Write for Us
Resume
Cover letter
Thank you letter
Job search
Career
Personal Development
Nov 18th 2022

7 Cara Pengembangan Diri untuk Menggali Potensi Diri, Bisa Dilakukan Sekarang!

Di dunia ini ada dua tipe orang. Ada orang yang ingin meraih kesuksesan, mereka mengambil tindakan, menggali potensi, menikmati prosesnya, dan akhirnya mencapai tujuannya. Ada juga orang yang ingin menjadi sukses, tetapi tidak tahu atau bahkan tidak ingin berupaya mengembangkan potensi diri mereka, yang akhirnya membawa mereka jauh dari kesuksesan mereka. Jika kamu adalah orang yang ingin menggali potensi diri mu dan meraih kesuksesan tetapi tidak tahu harus mulai dari mana, selamat! Dengan kamu membaca artikel Cake ini artinya kamu telah mengambil satu langkah lebih dekat dengan kesuksesan mu. Yuk, simak artikel ini untuk mengetahui lebih lanjut cara mengembangkan kapabilitas diri! Daftar isi:Apa itu Pengembangan Potensi Diri? Strategi Pengembangan Diri Skill yang Diperlukan untuk Meningkatkan Potensi Diri Contoh Pengembangan Diri Sendiri 📚 Baca juga:Pengembangan Diri untuk Mencari Potensi Diri: Pengertian, Manfaat, Tips, Dll.Apa itu Pengembangan Potensi Diri?Pengertian Mengembangkan Potensi Diri Mengembangkan potensi diri adalah upaya yang dilakukan untuk mengembangkan kapabilitas diri secara maksimal. Pengembangan potensi diri adalah proses dimana kamu menjadi versi terbaik diri kamu. Kamu mengembangkan sikap, bakat, karakter, dan potensi yang sebelumnya kamu anggap tidak mungkin. Beberapa ciri-ciri yang menunjukan bahwa kamu telah memaksimalkan potensi diri adalah: Pekerjaan menjadi terasa bermaknaMampu melihat pentingnya tugas sehari-hari yang dilakukanMerasa terpenuhiMemiliki semangat untuk masa depan Tujuan Pengembangan Potensi Diri Pengembangan pribadi dilakukan dengan tujuan untuk mencapai kesuksesan, entah itu dalam kehidupan karier maupun pribadi. Berikut adalah beberapa tujuan pengembangan potensi diri: Terwujudnya keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi (work life balance)Meningkatkan produktivitasMenyiapkan diri untuk tetap bisa menghadapi dan mengikuti perubahan dalam duniaTerus mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan karakter Manfaat Perkembangan Potensi Diri dalam Karier Jika kamu terus mengembangkan potensi diri dalam kehidupan karier, kamu akan memperkaya CV dan bahkan bisa mendapatkan pekerjaan yang diimpikan. Selain itu, kualitas kerja kamu akan meningkat dan kamu akan memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk mendapatkan promosi kenaikan jabatan dibandingkan karyawan lainnya. Berikut adalah manfaat pengembangan potensi diri lainnya: Jika kamu merasa hidup kamu gitu-gitu saja, melakukan pengembangan diri akan mendorong kamu untuk keluar dari zona nyaman dan bertumbuh memenuhi potensi kamu yang sebenarnya.Dengan pengembangan diri, kamu akan mengetahui apa arti sukses untuk diri kamu dan apa yang kamu inginkan sebenarnya dalam hidup ini. Degan begini, kamu akan merasa lebih percaya diri dengan pilihan yang kamu ambil dan dalam diri kamu sendiri.Pengembangan diri akan membantu dalam manajemen waktu untuk melakukan hal-hal yang paling penting bagi kamu. Kamu tidak perlu bekerja sampai lembur dengan sia-sia, melainkan kamu akan memanfaatkan waktu mu untuk mengerjakan hal-hal yang kamu suka untuk aktualisasi diri.Cara Mengembangkan Potensi Diri Cara Mengembangkan Potensi Diri Setiap individu manusia memiliki potensi untuk menjadi versi terbaik mereka. Kita semua mampu untuk meraih apapun yang kita inginkan. Perlu diingat bahwa menggali potensi diri bukanlah sebuah tujuan akhir, melainkan menggali potensi diri adalah sebuah perjalanan yang akan terus kita alami. Proses pengembangan diri memerlukan kesabaran, keberanian, dan kesadaran diri. Pertanyaannya adalah bagaimana cara mengembangkan potensi diri yang dimilikinya? Nah, di paragraf ini, kita akan membahas contoh potensi diri dan cara mengembangkannya. Yuk, simak! 1. Kenali Diri Sendiri Usaha untuk mengembangkan potensi diri pertama yang perlu kamu lakukan adalah mengenal diri sendiri. Lagi pula, bagaimana Anda mengetahui hal-hal yang perlu dikembangkan atau diperbaiki tanpa mengetahui apa yang kamu inginkan. Setiap individu memiliki definisi “kesuksesan” yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, hanya diri kita sendiri lah yang dapat menentukan apa itu sukses bagi kita. Mengetahui hal ini sangat penting agar kita dapat fokus dengan gol kita dan tidak merasa cemburu dengan kesuksesan orang lain. Berikut adalah beberapa pertanyaan yang dapat membantu untuk mengenali diri sendiri: Apa saja value, kelebihan, dan kekurangan kamu?Apakah ada hal-hal yang ingin kamu lakukan/capai?Apa alasan kamu pergi bekerja setiap harinya?Apa yang menginspirasi kamu?Hal apa saja yang membuat kamu bahagia dan sedih?Versi terbaik diri kamu terlihat seperti apa? (mental, fisik, karier, keluarga, keuangan, hobi)💡 Pro tip: Tips pengembangan diri yang bisa kamu lakukan jika kamu merasa kesulitan adalah ikuti tes psikometri seperti tes kepribadian atau aptitude test. Cobalah juga beberapa kegiatan baru agar kamu bisa lebih memahami diri sendiri.2. Kembangkan Gol Bekerja dan mengembangkan diri tanpa adanya gol sama saja dengan menggunakan Google Maps tanpa menaruh destinasi, kamu tidak akan bergerak mencapai destinasi kamu. Ketika menetapkan sebuah gol untuk pengembangan potensi diri, gunakanlah metode SMART: Specific:Tulis segala hal yang ingin kamu capai secara spesifik. Semakin spesifik gol yang kamu tulis, kemungkinan untuk gol itu tercapai akan semakin tinggi juga.Contohnya, tujuan yang tidak spesifik adalah “aku ingin mengembangkan potensi diri”, sedangkan contoh gol pengembangan diri sendiri yang lebih spesifik adalah “aku ingin menghadiri 10 networking event dan berkenalan dengan 5 orang baru di setiap acara untuk menjadi salesman yang terbaik”. Measurable:Pastikan bahwa gol kamu dapat diukur, seperti berapa lama, berapa banyak, atau berapa kali kamu harus melakukan hal tersebut untuk mencapai tujuan kamu. Attainable/Achievable:Gol yang SMART harus bisa dicapai oleh kamu. Tanyakan diri kamu “apakah aku memiliki sumber daya dan keterampilan untuk mencapai tujuan ini? Jika tidak, apa yang perlu aku lakukan?” Relevant:Agar gol kamu bisa tercapai, kamu perlu menentukan gol yang memang relevan dalam kehidupan kamu. Jika membuka bisnis, menjadi salesman, atau menurunkan berat badan memang relevan dalam kehidupan kamu dan dapat membuat kamu bahagia, maka lakukanlah itu. Time-Based:Tanpa adanya tanggal dan waktu yang spesifik untuk mencapai gol tersebut, mungkin kamu tidak akan merasa termotivasi untuk melakukannya. Oleh karena itu, tentukan deadline yang realistis untuk meraih gol tersebut. 3. Bekerja Menuju Gol Setiap Hari Cara mengembangkan bakat diri sendiri selanjutnya adalah mengambil mulai mengambil langkah setiap harinya untuk mencapai tujuan. Mencapai gol yang besar memerlukan langkah kecil setiap harinya. Seperti dalam buku James Clear “Atomic Habits” peningkatan 1% setiap harinya akan membuahkan hasil yang lebih besar daripada 0% atau tidak mengambil langkah sama sekali setiap harinya. 💡 Pro Tip:Luangkan waktu setiap minggu malam atau setiap malam untuk merencanakan hari-hari berikutnya. Ingat untuk disiplin dan atur waktu kamu dengan bijak dan realistis. 4. Kelilingi Diri dengan Orang-orang yang Mendukung Mungkin kamu pernah mendengar pepatah “tunjukkan temanmu dan aku akan tunjukkan masa depanmu” atau “kamu adalah rata-rata dari lima orang yang paling banyak menghabiskan waktu bersama kamu”. Jika kamu mengelilingi diri sendiri dengan orang-orang yang suka makan junk food, maka kemungkinan besar kamu akan mengikuti mereka makan junk food. Sebaliknya, jika kamu mengelilingi diri dengan para pebisnis sukses, kemungkinan besar kamu akan menjadi salah satu dari mereka. Maka salah satu cara mengembangkan diri adalah untuk memiliki lingkungan dengan value yang mirip atau dengan orang-orang yang suportif dan yang kamu percaya. Orang-orang tersebut bisa merupakan teman, keluarga, kolega, atau bahkan sobat gym kamu.5. Simpan Daftar Sukses Biasanya mudah sekali bagi kita untuk merasa bahwa kita tidak cukup baik. Atau terkadang sulit bagi kita untuk melihat adanya perkembangan dalam potensi diri. Inilah yang menyebabkan kebanyakan orang berhenti dalam mengembangkan potensi diri. Nah, menyimpan daftar sukses bisa menjadi salah satu cara untuk mengingatkan kita akan progres yang telah kita capai dan mendorong kita untuk terus disiplin dalam bekerja menuju gol kita setiap hari. Tulislah segala pencapaian kamu, baik itu pencapaian kecil maupun besar, dalam sebuah buku atau media apapun yang kamu suka. Kamu dapat mencatat hal-hal seperti: Menyelesaikan semua pekerjaan dalam to-do listBangun jam 7 pagi setiap hariBerolahraga 3x dalam semingguBerhasil membuat blog pribadiMendapatkan 10 followers baru, dll. Menyimpan daftar sukses ini adalah bagaimana cara kita mengetahui potensi dan juga mengetahui cara mengembangkan potensi diri. 6. Terima Kegagalanmu Perkembangan diri memerlukan waktu dan seperti hal lainnya dalam hidup ini, pastinya kita akan melewati kegagalan. Kegagalan adalah bagian dari hidup kita. Yang membedakan orang umum dan orang yang sukses adalah sikap mereka dalam menghadapi kegagalan. Orang sukses bisa menjadi sukses bukan karena mereka tidak pernah gagal, tetapi karena mereka pernah gagal dan mereka bersedia untuk gagal lagi dan belajar dari sana. Jadi, jika kamu bertanya “dapatkah masalah dimanfaatkan untuk berkembang bagaimana caranya?” ya, tentu saja bisa. Walaupun kegagalan bukan hal yang enak, kamu bisa belajar dari sana. Luangkan waktu untuk memproses semua emosi kamu dan lihat kembali daftar sukses kamu. Ingat, tujuan kamu disini adalah untuk mengembangkan potensi diri, bukan untuk menjadi sempurna. 7. Luangkan Waktu untuk Istirahat Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, pengembangan diri adalah perjalanan seumur hidup. Tidak ada garis akhir dalam proses pengembangan diri, kamu akan terus mengembangkannya. Jadi, luangkanlah waktu untuk beristirahat. Beristirahat akan membantu kamu dalam perkembangan potensi diri. Jika kamu terus bekerja tanpa istirahat, kamu akhirnya akan kelelahan dan mengalami burnout. Jadwalkan waktu istirahat kamu dan lakukanlah kegiatan yang bisa membuat kamu lebih rileks, seperti: MeditasiYogaJournalingOlahraga, dll. Keterampilan yang Diperlukan dalam Proses Pengembangan DiriSetelah mengetahui langkah-langkah mengembangkan potensi diri, kita perlu mengetahui juga skill yang diperlukan dalam proses pengembangan diri. “Sikap apa yang perlu dimiliki dalam usaha mengembangkan kemampuan?” Untuk mengetahui jawabannya, yuk, simak paragraf berikut ini! Growth Mindset: memiliki growth mindset adalah skill yang sangat penting dalam pengembangan potensi diri secara maksimal. Karena dengan pola pikir ini, kamu akan lebih terbuka dengan segala tantangan dan pembelajaran. Mulailah dengan merayakan segala kemenangan kecil kamu. Kamu juga bisa bekerja sama dengan mentor, pelatih, atau terapis.Kepemimpinan: proses pengembangan diri akan lebih sukses dengan adanya skill kepemimpinan untuk bertemu dan bekerja sama dengan orang-orang lain.Mindfulness: melatih kesadaran akan membantu kita untuk lebih hadir dan fokus dengan tujuan kita. Dengan melatih kesadaran, kita bisa melihat dan memanfaatkan peluang yang ada.Disiplin: latihlah skill disiplin kamu, karena disiplin adalah jembatan untuk mencapai gol kamu.Humor: proses pengembangan diri adalah proses seumur hidup, jadi buatlah perjalanan ini menjadi lebih seru!Contoh Kegiatan Pengembangan DiriAdapun beberapa kegiatan yang bisa kamu lakukan sebagai salah satu usaha untuk mengembangkan potensi diri. Perhatikan beberapa contoh kegiatan pengembangan diri berikut ini! Ikut kursus, workshop, seminar, sertifikasiBergabung dengan komunitas yang relevan dan bangun relasi baruBuat atau ikut tantangan yang positif untuk mengembangkan potensi diriLatih dan kembangkan skill interpersonal Demikianlah artikel Cake tentang bagaimana cara mengembangkan potensi diri untuk kesuksesan baik dalam kehidupan pribadi maupun karier. Semoga sekarang kamu sudah lebih paham dengan cara pengembangan diri dan bisa menerapkannya langsung dalam kehidupan kamu. Selamat mencoba! Cake adalah online CV builder yang ATS-friendly, dengan 50+ template! CV dapat diunduh dalam bentuk PDF dan 100% gratis🎉Buat CV --- Ditulis Oleh Cindy Graciella ---
Personal Development
Nov 24th 2022

