamu menggunakan slide presentasi. Jika kamu membuat website pribadi, kamu bebas untuk menentukan urutannya. 1. Deskripsi Diri/Profil Bagian profil atau yang disebut juga sebagai halaman “About Me” adalah halaman pertama pada portofolio content writer yang menjelaskan mengenai diri kamu secara singkat dan padat. Kamu juga bisa menambahkan foto profesional kamu di bagian ini jika kamu merasa nyaman.Lalu, apa saja yang harus dituliskan dalam profil portofolio content writer? Pengalaman kerjaKepribadianValue/GoalsStyle kerjaNichePenghargaan/pelatihanDomisili Intinya tulislah 3 - 4 kalimat yang paling menggambarkan diri kamu sebagai seorang content writer. Jika kamu ingin menyebutkan pengalaman kerja kamu di bagian ini, tulislah secara singkat karena akan ada bagian tersendiri untuk menjelaskan riwayat pendidikan kamu di portofolio writer ini. 2. Pendidikan Kemudian, pada halaman berikutnya cantumkan juga riwayat pendidikanmu. Tulislah secara singkat, kamu tidak perlu mengulang semuanya yang ada di CV kamu. Cukup berikan informasi tentang: Nama sekolahTahun menempuh pendidikanJurusanLogo sekolah Penghargaan atau GPA yang bagus juga boleh kamu sertakan di portofolio content writer, dan pelatihan atau sertifikasi pun juga boleh jika ada. 3. Pengalaman Sama seperti sebelumnya, pengalaman kerja, sukarelawan, atau organisasi juga dituliskan secara singkat saja karena klien atau tim HRD juga bisa membaca selengkapnya di CV kamu. Oleh karena itu, sertakan saja informasi berikut: Nama perusahaan/organisasiTahunPosisiLogo perusahaan/organisasi 4. Skill dan Tools Untuk “Skills dan Tools” kamu bisa pilih untuk menyertakan hard skill dan soft skill, atau hard skill saja. Dua-duanya tidak masalah karena informasi ini juga pastinya telah kamu tuliskan di CV. Berikut adalah beberapa skill dan tools yang biasanya dimiliki oleh content writer: Search Engine Optimization (SEO): Semrush, Ahrefs, Google Ads/Keyword Planner, SEO MinionAnalisis: Google Analytics, Looker Studio, Google TrendCRM: Mailchimp, Whimsical, OnesignalDesign: Canva, Adobe PhotoshopEmail MarketingCopywriting 5. Karya Terbaik Bisa dibilang bagian ini adalah bagian yang paling penting di portofolio untuk content writer. Usahakan untuk menyertakan karya-karya terbaikmu saja. Ingat, ini adalah portofolio content writer, bukan blog kamu. Prioritaskan kualitas daripada kuantitas.Berikut adalah beberapa tips untuk memuat karya terbaikmu di portofolio writer: Berikan cuplikan gambarTambahkan link menuju artikel/karya tulisTuliskan deskripsi singkat (objektif, target audiens, judul, keywords, page rank, article performance, page views, dll.)Susun karya terbaikmu berdasarkan tipe atau niche (blog, email marketing, press release, push notification copies, dll.) Jika kamu memutuskan untuk menyertakan testimoni, pastikan juga kalau testimoni tersebut berasal dari orang yang kredibel. 6. Informasi Kontak Jangan lupa untuk sertakan kontak kamu di portofolio content writing karena ini berfungsi sebagai Call-to-Action (CTA) kepada klien atau rekruter. Berikan informasi tentang: Alamat emailNomor teleponLinkedIn (jika ada)Website (jika ada)Sosial Media (jika relevan) Sedang cari kerja? Temukan pekerjaan impian kamu di Cake! Job Portal terbaik dan terpercaya di Indonesia. 🎉Cari LokerCara Membuat Portofolio Content Writer 1. Kumpulkan Karya Terbaikmu Langkah pertama dalam membuat portofolio untuk content writer adalah mengumpulkan seluruh karya kamu — termasuk artikel, blog, email marketing, copywriting, dan lainnya, dalam satu folder atau docs. Sertakan juga link artikel yang sudah live di website. Jika portofolio tulisan kamu ada di Microsoft Word, pindahkan portofolio tulisan tersebut ke Google Docs agar lebih mudah diakses melalui link. Kemudian, pilih 1 - 3 karya terbaik kamu untuk setiap niche. Karya tulis yang memiliki performa bagus atau yang bisa menunjukan style tulisan kamu merupakan karya tulis yang bisa kamu masukan ke portofolio content writer.💡 Bagaimana kalau aku belum punya pengalaman sebagai content writer?Tenang saja, ada solusinya, kok! Kamu bisa buat proyek sendiri dan mulai menulis di Medium, website yang menerima guest posting, atau coba membuat dan menulis di website pribadi. 