Apa itu Self Management: 7 Contoh Skill dan Cara Meningkatkannya!

Self management atau manajemen diri sendiri adalah salah satu skill yang sangat penting dan dibutuhkan dalam dunia kerja, apa pun profesi kamu. Tidak hanya dalam dunia kerja, self management skill juga berguna dalam kehidupan sehari-hari. Ketika kamu ingin melamar pekerjaan, perusahaan akan melihat apakah kamu memiliki aspek dalam self management atau tidak. Karena dengan adanya self management skill, dapat membantu seseorang menyelesaikan masalah serta mengatur kehidupannya. Tidak hanya saat melamar pekerjaan, tapi saat kamu sudah berada pada jabatan tertentu, self management skill masih sangat diperlukan. Contohnya jika kamu seorang pemimpin di sebuah organisasi atau perusahaan. Jadi, jika kamu memiliki aspek self management dalam kehidupanmu, perusahaan akan percaya kamu mampu mengatur diri sendiri dan juga urusan pekerjaan nantinya. Dalam artikel ini, Cake akan membahas pengertian self management, serta self management meliputi apa saja, dan juga langkah-langkah dari self management.Daftar isi:Pengertian Self Management Aspek-Aspek Self Management Tips Meningkatkan Self Management Cara Meningkatkan Self Management Apa itu Self Management?Sebelum memahami lebih lanjut tentang cara manajemen diri, mari lihat pengertian self management supaya kamu punya gambaran tentang self management. Arti Self Management Self management adalah kemampuan untuk mengatur produktivitas di tempat kerja tanpa adanya orang lain yang memantau. Pengertian self management juga bisa diartikan sebagai kemampuan untuk membuat skala prioritas, sehingga kamu dapat memutuskan apa yang harus dilakukan, memiliki tanggung jawab dan menuntaskan pekerjaan yang kamu miliki. Jadi dengan kata lain, kamu menjadi boss atas dirimu sendiri, karena kamu yang seharusnya mengatur diri sendiri. Lalu, self management meliputi apa saja? Self management bisa dalam bentuk fisik, mental, sosial, dan juga spiritual. Mengapa Perlu Self Management? Self management skill sangat penting, karena cara manajemen diri yang baik akan membawa kamu lebih mengenal dirimu dan siap menanggung resiko atas keputusanmu sendiri. Kamu harus mengetahui apa yang perlu dilakukan dan apa yang tidak perlu dilakukan. Dengan memiliki manajemen diri sendiri, kamu tidak akan menyalahkan faktor eksternal jika hal yang terjadi saat terjadi kegagalan. Kamu bisa mengevaluasi diri sendiri dan menemukan solusi agar kegagalan tidak terulang lagi. Beberapa alasan mengapa perlu self management dalam kehidupan kamu: Mampu diandalkan: ketika kamu mengetahui cara manajemen diri yang baik, kamu dapat menunjukkan pada atasan di tempat kerja bahwa kamu orang yang mampu diandalkan. Kamu juga bisa menunjukkan kemampuanmu dengan menyelesaikan pekerjaan yang kompleks tanpa diawasi atasan.Mengerti skala prioritas: self management skill juga memampukan kamu melakukan beberapa pekerjaan berbeda tanpa merasa kelelahan dan stress. Karena kamu sudah tahu mana prioritas kamu.Manajemen waktu: seperti pengertian self management diatas, kamu mampu mengatur produktivitas bekerja yang memampukan kamu menyelesaikan pekerjaan sesuai tenggat waktu dengan efisien.Kemajuan: self management skill juga membantu kamu memiliki kemajuan yang signifikan dalam karir kamu. Ini tidak menutup kemungkinan kamu akan dipromosikan untuk jabatan yang lebih tinggi. Contoh Self Management SkillsAda beberapa contoh self management yang harus kamu perhatikan. Beberapa diantaranya seperti berikut: 1. Manajemen Waktu dan Tentukan Prioritas Manajemen waktu adalah ketika kamu dapat mengontrol bagaimana menggunakan waktu yang baik. Hal ini juga berarti kamu mengetahui prioritas kamu dan mengerjakan hal yang penting terlebih dahulu. Seorang pemimpin yang baik mampu mengatur waktu secara efektif tanpa memerlukan bantuan dari luar. Dengan demikian, kamu akan memiliki waktu yang cukup untuk berada pada pekerjaan kamu, sambil mengajak orang untuk melakukan hal yang sama. 2. Selaraskan Tujuan Menentukan tujuan berarti kamu tahu pekerjaan prioritas yang memegang peranan terpenting dalam pekerjaan kamu. Self management skill satu ini juga berarti kamu mampu melihat apa yang terbaik untuk tim kamu dan perusahaan. Contoh self management satu ini sangat diperlukan bagi seorang pemimpin, baik dalam sebuah tim maupun skala perusahaan. Tujuan ini juga meliputi tiga hal utama: Goal setting: gunakan framework SMART untuk menentukan tujuan kamu secara terinci, yaitu specific, measurable, achievable, realistic, dan time-bound.Goal communication: bukan hanya menyelaraskan tujuan dalam tim kamu, tetapi menghubungkan tujuan tim dengan tujuan perusahaan. Dengan demikian, tim kamu akan mampu bekerja sesuai tujuan yang ditentukan.Goal tracking: selain menentukan dan mengkomunikasikan tujuan, penting juga untuk melacak tujuan tersebut untuk melihat sejauh mana progres pekerjaan yang telah dikerjakan. 3. Motivasi Diri Self-motivation merupakan kemampuan untuk memotivasi diri sendiri untuk dapat menyelesaikan tugas harian. Memang membutuhkan tanggung jawab yang tinggi atas diri sendiri. Tetapi melatih diri dengan langkah-langkah dari self management mampu membuat kamu bisa memprioritaskan apa yang terbaik untuk kamu. Contoh manajemen diri ini akan menuntut kamu untuk menikmati pekerjaan kamu agar kamu tetap termotivasi dalam melakukan segala hal. Lebih dari itu, ketika kamu benar-benar menyukai pekerjaan kamu, kamu juga bisa menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang sama. 4. Kemampuan Beradaptasi Mudah beradaptasi berarti kamu memiliki kepercayaan diri yang baik dan kemampuan untuk menyesuaikan dengan keadaan yang berubah-ubah. Hal ini sangat penting untuk pemimpin yang bekerja di lingkungan pekerjaan dengan proyek yang berbeda setiap saat. Contohnya, ketika ada proyek baru yang dengan skala prioritas lebih utama dari apa yang kamu kerjakan saat ini. Daripada kamu stres, kamu akan mampu beradaptasi dan mengerjakan hal yang lebih penting terlebih dahulu. Memang beradaptasi bisa jadi tidak nyaman, tetapi kemampuan ini akan membuat kamu menjadi pemimpin yang baik. Hal ini juga bisa menguatkan tim kamu. 5. Mengambil Keputusan Self management skill satu ini membuat kamu mampu mengambil keputusan dengan yakin, dan mengurangi ketidakpastian dalam tim. Memang mengambil keputusan tidak mudah, kamu bisa mulai dengan berpikir kritis dan menganalisis masalah yang kamu alami. Kemudian kamu bisa membuat kesimpulan dan mengambil keputusan yang terbaik. 6. Manajemen Stres Ketika kamu sudah mengetahui prioritas pekerjaan kamu, kamu tidak akan merasa kelelahan atas semua pekerjaan kamu. Sebanyak apapun pekerjaan yang kamu miliki, dengan self management skill yang baik, tidak akan membuat kamu stres. Karena kamu sudah mengetahui hal apa yang harus dikerjakan terlebih dahulu, dan hal apa yang masih bisa dikerjakan setelahnya. Dengan mengelola stres, kamu tidak akan membiarkan perasaan personal kamu mempengaruhi pekerjaan kamu. 7. Pengembangan Diri Contoh manajemen diri satu ini berarti pengembangan diri dalam soft skill dan juga hard skill. Kamu perlu belajar lebih dalam dengan menghadiri seminar, atau mengambil kursus tertentu untuk meningkatkan management skills. Personal development tidak hanya bermanfaat bagi manajemen diri sendiri, tapi juga untuk perusahaan karena kamu sebagai pemimpin yang baik akan membawa tim kamu menuju kesuksesan. 📚 Baca juga:Apa itu Work Life Balance dan Pentingnya di Era Digital!Cara Meningkatkan Self ManagementTingkatkan manajemen diri kamu dengan fokus pada apa yang kamu kerjakan saat ini. Bagaimana cara meningkatkan self management secara tepat? Berikut merupakan beberapa cara untuk meningkatkan self management: 1. Kenali diri kamu sendiri Kamu harus mengetahui siapa kamu, apa yang kamu sukai, dan bidang yang paling kamu kuasai. Dengan begini, kamu bisa melakukan pekerjaan yang sesuai dengan keahlianmu. Misalnya, kamu pandai dalam memberikan solusi dan membantu menyelesaikan masalah, tetapi kamu kurang pandai dalam merencanakan sesuatu dari nol. Jadi kamu bisa saja membantu seseorang dalam merencanakan sesuatu dan menganalisa pemecahan masalah. 2. Fokus terhadap hal yang bisa kamu kontrol Tidak semua hal dapat kita pantau dan kontrol terus menerus. Ada kalanya suatu rencana tidak berjalan sesuai keinginan. Cara meningkatkan manajemen diri ialah dengan fokus terhadap hal yang ada di bawah kendali kamu. Misalnya memberikan respon terhadap masalah yang berada di tim kamu, dan tidak mencampurinya dengan masalah tim lain. 3. Hindari multitasking Multitasking memang memberikan kamu kesan sangat pandai dan jago dalam berbagai hal. Tetapi cara kerja manusia tidak seperti itu, kok. Kamu hanya perlu fokus pada satu hal, lalu mengerjakan hal lain setelah menyelesaikan hal pertama. Karena saat kamu multitasking, pikiranmu akan membutuhkan waktu untuk fokus kembali, sehingga kamu tidak bekerja secara efisien. 4. Jaga kesehatan pribadi Luangkan waktu untuk diri kamu sendiri. Karena kamu tidak akan bisa melakukan yang terbaik jika keadaan kamu sedang tidak stabil. Pekerjaan kamu akan selesai dengan efektif ketika pola makan teratur, kesehatan tubuh baik, dan memiliki pola tidur yang teratur minimal 7 jam. 5. Tentukan tujuan jangka pendek dan jangka panjang Ketika kamu menentukan gol yang ingin kamu capai, kamu akan memikirkan langkah-langkah yang harus kamu lakukan untuk mencapai gol tersebut. Gol tersebut akan membuat diri kamu merasa tertantang dengan aktivitas baru. Dengan adanya gol, akan memampukan kamu memiliki manajemen diri sendiri yang lebih baik lagi.📚 Baca juga:Mau Sukses di Usia Muda? Tiru 10 Kebiasaan Ini! Kesimpulan Setelah kamu mengetahui penjelasan apa itu self management, alasan mengapa perlu self management, dan juga cara meningkatkan self management, apakah kamu yakin bisa menerapkan self management dalam kehidupan pekerjaan kamu? Jadi ada beberapa contoh self management dalam dunia kerja yang dapat kamu terapkan: Datang rapat tepat waktu dan melakukan persiapanMerencanakan hal yang ingin dilakukan besok saat pulang kerjaMembuat agenda jadwalMenyusun rencana dan tujuan proyekMenyelesaikan proyek lebih awal Ketika kamu sudah menerapkan aspek self management dalam dunia kerja, kamu dapat mengevaluasi diri untuk menentukan apakah kamu sudah memiliki manajemen diri sendiri yang baik atau belum. Tingkatkan terus self management skill kamu dan tunjukkan pada anggota tim kamu, bahwa kamu bekerja produktif dan mencapai tujuan perusahaan dengan efektif. Ingin melamar pekerjaan sesuai kemampuan kamu? Yuk bikin CV yang menarik dengan Cake. Cake menyediakan 50+ template CV yang bisa kamu download secara gratis!🎉Buat CV--- Ditulis Oleh Rachel Vanadya ---
Personal Development
Jun 22nd 2022

Mau Sukses di Usia Muda? Tiru 10 Kebiasaan Ini!

Daftar Isi: Cara Menjadi Orang Sukses Dari NolKebiasaan Orang Sukses yang Patut DitiruSukses Bukan Hal yang Instan Menjadi orang sukses merupakan keinginan setiap orang. Meskipun menjadi keinginan, namun tidak sedikit orang memiliki kendala ketika ingin sukses di usia muda. Ada banyak kunci menjadi orang sukses yang bisa dipelajari melalui berbagai sumber, misalnya dari YouTube, sosial media, buku, dan seminar motivator. Jika kamu sudah mencoba berbagai kiat-kiat menjadi orang sukses dan kelihatannya belum membuahkan hasil, jangan putus asa dulu. Mungkin selangkah atau dua langkah lagi kamu bisa mencapainya. Caranya? Coba simak beberapa tips menjadi orang sukses di bawah ini yang mungkin bisa merubah jalan hidupmu. Berikut 10 langkah sukses di usia muda, jangan sampai terlewatkan, ya!10 Cara Menjadi Orang Sukses Tips Cara Menjadi Orang Sukses1. Tetapkan Tujuan Utamamu Kunci pertama yang perlu kamu pegang ketika belajar menjadi orang sukses adalah menentukan tujuan utama yang ingin kamu capai. Tanpa memiliki tujuan utama yang ingin diraih, langkah untuk menjadi orang sukses bisa jadi tidak bisa tercapai. Ada dua manfaat mengapa kamu perlu memetakan gol kita terlebih dahulu. Pertama, ketika kamu merasakan kegagalan dalam proses meraih yang kamu cita-citakan, gol yang sudah kamu tentukan tadi akan menjadi motivasi kamu untuk tetap berjalan dalam meraih kunci sebuah kesuksesan. Kedua, ketika ada banyak tawaran yang menghampiri kamu, nilai utama yang sudah kamu tentukan tadi akan menjadi acuanmu untuk mengatakan ya atau tidak pada situasi yang sedang kamu alami. ✏️Tanyakan pada diri sendiri: Bagaimana kehidupan ideal menurut kamu? Hal-hal apa yang kamu lakukan?Kehidupan seperti apa yang tidak kamu inginkan dan dapat membuat kamu menderita?Kapan dan apa yang membuat kamu merasa paling semangat dalam hidup? Apa yang sedang kamu kerjakan/lakukan?Apa definisi sukses bagi kamu? 2. Tetap Komitmen dan Luangkan Waktu Salah satu cara jadi orang sukses dari nol adalah dengan tetap berkomitmen dan meluangkan waktu untuk melakukan apa yang kamu senangi. Tips jadi orang sukses Ini akan berhasil jika dilakukan ketika kamu bisa mengatur waktu dan target yang akan dicapai dari waktu ke waktu. Dengan memiliki komitmen, kamu lebih tahu apa yang perlu kamu lakukan dan juga yang tidak perlu. Selain itu, dengan berkomitmen, kamu tidak gampang diperdaya oleh siapapun yang ingin membelokan tujuan yanghendak kamu capai. Kamu juga bisa mengisi waktu luang dengan membaca ataupun olahraga. Tetap berkomitmen adalah satu satu ciri-ciri orang sukses yang baik. 3. Temukan Apa Pekerjaan yang Kamu Senangi dan Lakukanlah Ketika kamu sedang membayangkan sebuah perjalanan kesuksesanmu, dan merasa bahwa pekerjaan yang sedang kamu lakukan sangat menyusahkan kamu dan membuang banyak waktu, coba berhenti sejenak dan renungkan itu. Salah satu cara merubah hidup menjadi sukses adalah dengan melakukan apa yang kita senangi. Melakukan hal yang apa disenangi akan membangun semangat untuk mencapai impianmu. Ini tips jadi orang sukses yang patut kamu pikirkan. Melakukan pekerjaan yang kita senangi akan memberikan keleluasaan bagi diri sendiri dalam mencapai target. Mungkin kamu akan mengalami penolakan dari beberapa rekanan. Tetapi, kamu tidak perlu takut karena dengan jalan ini kamu sedang melakukan kebiasaan orang sukses. 4. Jadilah Pembelajar Sejati, Bukan Seorang Pemenang Jika kamu masih fresh graduate, tips sukses di usia muda sangat besar peluang untuk dilakukan. Cara menjadi orang sukses sangatlah tergantung pada bagaimana sikap hati yang ingin menjadi pembelajar sejati atau ingin menjadi pemenang. Cara terbaik menjadi sukses di usia muda adalah dengan menunjukan sikap hati sebagai pembelajar sejati. Mengapa demikian? Dengan sikap ingin belajar terus dari berbagai aspek, kamu akan semakin dekat dengan pintu kesuksesan yang ingin kamu capai. Tidak menutup diri pada kritikan atau masukan adalah sebuah pembelajaran yang baik untuk cara menjadi orang sukses. 📚Baca juga: Growth Mindset: Arti, Penerapan dan Manfaatnya dalam Karir 5. Kelola Hubungan Baik Dalam proses mencapai kesuksesan, tidak bisa pungkiri kalau kamu akan bertemu dengan banyak tipe orang. Ada yang mendukung kesuksesan kamu dan juga yang tidak. Motivasi cara menjadi orang sukses yang baik adalah dengan tetap membangun hubungan yang baik dengan rekan-rekan. Terlepas dari mereka mungkin mau membantu atau tidak, tetaplah menjadi panutan bagi lingkunganmu. Ini adalah cara merubah hidup menjadi sukses. Karena apa yang kamu tabur, itulah yang kamu akan tuai nantinya. Jadi, sekarang kamu sudah tahu bagaimana ciri-ciri orang sukses, yakni tetap kelolah hubungan baik dengan siapa saja. 6. Jangan Takut Mengungkapkan Gagasan Baru Bagi kebanyakan orang, melakukan tanggung jawab pada pekerjaan yang rutinitas dikerjakan adalah sesuatu yang baik, sama seperti apa yang mereka pikirkan. Tetapi, ciri-ciri orang sukses tidaklah demikian. Orang-orang ini terlihat berbeda, terutama dalam ide-ide yang dicetuskan. Mungkin bagi kebanyakan, orang-orang ini terlihat aneh. Justru itulah yang dilakukan oleh orang-orang sukses di dunia saat ini. Mereka terlahir dari ide-ide yang tidak masuk akal dan akhirnya sukses. Jadi, salah satu cara menjadi orang sukses yakni jangan membuang ide-ide baru yang ada dalam pikiranmu. Tetap fokus untuk membagikannya. Kelak akan membawamu menjadi orang sukses. 7. Perhitungkan Resiko yang Akan Terjadi Guna merealisasikan ide-ide yang berbeda dari kamu, cobalah untuk memperhitungkan segala resiko yang kemungkinan terjadi. Ini adalah langkah yang bijaksana untuk belajar menjadi orang sukses. Kamu bisa melibatkan satu atau beberapa rekan kamu dalam memperhitungkan resiko yang akan terjadi kelak dalam proses merealisasikan ide kamu. Kunci sebuah kesuksesan akan juga diukur bagaimana kamu menghadapi sebuah kegagalan dan mencari cara atau metode lain dalam mewujudkannya. 8. Belajarlah Dari yang Berpengalaman Selanjutnya, cara jadi orang sukses dari nol yaitu dengan belajar dari orang-orang yang sudah berpengalaman. Dengan kata lain, jika ingin sukses di usia muda, pengalaman yang kamu sudah punya terkadang tidak cukup. Ada baiknya, perbanyak belajar tentang keahlian dan juga cara-cara bijaksana dalam menghadapi kegagalan. Tips menjadi orang sukses ini secara tidak langsung akan memperbanyak koneksimu juga. 9. Selalu Menambah Informasi Selain itu, kunci menjadi orang sukses juga perlu terus mencari informasi yang berhubungan dengan apa yang ingin kamu realisasikan. Tanpa banyak informasi, perjalanan proses kesuksesan kamu kemungkinan bisa akan terhambat. ✏️Jenis-jenis informasi bisa didapatkan melalui: InternetSeminar/webinarWorkshopBaca bukuYouTube, dan lain sebagainya. Kiat-kiat menjadi orang sukses ini membutuhkan ketekunan dalam menjalaninya. Selain itu, tujuan mengapa perlu memperbarui informasi yakni agar mengetahui sejauh apa perkembangan bidang yang kamu geluti. Jadi, kunci menjadi orang sukses adalah jangan pernah berhenti mencari informasi yang bermutu. 📚Baca juga: 100+ Contoh Soft Skill Hard Skill dalam CV (untuk 15 Pekerjaan) 10. Jangan Berhenti Meningkatkan Kemampuan Dalam proses merealisasikan ide-ide kamu, skill sangatlah penting. Maka dari itu, kunci menjadi orang sukses salah satunya yaitu dengan meningkatkan keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan. Akan semakin banyak kesempatan yang kamu dapatkan ketika kamu siap dengan berbagai skill yang dibutuhkan di dalam dunia pekerjaan profesional. Cara merubah hidup menjadi sukses ini akan dicari oleh banyak orang atau perusahaan kelak. Cake adalah sebuah online CV builder yang praktis. Ada banyak template yang menarik dan yang mudah untuk digunakan. Kamu juga bisa unduh CV dalam format PDF, lho, 100% gratis! Yuk, buat CV kamu dengan Cake sekarang juga!🎉 Buat CV Kebiasaan Orang Sukses di Dunia Kebiasaan Orang Sukses1. Bangun Lebih Awal Berdasarkan penelitian dari Corley, ada sekitar 50 persen orang-orang sukses saat ini melakukan kebiasaan bangun pagi lebih awal, tidak seperti kebanyakan orang pada umumnya. Ini adalah salah satu kebiasaan orang sukses. Banyak dari mereka memanfaatkan beberapa jam sebelum jam kerja untuk: ✏️Kegiatan sebelum jam kerja: Menyusun agenda pribadi dalam sehariTarget yang akan dicapaiMelakukan olahraga pada pagi hari Jika kamu bisa melakukan tips menjadi orang sukses ini, niscaya akan bisa berdampak baik pada kesuksesanmu kelak. 2. Banyak Membaca Hal berikutnya yang menjadi kebiasaan orang sukses adalah membaca buku. Kebanyakan orang sukses menyisihkan sekitar 30 menit atau lebih untuk membaca buku setiap hari. Dengan kata lain, menjalani tips menjadi orang sukses ini sudah dilakoni oleh orang-orang sukses di dunia sepanjang proses menuju kesuksesan mereka. Mereka berprinsip bahwa dengan meluangkan membaca buku setiap hari akan sangat bermanfaat pada apa yang sedang mereka impikan. Biasanya mereka cenderung menyukai baca buku tentang:✏️ Jenis buku bermanfaat: BiografiSejarahTokoh-tokohBisnisFiksiKepemimpinanBuku-buku yang berhubungan dengan karir mereka. 3. 15-20 Menit/Hari untuk Berfokus pada Pikiran Salah satu motivasi cara menjadi orang sukses yang sering dilakukan berhubungan penyediaan waktu untuk berfokus ulang pada pagi hari. Ini dilakukan dengan merefleksikan kembali pekerjaan yang sudah dijalani saat ini, kesehatan mereka, dan kehidupan personal mereka juga. Manfaat lain dari kebiasaan orang sukses seperti ini akan memberikan waktu kepada kita untuk bernafas legah sejenak dan rileks sebelum memulai pekerjaan. 4. Memiliki Beberapa Sumber Pemasukan Selain itu, salah satu cara merubah hidup menjadi sukses adalah dengan memiliki beberapa sumber pemasukan. Sumber pemasukan dibuat dalam beberapa tempat agar dapat dikembangkan dan bisa melipatgandakan pemasukan tersebut. Tips jadi orang sukses ini sudah banyak dilakukan oleh orang-orang sukses, seperti mengelola gaji mereka menjadi investasi. Ini akan menjadi modal besar yang sangat menjanjikan ketika kamu ingin menjadi sukses. Dengan berinvestasi, pemasukan kamu tidak hanya berasal dari satu sumber saja, melainkan dari hasil investasi tersebut juga didapatkan. 💡 Macam-macam pemasukan untuk menjadi orang sukses Penghasilan biasa (pekerjaan kantor, freelance, part-time, bisnis, dll.)Portofolio (instrumen investasi seperti saham, reksadana, dll.)Pemasukan pasif (properti, membuat konten online, dll.) 📚Baca juga: 12 Situs Freelance Terbaik untuk Cuan di 2022! 5. Menghindari Aktivitas yang Membuang-buang Waktu Uang bukanlah satu-satunya yang membuat kita menjadi kaya. Cara menjadi orang sukses yang lain yakni dengan membuat waktu menjadi hal yang penting. Ketika kamu tidak memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin, bisa jadi kesuksesan itu hanya sebuah mimpi. Lalu, bagaimana cara menjadi orang sukses dengan manajemen waktu yang baik? Paling tidak kamu menahan diri untuk tidak menghabiskan waktu bermain sosial media seperti IG, FB, YouTube, dan juga menonton Netflix. Karena waktu tidak pernah akan terulang lagi. Kesuksesan tidak Datang secara Instan Perjalanan orang-orang sukses di dunia seperti Elon Musk, Jeff Bezos, Steve Ballmer, Warren Buffett, Mark Zuckerberg, dan sebagainya tidak segampang yang kita pikirkan. Mungkin mereka sudah mengalami banyak pahit manisnya meraih kesuksesan saat ini. Dengan kata lain cara jadi orang sukses dari nol tidak datang begitu saja. Ada banyak proses yang dilalui, terutama kegagalan. Tetapi dari proses ini mereka belajar sehingga bisa sukses seperti saat ini. Selain itu, orang-orang sukses pastinya sudah berjuang di banyak waktu mereka seperti mencari pekerjaan. Bahkan mereka membutuhkan waktu lama untuk dapat dipromosikan dalam jabatan mereka atau membangun bisnis mereka. Lalu bagaimana kiat-kiat menjadi orang sukses dapat diraih? Tetap maju ke depan. Jadikan kegagalan sebelumnya menjadi pembelajaran yang berharga, perbarui skill kamu, serta mulailah dengan membuat CV kamu sebaik mungkin. Berhubungan dengan CV, pembuatan CV yang menarik adalah salah satu kunci keberhasilan kamu dalam melamar pekerjaan. Jadi, disarankan membuat CV yang bisa menarik di mata rekruter. Nah, kalau kamu ingin tahu bagaimana cara membuat CV yang menarik dan elegan, kamu bisa mengunjungi Cake’s CV builder sebagai website yang bisa mewujudkan keinginanmuCake adalah sebuah online CV builder yang praktis dan elegan. Kamu bisa menemukan variasi template yang menarik dan yang mudah untuk digunakan. Kamu juga bisa unduh CV dalam format PDF, lho, 100% gratis! Yuk, buat CV kamu dengan Cake sekarang juga!🎉Buat CV--- Ditulis oleh: Desman Perdamaian Gulo ---
Personal Development
Feb 2nd 2023