2. Pilih Platform Untuk Menampilkan Portofolio Tulisan Banyak sekali pilihan platform yang bisa kamu gunakan untuk menunjukkan portofolio content writer kamu. Google drive yang berisikan contoh-contoh tulisan kamu pun juga tergolong sebagai portofolio writer, atau memberikan link akun Medium atau LinkedIn yang berisikan artikel kamu juga termasuk sebagai portofolio. Semuanya kembali lagi pada pilihan kamu. Kamu juga bisa menggunakan platform portofolio tulisan sebanyak-banyaknya untuk memperluas audiens. Di bawah ini adalah beberapa platform yang bisa kamu gunakan untuk mengumpulkan portofolio content writer mu: Online portfolio maker: Cake, Clippings.me, Journoportfolio, Contra, Muck RackSlide: Google Slide, CanvaLink in Bio: Milkshake, Linktree, Beacons.aiBuat website sendiri: Wordpress, Wix Cake menyediakan platform untuk membuat portofolio online dan menjalin koneksi di komunitas Cake. Yuk, buat portofolio content writer kamu di Cake, 100% gratis! 🎉Buat Portofolio 3. Buat Portofolio Content Writer Setelah memilih platform portofolio content writer, waktunya untuk susun seluruh isi portofolionya. Masukkan 6 informasi penting pada portofolio tulisan (profil, pendidikan, pengalaman, dll.) ke platform pilihan kamu. Perhatikan desain, warna, spacing, font style, dan font size portofolio writer agar perpaduannya cocok dan mudah dibaca. 4. Cek Kembali Portofolio Content Writing Langkah berikutnya dalam membuat portofolio penulis adalah cek kembali tulisan dan isi portofolionya. Apakah ada typo? Apakah nomor kontak dan link bekerja dengan baik? Apakah portofolio content writer kamu bisa dibuka di berbagai gadget (laptop, tablet, smartphone)?Selain itu, perbaharuilah portofolio content writer kamu sesering mungkin biar tetap up-to-date. 5. Sebarkan Portofolio Content Writing Terakhir, publikasikan dan sebarkan portofolio tulisan kamu! Proses menyebarkan portofolio kamu pun jadi lebih mudah karena semuanya sudah ada dalam satu platform. Kamu hanya perlu mengirimkan link portofolio content writer kamu saat melamar kerja, dan menyertakannya di akun sosial media kamu seperti Instagram atau LinkedIn.4 Contoh Portofolio Penulis yang Baik dan Menarik Cake telah membagikan cara membuat portofolio content writer secara lengkap. Tentunya akan lebih bermanfaat lagi jika kamu bisa lihat contoh asli portofolio penulis, bukan? Ini dia 4 contoh portofolio content writer yang baik dan menarik. 1. Contoh Portofolio Content Writer Pemula Contoh portofolio content writer pemula yang dibuat oleh fresh graduate, Aulia Aristawaty (Dibuat di Cake). Untuk lebih lengkap, lihat portofolio Aulia Aristawaty.Contoh Portofolio Content Writer Pemula (Mahasiswa) — Dibuat di Cake2. Contoh Portofolio Writer Contoh portofolio writer yang menarik dibuat oleh Gustia Martha Putri (Dibuat di Cake). Untuk lebih lengkap, lihat portofolio Gustia Martha Putri.Contoh Portofolio Writer — Dibuat di Cake 3. Contoh portofolio content writer Berikut cuplikan contoh portofolio content writer yang menarik dibuat oleh Tasha Anindita (Diambil dari link in bio Tasha Anindita, Milkshake). Untuk lebih lengkap, lihat portofolio Tasha Anindita. Contoh Portofolio Content Writer 4. Contoh portofolio untuk penulis Berikut cuplikan contoh portofolio untuk penulis yang menarik dan kreatif dibuat oleh Adenia Nadira Tuzenitha (Diambil dari LinkedIn). Untuk lebih lengkap, lihat portofolio Adenia Nadira Tuzenitha. Cuplikan Portofolio Writer Menarik Konklusi Sekarang, kamu sudah tahu bagaimana cara membuat portofolio content writer. Langkahnya sangat sederhana, kumpulkan karya terbaikmu, pilih platform portofolio writer, susun portofolio content writer, dan publikasikan portofolio tersebut. Saat membuat portofolio content writer, ingat beberapa tips ini: Susun karya terbaikmu sesuai dengan tipe atau nichePrioritaskan kualitas daripada kuantitasPastikan portofolio content writer mudah dibaca dan dinavigasiPerbarui portofolio content writer seiring waktu berjalanLihat contoh portofolio content writer lainnya untuk inspirasiNah, itu dia cara membuat portofolio content writer dan beberapa contoh asli portofolio content writer yang baik dan unik. Sekarang giliran kamu untuk buat portofolio content writer kamu. Selamat mencoba!Yuk, cobain buat portofolio content writer kamu di Cake, 100% gratis! 🎉Buat Portofolio Mau raih pekerjaan impianmu? Ingin buat CV ATS-friendly yang profesional biar dilirik HRD? Cobain Cake untuk membuat CV online, portofolio lamaran kerja, dan juga cari lowongan kerja di job portal kami.--- Ditulis Oleh Cindy Graciella ---

Resume Builder

Build your resume only in minutes!