Apa Itu Workaholic (Pecandu Kerja)? 7 Ciri-Ciri dan Cara Mengatasinya!

Bekerja adalah suatu kewajiban, khususnya bagi kita yang adalah kepala keluarga atau memiliki peran sebagai tulang punggung keluarga. Akan tetapi, tak jarang ditemukannya orang-orang workaholic atau yang biasa dikenal sebagai pecandu kerja di lingkungan pekerjaan. Atau mungkin, orang itu adalah kita sendiri? Artikel Cake kali ini akan menjabarkan apa itu arti workaholic, tanda yang bisa dilihat dari seorang workaholic, dan juga cara mengatasinya jika kamu adalah sang workaholic tersebut.Daftar Isi: Pengertian WorkaholicCiri-Ciri Seorang WorkaholicCara Mengatasi Diri dari Menjadi Workaholic Apa Itu Workaholic? Apakah workaholic bisa disamakan dengan pekerja keras? Arti Workaholic Menurut The New York Times, workaholic adalah istilah yang pertama kali ditemukan oleh psikolog bernama Wayne E. Oates. Istilah workaholic sendiri berasal dari akar kata “work” dan “alcoholic”. Alasan dipakainya kata “alcoholic” adalah karena kesamaan konsep dengan alkoholisme dimana kerja juga bisa menimbulkan kecanduan seperti halnya alkohol. Seperti yang dilansir di laman American Psychological Association, Oates menggambarkan workaholic, atau yang biasa dikenal dengan istilah “gila kerja”, sebagai dorongan atau keinginan untuk bekerja tanpa henti, dimana akhirnya para peneliti lainnya menyimpulkan bahwa perasaan tersebut ditimbulkan oleh tekanan dalam diri. Perbedaan Workaholic dengan Pekerja Keras Perbedaan workaholic dengan pekerja keras yang paling utama yaitu, menjadi seorang pekerja keras merupakan hal baik, sebaliknya workaholic adalah hal yang kurang dan bahkan cenderung tidak baik. Seorang workaholic memiliki cara kerja yang kurang efektif, kerja terus tanpa henti, dan tidak bisa berkata tidak pada pekerjaan yang diberikan, sehingga mungkin jam bekerjanya sangat panjang. Bisa dibilang, orang yang workaholic tidak memiliki work life balance atau keseimbangan kehidupan kerja. Beda dengan pekerja keras yang masih tahu batas, bisa bekerja secara efektif, serta tahu prioritas, kapan harus berkata ya dan tidak.Tanda-Tanda Seorang Workaholic Dari pengertian workaholic sampai pada ulasan mengenai perbedaan workaholic dengan pekerja keras di atas, mungkin sedikit banyak kamu sudah bisa membayangkan dan menebak bagaimana sih ciri-ciri orang yang workaholic. Supaya lebih memahami tanda seorang workaholic, perhatikanlah ciri-ciri workaholic di bawah ini: 1. Merasa stress dan khawatir jika tidak bekerja Normalnya, pekerja/karyawan akan merasa senang saat jam pulang kantor sudah tiba, akan tetapi tidak demikian pada orang yang workaholic. Seorang workaholic biasanya adalah orang yang datang paling awal tapi pulang paling akhir. Justru ia akan merasa stress dan khawatir jika tidak bekerja, sehingga ia cenderung untuk mengiyakan semua pekerjaan yang diberikan tanpa menolak. 2. Menjadikan pekerjaan sebagai prioritas utama Ciri-ciri workaholic berikutnya adalah kecanduannya akan bekerja sehingga menjadikan pekerjaan sebagai prioritas utama, bukan dirinya sendiri, keluarga, atau orang lain. Orang yang workaholic menganggap tempat bukan lah masalah untuk bekerja, dimana pun juga bisa, apalagi di zaman modern seperti sekarang ini, sehingga ia cenderung menghabiskan waktunya untuk mengerjakan pekerjaan tanpa mempedulikan tempat. 3. Menjadikan kerja sebagai pelarian atas masalah Tanda seseorang merupakan workaholic berikutnya adalah menjadikan pekerjaan sebagai pelarian atas masalah-masalah yang dialaminya. Dengan menyibukkan diri bekerja, orang yang workaholic bisa terhindar dari kecemasan atau konflik lain yang menghantuinya. Untuk sementara waktu cara ini terkesan berhasil menjauhkannya dari masalah yang dihadapi, tapi sebenarnya akar permasalahan tetap ada dan belum terselesaikan. 4. Tidak memiliki work-life balance Seperti yang sudah disinggung di atas, yang menjadi perbedaan antara workaholic dengan pekerja keras adalah ketidak adanya keseimbangan antara kehidupan pribadi dan kehidupan kerja pada diri orang yang workaholic. Karena bekerja secara terus menerus, seorang workaholic tidak memiliki waktu untuk kehidupan pribadinya, seperti untuk sekadar refreshing, melakukan hobi, menghabiskan waktu bersama keluarga atau teman, apalagi untuk cuti dan pergi liburan atau jalan-jalan. 5. Waktu istirahat terganggu Saking terobsesinya dengan pekerjaan, bisa jadi hampir seluruh waktu dalam sehari digunakan seorang workaholic untuk bekerja, sehingga mengakibatkan terganggunya jam istirahat. Jika waktu yang seharusnya digunakan untuk beristirahat atau tidur malah digunakan untuk hal lain, keesokan harinya tubuh akan terasa lebih lelah dan kurang fit. Untuk jangka pendek mungkin masih tidak masalah, tapi padahal jika diteruskan dalam jangka panjang akan berakibat buruk untuk tubuh. 6. Tidak sadar akan kondisi ini Ciri-ciri workaholic selanjutnya adalah ketidaksadaran akan kondisi yang tengah berlangsung serta dampaknya. Orang yang workaholic tidak sadar kalau ia adalah orang yang gila kerja, melainkan malah menyalahkan lingkungannya. Biasanya pembelaan yang dilontarkan adalah ia bekerja keras karena memang ia adalah orang pekerja keras atau alih-alih supaya bisa naik jabatan, dan tidak mengakui kalau adanya masalah hidup yang sedang dihadapi. 7. Mudah sakit Karena kurangnya waktu istirahat, seorang workaholic juga akan lebih rentan terhadap penyakit, seperti pusing atau sakit kepala karena terus menerus melihat layar elektronik dan tidak mengistirahatkan mata, kelelahan karena duduk menatap komputer terus menerus, susah tidur karena saat mau tidur masih terbayang dengan pekerjaan yang belum selesai, atau yang terparah adalah sampai tumbang atau pingsan. Cara Mengatasi Diri dari Menjadi Workaholic Mencegah WorkaholicSetelah mengenal ciri-ciri atau tanda dari seorang workaholic, mungkin ada dari kamu yang merasakan bahwa kamu adalah salah satu dari orang yang demikian. Namun, kamu tidak perlu khawatir. Yuk coba mengatasinya dan memperhatikan poin-poin berikut. 1. Tetapkan batasan waktu kamu selesai bekerja. Cara mengatasi diri dari menjadi workaholic yang pertama adalah dengan menetapkan batasan waktu kamu selesai bekerja. Jika kamu sudah menetapkan batasan atau target itu, kamu akan terpacu untuk bekerja secara lebih efisien. Yang terpenting adalah efisiensi kerja, bukan seberapa lama kamu berada di kantor. Memang ini bukanlah hal yang muda, akan tetapi, jika kamu sudah terbiasa, kamu sendiri yang akan merasakan dampak positifnya. 2. Buat jadwal kegiatan yang akan kamu lakukan setelah bekerja. Yang kedua, kamu bisa membuat jadwal kegiatan apa saja yang mau kamu lakukan setelah bekerja, misalnya memasak untuk makan malam, mempelajari skill tertentu, berolahraga, atau kegiatan lainnya. Hal ini penting karena dengan adanya jadwal, kamu akan mengetahui bahwa ada hal penting lainnya yang perlu kamu lakukan. Selain itu, setelah jam pulang kerjamu tiba, termasuk saat akhir pekan, usahakan untuk tidak mengecek email, pesan, atau apapun yang berhubungan dengan pekerjaanmu. 3. Luangkan waktu untuk keluarga dan teman. Hidupmu bukan hanya untuk bekerja saja, kamu juga perlu menjalin relasi dengan orang lain, termasuk dengan keluarga maupun teman. Mungkin ada dari kamu yang mencari nafkah demi membiayai keluarga, akan tetapi keluargamu juga bisa sedih kalau kamu sama sekali tidak ada waktu kosong untuknya dan dirimu sendiri. Kamu bisa menjadwalkan liburan untuk pergi bersama keluarga di akhir pekan atau sekadar refreshing bersama. 4. Mengutamakan kesehatan diri. Cara mengatasi workaholic selanjutnya adalah dengan mengutamakan kesehatan dirimu di segala aspek apapun yang kamu lakukan dalam hidup. Seperti kata pepatah, lebih baik mencegah daripada mengobati. Oleh karena itu, saat bekerja kamu perlu memastikan kalau kamu sudah mengisi perutmu, minum cukup, dan istirahat yang cukup supaya bisa bekerja dengan baik dan maksimal. Kalau perlu, kamu bisa menjadwalkan atau membuat alarm pengingat kapan kamu harus makan, minum, dan juga tidur. 5. Pastikan kamu berada di lingkungan kerja yang tepat. Jika perusahaan tidak memaksa kamu untuk bekerja terus sampai larut tetapi kamu terus bekerja, sepertinya masalah berada di kamu. Sebaliknya, jika perusahaan yang memaksa kamu untuk bekerja secara berlebihan hampir setiap harinya, tandanya kamu tidak berada di lingkungan kerja yang tepat. Hal ini bukan berarti perusahaan tidak boleh memberlakukan lembur pada pegawainya, kalau memang ada deadline yang sudah mendesak, lembur adalah hal yang normal. Akan tetapi, jika dilakukan secara tiap hari, itu sudah tidak normal dan mungkin saatnya bagi kamu untuk mencari tempat kerja baru. 6. Konsultasikan dengan atasanmu. Jika ada masalah atau kesulitan kamu bisa mengkonsultasikan dengan atasanmu, termasuk saat kamu merasa waktu kerjamu sudah melewati batas normal. Kamu bisa menyampaikan kondisimu apa adanya. Mungkin saja atasanmu bisa mengevaluasi job deskmu jika menurutnya beban kerjamu terlalu banyak. Atasan yang baik pasti akan mengutamakan yang terbaik bagi pegawainya, apalagi kalau sampai menyangkut kesehatan. 7. Mencari bantuan profesional. Jika apa yang kamu usahakan dirasa masih kurang cukup dan belum menemukan titik terang, kamu bisa mencari bantuan profesional seperti konselor atau terapis. Akan lebih baik jika permasalahan lebih cepat ditemukan, sehingga masalah tersebut juga akan lebih cepat terselesaikan. Itulah penjelasan apa arti workaholic itu, tanda yang bisa ditemukan dari seorang workaholic, dan cara mengatasinya. Jika kamu memang salah satu dari orang yang workaholic, tidak perlu khawatir. Kamu bisa mengikuti cara-cara yang sudah disebutkan di atas. Yang terpenting adalah adanya niat bagi kamu untuk berubah dan komitmen untuk menyelesaikan masalah tersebut. Kalau begitu, sudah siapkah kamu untuk membuat perubahan? --- Ditulis Oleh Meitty Mulyadi ---
Personal Development
Mar 6th 2024

Impostor Syndrome: Pemicu, Cara Menghindari, dan Cara Mengatasinya

Akhir-akhir ini, istilah impostor adalah salah satu istilah yang mulai terkenal. Kamu pasti pernah mendengarnya jika kamu pernah main game “Among Us”. Tetapi apakah kamu familiar dengan istilah impostor syndrome? Impostor syndrome artinya sindrom yang membuat seseorang merasa ragu atas kemampuan, bakat, dan kesuksesan yang dicapainya. Sindrom imposter ini membuat orang berpikir bahwa pencapaian yang dihasilkan merupakan sebuah keberuntungan. Pelajari lebih lanjut tentang apa itu impostor syndrome, ciri ciri imposter syndrome, hingga cara menghadapi imposter syndrome di artikel Cake ini! Daftar isi: Pengertian Imposter Syndrome Pemicu Imposter Syndrome Ciri-ciri Kamu Memiliki Sindrom Impostor Jenis-jenis Imposter Syndrome Individu yang Rentan Terhadap Sindrom Impostor Cara Menghadapi Impostor Syndrome Apa itu Impostor Syndrome? Istilah “impostor syndrome” terdiri dari dua kata yang berasal dari bahasa Inggris. Impostor yang adalah seseorang yang berpura-pura menjadi orang lain untuk menipu orang lain. Sedangkan, syndrome artinya gejala yang munculnya bersama-sama. Jadi, apa itu impostor syndrome? Istilah imposter syndrome pertama kali dimunculkan oleh psikolog Pauline Clance dan Suzzanne Imes di tahun 1970-an. Kondisi ini punya banyak nama lain, di antaranya adalah impostor syndrome, sindrom penipu, sindrom imposter atau fraud syndrome. Menurut Psikolog Klinis UGM, Tri Hayuning Tyas, S.Psi., M.A., impostor syndrome artinya fenomena psikologi klinis dimana seseorang tidak mampu menerima keberhasilan yang diraih dan justru selalu meragukan dan mempertanyakan dirinya sendiri atas pencapaian tersebut. Yang dirasakan oleh orang yang mengalami sindrom imposter adalah kesuksesan yang berhasil diraih tersebut merupakan keberuntungan atau kebetulan, dan bukan karena kemampuan dirinya sendiri. Selebihnya, orang dengan imposter syndrome takut kondisinya diketahui orang lain dan dianggap sebagai penipu. Fenomena psikologi klinis ini sering ditemukan di dalam kehidupan dan cukup mengganggu kehidupan seseorang. Mengapa? Karena jika terus dibiarkan terjadi, hal ini dapat menyebabkan timbulnya kecemasan, stres, bahkan depresi. Namun, hellosehat mengatakan bahwa impostor syndrome sebenarnya tidak termasuk dalam Pedoman Penggolongan Diagnosis Gangguan Jiwa (PPDGJ). Artinya, sindrom ini tidak termasuk dalam klasifikasi gangguan jiwa atau penyakit mental. Faktor Pemicu Impostor Syndrome Latar Belakang Keluarga Latar belakang keluarga bisa jadi pemicu impostor syndrome. Misalnya, orang tua atau anggota keluarga lain yang terlalu mengutamakan pencapaian terhadap anak selama anak bertumbuh dewasa dan sering membanding-bandingkan antar anak. Ini akan menyebabkan anak tidak belajar bagaimana cara merespon kesuksesan atau kegagalan dan mengembangkan sindrom imposter. Tuntutan Masyarakat dan Tekanan Masyarakat Tekanan dari lingkungan masyarakat juga bisa menjadi alasan terjadinya impostor sindrom. Tuntutan dari masyarakat sekitar akan pentingnya pencapaian dan kesuksesan dapat memicu seseorang untuk berpikir bahwa dirinya akan berharga hanya jika kesuksesan sudah dicapai. Jika orang dengan impostor syndrome dikenal sebagai orang yang pintar, maka orang tersebut akan merasa tertekan untuk selalu mencapai ekspektasi itu. Karakter Perfeksionis Alasan impostor sindrom berikutnya adalah karakter yang dimiliki seseorang. Salah satu karakter tersebut adalah perfeksionis. Perfeksionis adalah istilah untuk orang yang memiliki standar tinggi untuk dirinya sendiri, orang lain, bahkan pekerjaannya. Orang yang perfeksionis cenderung merasa tertekan, ragu, dan takut gagal sehingga dapat memunculkan stress. Takut Dikucilkan Selanjutnya adalah rasa takut ketahuan dan dikucilkan. Kejadian di masa lalu yang membuat seseorang merasa berbeda atau dikucilkan dapat mendorong terjadinya fenomena psikologi klinis ini. Perbedaan tersebut bisa berupa perbedaan bahasa, jenis kelamin, etnis, status sosial, agama, atau perbedaan fisik. Sedang cari kerja? Temukan pekerjaan impian kamu di Cake! Job Portal terbaik dan terpercaya di Indonesia. 🎉Cari Kerja Ciri-ciri Kamu Memiliki Impostor Syndrome 1. Burnout Ciri ciri imposter syndrome yang pertama adalah mengalami burnout. Fenomena psikologi klinis mendorong seseorang untuk memaksakan dirinya untuk mengatasi rasa ketidakmampuan. Jika terus menerus dilakukan, orang tersebut akan terjebak di dalam burnout. 📚 Baca juga: Hustle Culture: Pengertian, Dampak, dan Cara Menghadapinya 2. Meragukan Diri Sendiri Kurangnya self-worth dapat menghasilkan perasaan cemas akan kemampuan diri sendiri untuk mencapai keberhasilan. Misalnya, sukses di tempat kerja dipandang sebagai tujuan yang tidak dapat dicapai dan berisiko, bukan sebagai kenyataan yang dapat dicapai dengan fokus dan dedikasi. ​​3. Menghubungkan Kesuksesan dengan Faktor Eksternal Sindrom imposter menyebabkan orang menghargai pencapaian dengan faktor eksternal yang di luar kendali dirinya. Misalnya, ketika memperoleh pujian, kenaikan gaji, atau promosi, seseorang akan berjuang untuk menerima tanggung atas kesuksesan yang dicapai. Sebaliknya, orang tersebut mungkin mengaitkan dampak positif yang diperoleh dengan kebetulan, keberuntungan, atau kontribusi dari rekan kerjanya. 4. Menyabotase Kesuksesan Sindrom imposter memperkuat perasaan tidak mampu. Perasaan ini membuat seseorang tidak percaya bahwa kesuksesan dapat dicapai meski sudah berusaha sekeras mungkin. Keraguan diri ini dapat menyebabkan orang tersebut menerapkan lebih sedikit usaha, perhatian, kreativitas, dan ketekunan. 5. Merendahkan Kontribusi yang Kamu Berikan Arti impostor syndrome yaitu orang yang merasa bahwa keberhasilan yang dicapai hanyalah keberuntungan saja. Oleh karena itu, orang tersebut merusak nilai pencapaiannya dan merendahkan kontribusi yang sudah diberikan. Pemikiran ini menghasilkan rasa ketidakmampuan yang terus-menerus. 5 Jenis Impostor Syndrome 1. Sang Solois Apa itu imposter syndrome jenis solois? Solois adalah orang yang tidak tertarik untuk mendapatkan dukungan dari orang lain. Emosi yang mendasari tipe ini adalah rasa malu dalam meminta bantuan. Tidak peduli sesulit apa pekerjaan atau situasi tersebut, impostor syndrome solois tidak mau meminta bantuan. Bagi solois, meminta bantuan dapat membuat dirinya rentan dan mengungkapkan apa yang tidak dapat dilakukannya. 2. Perfeksionis Ciri ciri imposter syndrome tipe perfeksionis adalah haus akan lebih banyak kesuksesan, hasil yang lebih baik, dan prestise yang lebih tinggi. Emosi yang mendasari perfeksionis adalah rasa takut kehilangan kendali. Orang perfeksionis selalu memastikan semuanya dilakukan dengan sempurna dan menyelesaikan tugas tersebut tidak pernah cukup. Perfeksionisme membuat seseorang merasa tidak puas meskipun sudah bekerja keras. 3. Wanita Super / Pria / Orang Wanita super atau “Superwoman” adalah tipe impostor syndrome yang suka berusaha untuk membuktikan kemampuan mereka untuk menangani apa saja dalam waktu singkat. Emosi yang mendasari tipe ini adalah ketakutan akan waktu luang dan mengambil waktu dari pekerjaan untuk kepuasan pribadi. Para orang super ini bersedia untuk bekerja lembur demi mencapai validasi dari rekan kerja dan manajernya.4. Sang Expert Sang Expert selalu merasa bahwa dirinya harus memiliki semua kredensial sebelum mencoba sebuah pekerjaan atau proyek. Emosi yang mendasari imposter syndrome ini yaitu ketakutan tidak mampu. Mungkin tipe ini kritis terhadap orang lain yang "bekerja untuk belajar". Perlu diingat bahwa, dalam lingkungan yang berubah dengan cepat, tidak ada seorang pun yang ahli tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya. 5. Individu yang Jenius secara Natural Arti impostor syndrome yang jenius secara natural yaitu individu yang cepat dalam menyelesaikan sesuatu dan percaya bahwa yang dilakukannya itu benar pada kali pertama. Biasanya, natural genius hanya memerlukan usaha minimal namun seringkali berhasil. Emosi yang mendasari tipe ini adalah rasa malu karena gagal. Mereka merasa bahwa feedback, kritik, atau pengerjaan ulang adalah sebuah kegagalan. Jenis Individu yang Rentan Terhadap Sindrom Impostor Siapa saja yang rentan terhadap sindrom imposter? Hampir semua orang. Mungkin fenomena psikologi klinis ini memang sering diasosiasikan dengan wanita, tetapi penelitian menunjukkan bahwa sindrom imposter dialami secara setara oleh kedua jenis kelamin. Namun, ada satu kelompok yang tampaknya sangat rentan terhadap sindrom imposter, kelompok tersebut adalah minoritas. Kelompok minoritas seringkali mengalami diskriminasi yang menyebabkan stres. Stres tingkat tinggi yang dialami anggota kelompok minoritas dapat menjadi alasan terjadinya impostor sindrom. Sedang cari kerja? Temukan pekerjaan impian kamu di Cake! Job Portal terbaik dan terpercaya di Indonesia. 🎉Cari Kerja Cara Menghadapi Impostor Syndrome Sekarang kamu sudah tahu apa itu imposter syndrome, tapi bagaimana cara mengatasinya? Bercerita Kepada Orang Terpercaya Selain menuliskan perasaan, cara lain untuk menghadapi sindrom impostor adalah menceritakan kepada orang terpercaya. Untuk melegakan perasaan, kamu bisa mencoba bercerita kepada sahabat, keluarga, atau orang lain yang kamu percaya. Dengan ini, kamu mungkin bisa mendapatkan sudut pandang lainnya yang lebih positif. Mungkin saja, orang-orang tersebut juga pernah merasakan hal yang sama. Dengan cerita atau pengalaman yang dibagikan dari sahabat atau keluarga, kamu bisa mendapatkan pencerahan akan bagaimana cara mengatasi impostor syndrome. Lalu biarkan sahabat dan keluarga untuk membantu kamu melepaskan rasa cemas yang tidak rasional tersebut. Menghargai dan Mengapresiasi Diri Sendiri Sindrom imposter bisa dilawan dengan cara membuat definisi sukses sendiri dan mengapresiasi diri. Setiap kali kamu berhasil meraih kesuksesan tersebut, berusahalah untuk mengakui bahwa kesuksesan tersebut adalah karena usaha dan kemampuan kamu. Selain itu, kamu bisa memberi self-reward untuk merayakan pencapaian tersebut. Misalnya, pergi makan makanan yang enak atau membeli barang yang kamu inginkan. Kamu juga bisa mencatat hal-hal positif yang kamu terima. Berlatihlah untuk menerima pujian dan membuat hal tersebut sebagai masukan untuk diri sendiri. Ingat, kamu layak untuk mendapatkan hal positif tersebut karena kamu sudah berusaha. Mencari Inner Peace Setiap kali pikiran negatif mulai muncul, usahakan untuk melawan pikiran tersebut dengan hal yang positif. Ini bisa membantu kamu untuk menemukan inner peace dan menghindari impostor syndrome. Biasakan untuk mengatakan positive self-affirmation setiap hari karena hal ini bermanfaat untuk menetralkan pikiran-pikiran negatif yang mengganggu kamu. Sadarlah bahwa Tidak Ada yang Sempurna di Dunia Ini Ingatlah, pada hakikatnya tidak ada orang yang sempurna di dunia ini. Jangan merasa tidak sempurna karena kamu memiliki kelemahan, setiap orang memiliki keunikannya masing-masing. Oleh karena itu, jangan membandingkan diri dengan orang lain karena jika terus-menerus dilakukan, ini akan membuat kamu terjebak dalam fenomena psikologi klinis impostor syndrome. Hal yang bisa kamu lakukan adalah mengembangkan kelebihan yang kamu miliki dan mengatasi kelemahan. Belum punya CV ATS-friendly? Kunjungi Cake CV builder sekarang juga! Ada 50+ template, hanya perlu drag and drop, dan 100% gratis, lho! 🎉 Buat CV Kesimpulan Arti impostor syndrome yaitu fenomena psikologi klinis yang membuat seseorang meragukan keberhasilan yang dicapai dan mempertanyakan kemampuannya4 faktor pemicu impostor syndrome meliputi latar belakang keluarga, tekanan dari masyarakat, perfeksionis, dan rasa takut dikucilkan.5 ciri-ciri kamu memiliki imposter syndrome yaitu mengalami burnout, meragukan diri sendiri, menghubungkan kesuksesan dengan faktor eksternal, menyabotase kesuksesan, merendahkan usaha yang sudah dilakukan.Jenis-jenis sindrom impostor adalah sang solois, perfeksionis, wanita super/pria/orang, sang expert, dan natural genius.Individu yang mudah terkena sindrom imposter adalah orang yang berada di kelompok minoritas atau orang yang seringkali mengalami diskriminasi.Hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi impostor syndrome adalah bercerita kepada orang yang dipercaya, mengapresiasi diri sendiri, mencari inner peace, menyadari bahwa tidak ada orang yang sempurna. Cake adalah website bikin CV ATS-friendly gratis dengan tampilan menarik dan profesional. Cocok untuk para mahasiswa, fresh graduates hingga para professional. Buat juga portofolio online kamu dengan Cake dan cari lowongan di website cari kerja kami. Yuk, cobain Cake sekarang juga untuk mendapatkan pekerjaan impian kamu!--- Ditulis Oleh Aileen Gabriella ---
Personal Development
Sep 18th 2024

Pengertian Budgeting: Tips, Metode, dan Template untuk Keuangan Lebih Sehat

Budgeting adalah metode paling umum yang disarankan para ahli jika seorang individu atau perusahaan ingin memperbaiki kondisi keuangannya. Menurut Investopedia, metode budgeting atau perencanaan keuangan adalah bentuk antisipasi atas kebutuhan tidak terprediksi di masa depan. Usai pandemi Covid-19 yang menimpa dunia, financial stress mencapai puncak tertinggi di Amerika Serikat. Gejala ini tampaknya juga menyebar di banyak negara dengan tingkat ekonomi beragam. Perencanaan anggaran diharapkan dapat mengurangi rasa frustasi terhadap situasi keuangan yang tidak menentu itu. Cake mengajakmu untuk menyelam lebih jauh ke dalam seni budgeting demi kualitas hidup dan keuangan yang lebih baik. Baca sampai selesai, ya!Daftar isi: Pengertian Budgeting Manfaat Budgeting untuk Individu dan Perusahaan Metode Budgeting Langkah-langkah Menyusun Budget ContohBudgeting PengertianBudgetingBudgeting adalah proses pembuatan, penerapan, dan juga pemantauan anggaran. Dalam proses penganggaran tersebut, individu akan melakukan beberapa langkah seperti menganalisis pemasukan dan pengeluaran di bulan-bulan sebelumnya, penentuan tujuan keuangan, pembuatan daftar pengeluaran statis dan dinamis, hingga penyusunan rencana masa depan. Jadi, budgeting adalah proses, implementasi, dan juga alat. Lalu apa itu budget? Budget atau anggaran adalah objek dari perencanaan keuangan yang berupa jumlah pemasukan dan pengeluaran dalam satu periode tertentu. 🗒️ Contoh penerapannya:Tina mendapatkan gaji sebesar Rp5 juta per bulan. Pengeluaran per bulan yang ia tentukan adalah sebesar Rp3 juta rupiah. Ini yang disebut dengan budget.Pertanyaan selanjutnya, bagaimana cara Tina bisa memastikan bahwa Rp3 juta tersebut mencukupi kehidupan sehari-hari selama satu bulan?Kita lantas masuk ke dalam budgeting. Tina membagi Rp3 juta tersebut ke dalam 2 bagian: pengeluaran tetap (yang tidak berubah tiap bulan) dan pengeluaran dinamis (untuk kebutuhan yang tidak selalu ada tiap bulan). Pengeluaran tetap berupa: biaya kos, listrik, internet, dan asuransi. Pengeluaran tidak tetap berupa: belanja makan, kosmetik, hadiah pernikahan teman, dan lain-lain.ManfaatBudgeting untuk Individu dan PerusahaanMasih ragu untuk mulai membuat rencana budget bulanan? Daftar manfaat ini pasti berhasil untuk meyakinkanmu. ✅ Manfaat Budgeting Untuk Individu 1. Membantu mencapai tujuan jangka panjang Tujuan jangka panjang selalu berhubungan dengan stabilitas. Budgeting membantumu mengelola keuangan untuk pembelian rumah di masa depan atau pensiun di usia tertentu. Metode ini akan membantumu lepas dari beban-beban yang perlu ditanggung di masa tua nanti. 2. Persiapan uang darurat Tidak ada yang bisa memprediksi kondisi ekonomi di masa depan. Uang darurat termasuk ‘uang dingin’ yang tidak boleh digunakan kecuali ada situasi yang mendesak. Sekali lagi, ini dapat mengurangi beban yang akan kamu tanggung jika suatu hari nanti harus mengeluarkan biaya besar. 3. Mengelola utang dengan baik Bagi sebagian masyarakat, berutang adalah keputusan rasional untuk mendapatkan yang harganya terus naik tapi kamu tidak memiliki uang yang cukup untuk membeli. Utang bukan hal buruk jika bisa dikontrol. Oleh karena itu, pembayaran utang harus masuk dalam pengeluaran tetap dengan jangka waktu berakhir yang pasti. 4. Mengurangi stres keuangan Kesehatan mental yang baik berpengaruh pada kehidupan sehari-hari yang produktif dan bermakna. Stres keuangan bisa menyebabkan kecemasan sehingga membutuhkan kesehatan tubuh. 5. Sebagai bagian dari akuntabilitas Kalau kamu sudah berkeluarga, budgeting adalah bagian dari pertanggung jawaban kepada pasangan. Tidak hanya itu, budgeting juga membantu memastikan seluruh tanggungan ter-cover dengan baik. 6. Membangun kebiasaan yang baik atas uang Budgeting artinya usaha untuk membangun money habits yang baik. Keterampilan mengelola uang dapat membantumu melewati beragam perubahan dan juga tantangan ekonomi ya di masa yang akan datang. ✅ Manfaat Budgeting Untuk Perusahaan 1. Membantu menyusun tujuan internal Rencana anggaran membantu perusahaan untuk menentukan target pendapatan yang harus didapatkan untuk mencapai tujuan. Selain itu, budgeting juga dimanfaatkan untuk melacak apakah hasil yang didapat sudah sesuai dengan target. Seandainya tidak memenuhi target, maka kewajiban perusahaan untuk melakukan evaluasi dengan membandingkan rencana anggaran dengan laporan keuangan. 2. Pengendalian biaya yang lebih baik Rencana anggaran dibuat berdasarkan hasil evaluasi dari laporan keuangan. Manajemen mengetahui bagian mana saja yang anggarannya dikurangi atau ditambah agar semua proyek berjalan dengan efektif. 3. Pemantauan kinerja bisnis Anggap budgeting seperti sebuah pagar yang tidak boleh dilewati oleh orang-orang di dalam perusahaan. Pagar tersebut perlu dibongkar seandainya sisi-sisinya tidak efektif dan efisien dalam menjaga keuangan berada di jalur yang sudah ditentukan. Manajemen menjadikan budgeting sebagai dasar apakah bisnis perusahaan berjalan dengan semestinya atau tidak. 4. Mengidentifikasi masalah Seberapa besar jumlah pembengkakan biaya yang sudah dianggarkan? Apakah pengeluaran yang melebihi rencana anggaran membuat profit perusahaan turun? Itu adalah pertanyaan paling dasar yang diajukan saat melakukan identifikasi masalah. Pihak manajemen mungkin tidak memperkirakan ada kenaikan bahan baku sehingga nilai rencana anggaran lebih sedikit dari biaya aktual. 5. Meningkatkan pertumbuhan bisnis Rencana anggaran dan laporan keuangan adalah dua pilar untuk membuat investor tertarik menginvestasikan saham di perusahaan. Integrasi yang baik antara budgeting dan laporan meningkatkan kepercayaan investor yang tentu saja dampaknya adalah pertumbuhan bisnis yang baik. 6. Untuk perencanaan pengembangan bisnis Manfaat yang terakhir adalah pemanfaatan rencana anggaran terutama ketika ingin menentukan pengembangan produk baru, strategi pemasaran, hingga ekspansi ke target yang lebih luas.MetodeBudgeting1. Budget Tradisional Sistem anggaran tradisional atau incremental budgeting menggunakan anggaran periode berjalan atau kinerja faktual sebagai dasar perencanaan. Menurut ACCA, rencana anggaran tersebut akan disesuaikan dengan laju inflasi, kenaikan harga jual, biaya tambahan, dan lain-lain. Bahkan DPR RI menegaskan, sistem ini lebih menekankan pada aspek pelaksanaan dan pengawasan anggaran sehingga lebih lazim diterapkan oleh lembaga pemerintah. 2. Metode 50/30/20 Metode ini cocok untuk individu atau keluarga kecil yang di masa depan akan memiliki banyak kebutuhan. Tiap angka 50, 30, dan 20 mewakili kebutuhan, keinginan, dan juga rencana masa depan atau rasio pembayaran utang tiap bulan.Berikut perhitungannya: Metode 50-30-20 dalamBudgeting3. Metode 80/20 Sekarang kita belajar metode 80/20 alias Prinsip Pareto. Menurut Investopedia, prinsip ini menekankan mengajarkan perusahaan dan individu bahwa 20% penyebab akan menghasilkan 80% hasil. Apakah sedikit membingungkan? Kita buat skema ilustrasinya: Gajimu Rp5 juta per bulan. Saat mengecek transaksi keuangan, kamu menyadari 80% (Rp4 juta) gaji yang menguap tiap bulan berasal dari 20 jenis kategori pengeluaran. Apa artinya? Itu berarti kamu bisa menurunkan pengeluaran hingga 80% jika mengelola 20 jenis kategori pengeluaran tersebut dengan seksama. 4. Metode Zero-Based Budgeting (ZBB) Metode budgeting ZBB tidak mendasarkan data rencana anggaran dari pengeluaran di periode sebelumnya. Seperti ditulis oleh Investopedia, seluruh budgeting di periode baru dibenarkan karena kebutuhan tiap bulan sangat mungkin berubah. Contoh: Pada bulan Agustus Tina menganggarkan pengeluaran sebesar Rp3 juta dari gaji total Rp5 juta. Namun pada bulan September, Tina mengalokasikan seluruh gaji karena ia butuh tambahan uang untuk membeli motor baru. 5. Metode Sistem Amplop Membuat budgeting menggunakan amplop termasuk metode lama dan cocok untuk individu yang sering melakukan pembayaran tunai. Tiap amplop, yang sudah ditulisi keterangan, berisi pembagian uang bulanan yang sudah ditentukan. 6. Metode 4-3-2-1 Rumus budgeting ini akan membantumu mengalokasikan gaji secara lebih efisien. Begini pembagiannya:40% dari gaji langsung dialokasikan untuk kebutuhan sehari-hari.30% untuk membayar tagihan.20% untuk dana darurat, investasi, dan tabungan.10% digunakan untuk sumbangan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan.Langkah-langkah MenyusunBudget1. Menentukan Tujuan Keuangan Buat daftar tujuan masa depan yang ingin kamu lakukan. Sebagian besar orang ingin keuangan yang stabil saat sudah tidak bekerja nanti. Maka langkah yang bisa dilakukan adalah menghitung pengeluaran bulanan dan laju inflasi hingga usai pensiun. Dengan begitu akan ketemu jumlah uang yang tersedia untuk hidup tanpa bergantung pada pekerjaan tertentu. 2. Memperhatikan Pengeluaran Tetap dan Tidak Tetap Pengeluaran tetap dan tidak tetap bisa memengaruhi jumlah budget yang dialokasikan tiap bulan. Selalu perhatikan jika ada kenaikan maupun penurunan harga agar angka di dalam budgeting bisa lebih presisi. Setelah itu pilih metode budgeting yang sesuai dengan kepentinganmu. Jika jumlah pengeluaran tidak tetap ternyata lebih sedikit dibanding bulan sebelumnya, segera masukkan kelebihannya ke dalam tabungan. Dengan begitu uang tersebut tidak akan digunakan untuk kepentingan lain. 3. Mencatat Pemasukan dan Pengeluaran Laporan pemasukan dan pengeluaran adalah bukti transaksi yang selalu jadi acuan dalam metode budgeting. Kamu bisa mulai dengan mengumpulkan seluruh nota pembelian apapun dan melakukan review tiap minggu untuk melihat apa saja yang kamu beli. Gunakan aplikasi pemasukan dan pengeluaran yang secara otomatis menunjukan bagian mana yang memakan lebih banyak biaya, dan bagian mana yang bisa dikurangi. Meski terdengar mudah, mencatat pengeluaran dan pemasukkan butuh konsistensi. Bahkan jika satu catatan hilang, itu tidak akan cukup akurat untuk jadi bahan rancangan anggaran. 4. Memantau dan Menyesuaikan Anggaran Secara Rutin Penyesuaian anggaran berhubungan erat dengan tujuan yang ingin dicapai. Jika tujuan tersebut semakin membutuhkan banyak biaya, dibutuhkan lebih banyak pengorbanan. Namun pastikan seluruh budgeting ini tidak membebani dirimu, ya! Beri ruang juga untuk dirimu melakukan hal yang kamu suka sesekali demi mental yang lebih sehat. ContohBudgetingCake menyediakan template contoh budget plan yang bisa kamu gunakan sebagai referensi. Cara membuat budgeting bulanan tidak sesulit yang kamu bayangkan.Contoh Budgeting PribadiContoh Budgeting Pribadi dengan Metode 50-30-20Contoh Budgeting PerusahaanContoh Budgeting Perusahaan, Sumber:CentierSedang cari kerja? Temukan pekerjaan impian kamu di Cake! Job Portal terbaik dan terpercaya di Indonesia. 🎉Lihat Peluang Kerja Terbaru di Cake!KesimpulanBudgeting adalah proses, implementasi, dan juga alat yang digunakan untuk mengukur pengeluaran bulanan demi tujuan lebih besar di masa depan.Melakukan budgeting tiap bulan akan membantu mengurangi stres akibat pengeluaran tidak menentu. Hal ini berarti kesehatan mental dan kualitas hidup akan lebih baik saat kamu tahu betul ke mana saja gajimu itu dihabiskan.Ada 6 jenis metode budgeting yang bisa kamu terapkan: metode tradisional, metode 50/30/20, metode 80/20, metode zero-based-budgeting, metode sistem amplop, metode 4-3-2-1. Pilih yang kamu rasa paling sesuai dengan gaya hidup. Menerapkan metode budgeting punya segudang manfaat, terutama untuk memastikan keuanganmu tidak akan goyah bahkan saat situasi ekonomi sedang tidak baik. Cake akan membantumu lebih jauh karena kami memiliki segudang template untuk CV, portofolio, bahkan tips seputar dunia kerja lain. Ayo bergabung dengan kami sekarang!--- Ditulis olehErika Rizqi ---
Personal Development
Dec 5th 2022

Haruskah Bekerja Sesuai Passion? Mendayung Di Antara Dua Karang

Mungkin kita sering mendengar dari orang tua kita tentang pengalaman mereka pasca lulus dari bangku SMA/kuliah. Umumnya tak ada perbincangan seputar “mencari minat” atau “kerja sesuai passion”. Itu kemewahan yang tak mereka nikmati. Alih-alih, fokus pada saat itu ialah bagaimana mendapatkan uang untuk menghidupi keluarga. Atau berobat orangtua. Maupun untuk pendidikan adik. Singkatnya, bekerja adalah perihal menjaga dapur keluarga tetap mengepul. Namun zaman telah berubah. Hari ini, sekadar scrolling di Instagram/TikTok/YouTube barang lima menit akan membawa kita bertemu dengan konten-konten soal passion dalam kerja. Para influencers berlomba-lomba untuk mengajarkan cara menemukan passion dalam karir. Atau setidaknya menuding kerja yang tidak sessuai passion sebagai sumber penderitaan. Meski demikian, benarkah bahwa bekerja harus sesuai passion? Passion dan Lain-lain Tentunya, ada manfaat dari bekerja sesuai passion. Ketika kita benar-benar menggemari apa yang kita kerjakan, umumnya kita akan lebih termotivasi untuk membanting tulang dalam hal tersebut. Sebagai contoh, Lyodra Ginting yang sangat mencintai menyanyi akan rela untuk latihan vokal berjam-jam tiap harinya. Atau Bong Chandra, yang suka berbicara di depan publik, siap untuk menghabiskan berjam-jam membaca buku untuk persiapan. Singkatnya, passion bisa mendorong kita untuk bertahan bersusah-payah dalam bekerja. Meski demikian, ada banyak faktor lain yang harus dipertimbangkan dalam kita memilih pekerjaan kita. Ada kalanya passion tidak dapat memberikan penghasilan yang memadai. Sebagai contoh, seorang pemuda yang sangat passionate dalam melipat pesawat kertas. Meskipun ia sangat menjiwai bidang tersebut dan hasil lipatannya begitu menawan, kemungkinan besar akan tetap sulit baginya untuk memiliki penghasilan yang memadai melalui menjual pesawat kertas. Karena itu, dalam memilih pekerjaan, ada baiknya untuk tidak membuat keputusan hanya berdasarkan passion kita. Sebaliknya, pertimbangkan jugalah beberapa hal ini. Penghasilan dan Benefit: apakah pekerjaan yang dipilih cukup untuk membiayai kehidupan kita?Growth: apakah pekerjaan yang diambil memperlengkapi kita dengan pengetahuan dan pengalaman yang ingin kita capai?Jenjang Karir: bagaimana jenjang karir di tempat tersebut? Kantor yang baik umumnya akan mempunyai jenjang karir yang jelas. Misal: berapa tahun untuk naik jabatan menjadi supervisor/manajer.Lingkungan Kerja: apakah lingkungan tempat kerja supportive dan terisi orang-orang yang bisa membimbing karir kita? Tempat kerja yang toxic umumnya akan menghambat kita. Singkatnya, ada banyak faktor yang harus kita pertimbangkan dalam memilih pekerjaan kita. Bukan hanya passion. Kabar baiknya, bila kita belum dapat bekerja sesuai passion dalam dunia kerja, kita tetap bisa mengejarnya di luar jam kerja. Dan ada banyak keunggulan dari mengejar passion di luar jam kerja. Melipat Pesawat Kertas Sepulang KerjaMungkin kita sering mendengar ungkapan dibawah ini “Find something you love to do and you’ll never have to work a day in your life.” Tersirat dalam ungkapan ini ialah keyakinan bahwa ketika kita mencintai apa yang kita kerjakan, pekerjaan itu akan menjadi sangat ringan, sampai-sampai kita tidak merasa bekerja lagi. Faktanya, dunia kerja tidaklah seindah itu. Tanyakanlah pada CEO/Founder dari startup-startup manapun. Terlepas dari seberapa passionate para founders tentang perusahaan mereka, pekerjaan mereka tidak lantas menjadi mudah. Mereka masih tetap harus pontang-panting dalam mencari dana, mengembangkan produk, memperluas pasar, dan menjual barang/jasa. Dan mereka masih harus berkutat dalam hal-hal yang tidak tentu mereka sukai seperti membuat pembukuan dan melakukan pelaporan pajak. Dan ini bisa saja membuat mereka yang mengejar passion dalam dunia kerja malah bergerak menjadi tidak menyukai passion mereka karena tekanan dan tanggung jawab yang terasosiasi dengan passion mereka. Bayangkan bekerja sebanyak 80 jam per minggu untuk hal yang kita jiwai. Namun, sambil bekerja, kita harus sambil memikirkan bagaimana membayar gaji staf untuk bulan ini karena pendanaan yang seret. Hal ini akan membuat kita sulit untuk menikmati apa yang kita kerjakan. Sebaliknya, mengejar passion di luar dunia kerja memampukan kita untuk menarik garis yang tegas antara pekerjaan dan kehidupan. Rasa cinta kita terhadap passion kita akan tetap terjaga karena passion tidak terasosiasi dengan hal-hal buruk dari pekerjaan. Dan kita bisa saja tetap penat dengan pekerjaan kita. Namun, melipat pesawat kerja (baca: passion) sepulang kerja akan terus menjadi hiburan kecil bagi kita tiap harinya. What’s Next? Sampai di sini, sebagian orang mungkin sudah mulai tertarik untuk mengejar passion di luar pekerjaan. Namun, bukan berarti pekerjaan dan passion tak berhubungan sama sekali. Alih-alih, kita harus memilih pekerjaan yang dapat menunjang passion kita. Ada beberapa kriteria dalam memilih pekerjaan yang menunjang passion kita. Yang pertama, pembagian waktu. Bila ingin mengejar passion yang membutuhkan banyak waktu, seperti berselancar di Bali, ada baiknya untuk memilih pekerjaan yang memang memberikan waktu luang lebih banyak. Untuk itu, hindarilah pekerjaan-pekerjaan yang menuntut jam kerja yang panjang, seperti menjadi auditor di salah satu perusahaan Big 4 (Deloitte, PWC, EY, KPMG). Perusahaan-perusahaan ini umumnya dikenal dengan kultur lembur yang panjang termasuk di akhir pekan. Kedua, tuntutan pekerjaan. Pastikanlah bahwa pekerjaan yang kita kerjakan tidak melarang aktivitas-aktivitas terkait passion kita. Sebagai contoh, bagi mereka yang suka untuk bermain Poker, ada baiknya untuk menghindari bekerja di instansi pemerintahan. Pekerja di sektor publik umumnya memiliki tuntutan untuk menghindari aktivitas yang berlawanan dengan norma masyarakat. Sekapur Sirih Media sosial dan influencers terus membombardir kita dengan pesan untuk mengejar passion kita dalam pekerjaan. Bagi sebagian orang, ini memang jalur yang layak ditempuh.Terutama bagi mereka yang bisa dibayar mahal untuk passion yang mereka kerjakan. Bekerja sesuai passion bisa menjadi motivasi ekstra karena memberikan makna dalam pekerjaan kita. Meski demikian, hal ini tidak berlaku bagi semua orang. Ada kalanya kita juga harus mempertimbangkan hal-hal lain di luar passion, seperti penghasilan yang ditawarkan maupun lingkungan pekerjaan. Dan ini pun dapat memberikan dampak yang baik karena memampukan kita untuk menarik garis batas yang jelas antara pekerjaan dan kehidupan. Selamat memilih!Sedang cari kerja? Temukan pekerjaan impian kamu di Cake! Job Portal terbaik dan terpercaya di Indonesia.🎉Cari Loker--- Ditulis Oleh Stephen Antonius ---
Personal Development
Mar 6th 2024

Kenali 5 Ciri Ciri Burnout dan Cara Mengatasinya!

Let’s be honest, we’ve all experienced it before. Baru hari Senin dan masih pagi pula. Namun, sudah tak ada seonggok tenaga pun untuk mulai bekerja. Tidur malam akhir pekan yang harusnya menyegarkan malah dipenuhi kegelisahan. Pekerjaan mulai berantakan tanpa arah yang jelas. Dan rasanya hanya tinggal tunggu waktu sebelum emosi negatif membuncah keluar dari dada. Pernakah Anda mengalami hal-hal di atas? Jika iya, ada kemungkinan Anda sedang mengalami burnout kerja. Burnout di tempat kerja memang bukan fenomena baru. Meski demikian, penekanan pada wellbeing karyawan belakangan ini membuat fenomena burnout dalam bekerja semakin didiskusikan. Selain itu, ada pula dampak COVID-19. Pandemi membuat banyak aktivitas pekerjaan dapat dilakukan secara daring dari rumah. Akibatnya, sekat pemisah antara kerja dan istirahat menjadi semakin kabur. Kualitas istirahat pun ikut menurun. Idealnya, burnout harus di atasi. Dengan mengatasi burnout keproduktifitasan akan meningkat dalam bekerja sekaligus membuat kita semakin menikmati kehidupan. Dan sebelum mencari cara mengatasi burnout kerja, tentunya harus didahului dengan mengenal lebih dalam apa itu burnout.Daftar isi:Apa itu Burnout? Perbedaan Stres dan Burnout Ciri-ciri Burnout Fase-fase Burnout Mengatasi Burnout di Tempat KerjaCiri Ciri BurnoutApa itu Burnout: Definisi Burnout dan Apa Saja Pemicu Burnout?Pengertian burnout adalah suatu kondisi kelelahan mental dan fisik secara berkepanjangan yang umumnya disebabkan oleh pekerjaan. Melansir laporan Gallop pada tahun 2018, beberapa faktor pada pekerjaan yang merupakan penyebab burnout. 1. Tekanan Waktu yang Terlalu Mepet Beberapa profesi seperti dokter, paramedis, dan pemadam kebakaran, dimana jam kerja yang dijalankan umumnya berlangsung dalam jangka waktu yang cukup panjang. Selain itu, pada saat genting, ada begitu banyak hal yang harus dihadapi dalam waktu sesingkat-singkatnya. Sehingga bagi para pekerja di bidang profesi ini, salah satu alasan utama burnout adalah tekanan besar yang dihadapi dalam jam kerja. 2. Kurangnya Komunikasi dan Dukungan Manajer Manusia dewasa setiap hari umumnya menghabiskan sebagian besar waktu di tempat kerja. Lingkungan kerja yang baik, dengan dukungan konstan dari pihak manajer, dapat membuat seorang pekerja lebih kerasan. Hal ini terbukti dari survei yang menyebutkan bahwa karyawan yang merasakan dukungan kuat dari manajer 70% lebih tidak rentan terdahap burnout. 3. Kurang Jelasnya Tugas Pada beberapa perusahaan, target dan job description yang diberikan kepada karyawan sering berubah-ubah. Hal ini dapat mengakibatkan kebingungan dalam bekerja. Alhasil, karyawan akan lebih mudah mengalami emotional burnout karena terus menerus bekerja tanpa melihat suatu hasil yang konkrit. 4. Beban Kerja yang Terlampau Berat Bagi sebagian orang, pekerjaan yang cukup berat dapat menjadi tantangan yang mendorong pertumbuhan. Namun, pekerjaan yang terlalu berat juga bisa menyebabkan kelelahan yangdialami oleh karyawan dalam menjalankannya, yang pada gilirannya dapat menyebabkan burnout di lingkungan kerja. 5. Perlakuan Tidak Adil Faktor yang terakhir adalah perlakuan tidak adil. Perlakuan dari atasan yang menganakemaskan karyawan tertentu dapat membuat karyawan lainnya menjadi lelah dengan dinamika tempat kerja. Faktor ini pun acap kali menyebabkan karyawan mengalami burnout dalam bekerja.Sedang cari kerja? Temukan pekerjaan impian kamu di Cake! Job Portal terbaik dan terpercaya di Indonesia. 🎉Cari Kerja Perbedaan Stres dan BurnoutKarena naturnya yang sama-sama bersifat mental, beberapa orang acap kali menyamakan arti burnout dengan stres. Meskipun ada sedikit kesamaan di antara keduanya sedikit berbeda dari stres. Stres pada umumnya mengacu pada kondisi mental yang tertekan karena adanya tekanan yang dihadapi oleh seseorang. Umumnya, orang yang mengalami stres akan selalu digelisahkan oleh tekanan yang besar. Di sisi lain, pengertian burnout lebih mengacu kepada kondisi kelelahan. Pengidap burnout mungkin tak selalu merasakan tekanan yang besar setiap waktunya. Namun, mereka cenderung akan merasakan kelelahan dan kebuntuan secara terus-menerus yang menyebabkan orang tersebut untuk kehilangan motivasi dalam melakukan apapun. Irisan dari burnout dan stres terletak pada fakta bahwa stres muncul akibat tekanan berkepanjangan di lingkungan kerja, sementara burnout merupakan akibat dari stres yang kronis dan berkelanjutan dalam menjalani pekerjaan. Selain itu, ketika seseorang mengalami burnout dalam bekerja yang tak kunjung selesai, mereka mungkin akan semakin merasakan tekanan yang besar sehingga akhirnya mengalami stres yang semakin parah.Apakah Saya Mengalami Burnout Kerja?: Ciri-ciri BurnoutMengatasi burnout dimulai dari mengenali tanda-tanda burnout. Jika gejala burnout berikut sudah Anda rasakan, bersegeralah mengikuti cara mengatasi burnout syndrome di akhir artikel ini.1. Kelelahan yang Tidak Habis-Habisnya Salah satu gejala burnout yang paling umum adalah kelelahan. Di saat mengalami burnout, badan dapat terasa sangat lelah hingga kesulitan dalam menggerakkan otot atau bahkan tidak mampu untuk bangun dari tempat tidur. Alasan terjadinya hal ini, dikarenakan burnout menyebabkan pikiran yang tidak tenang sehingga pada banyak kasus tidur menjadi kurang nyenyak. Alhasil, pengidap burnout akan kesulitan tidur dengan nyenyak sehingga menyebabkan kelelahan yang berkepanjangan. 2. Rentan Sakit Selain kelelahan, burnout dapat menyebabkan daya tahan tubuh untuk menurun. Akibatnya, berbagai penyakit seperti batuk, pilek, flu, sakit maag, dan sakit kepala perlahan-lahan mulai bermunculan. 3. Tidak Produktif Di samping itu, burnout dapat juga menyebabkan produktivitas yang menurun. Hal ini disebabkan kurangnya konsentrasi yang terjadi ketika bekerja. Selain itu, penyakit-penyakit akibat burnout seperti sakit kepala juga dapat membuat kesulitan saat bekerja. 4. Membenci Pekerjaan Burnout membuat pekerja tidak menyukai pekerjaan yang dilakukan. Pekerjaan yang seharusnya dapat membawa kebanggaan dan sense of achievement malah menjadi hal yang terpaksa dilakukan dengan susah payah. Tidak menyukai pekerjaan membuat produktivitas seorang karyawan menurun. Pada gilirannya, produktivitas yang menurun menyebabkan rasa pencapaian yang semakin berkurang dari pekerjaan sehingga membuat karyawan semakin tidak menyukai pekerjaannya. 5. Sinis Ciri-ciri burnout lainnya ialah sikap sinis dan pesimistis. Hal ini khususnya dapat dirasakan oleh orang-orang terdekat seperti keluarga dan rekan kerja. Sikap sinis yang awalnya hanya mengarah kepada pekerjaan juga dapat menular ke berbagai aspek hidup lainnya. Fase-fase BurnoutLima ciri-ciri di atas ini erat kaitannya dengan burnout. Meski demikian, burnout bukanlah suatu proses yang terjadi secara tiba-tiba. Tak jarang, seseorang sudah mengalami berbagai fase-fase burnout sampai akhirnya baru dapat mengobservasi ciri-ciri di atas. 1. Fase Bersemangat dan Termotivasi Berlainan dengan anggapan umum, fase burnout justru dimulai dengan antusiasme yang besar. Di fase ini, karyawan umumnya sangat bersemangat dan termotivasi dalam melakukan pekerjaan mereka sehingga gagal untuk menyadari beban sesungguhnya dari pekerjaan maupun dari budaya perusahaan. Hal ini umum terlihat pada seorang pekerja yang baru memasuki perusahaan baru. 2. Fase Stagnan dan Stres Tahap Awal Setelah antusiasme di awal bekerja mulai memudar, perlahan-lahan pekerja mulai memahami situasi sebenarnya terkait pekerjaan dan lingkungan pekerjaan mereka. Karena antusiasme yang mulai larut, dampak dari tekanan mulai terasa. Tanda-tanda burnout seperti ketidakpuasan terhadap pekerjaan, kelelahan, meningkatnya tekanan darah, dan mudah terganggu pun mulai muncul. 3. Fase Stres Berkepanjangan Menghadapi situasi yang tidak ideal dari perusahaan selama berkepanjangan, karyawan berpotensi memasuki fase berikutnya yaitu stres berkepanjangan. Tanda-tanda pada fase ini antara lain kelelahan berkepanjangan, procrastinating dalam bekerja, menarik diri dari pergaulan sosial, mudah marah, konsumsi stimulan (misalnya: kopi) yang naik, dan kesulitan dalam memenuhi tuntutan deadline. 4. Fase Burnout Bila situasi tak kunjung membaik, maka karyawan dapat masuk ke fase burnout itu sendiri. Fase ini ditandai dengan stres kronis yang berdampak pada keseluruhan hidup. Di fase ini, pekerja akan kesulitan untuk menahan stres sehingga sangat sensitif terhadap tekanan di tempat kerja. Akibatnya, penyakit seperti tekanan darah tinggi, alergi, dan sakit perut kronis sangat mungkin terjadi. Selain itu, secara mental, pekerja dapat merasa depresi dan menjadi anti-sosial. 5. Fase Burnout Total Pekerja yang berada pada fase burnout sudah sepatutnya mencari bantuan untuk mengatasi masalah burnout. Bila tidak diatasi, mereka berpotensi masuk pada fase burnout total. Pada tahap terakhir ini, perasaan burnout dirasakan secara konsisten setiap saat. Depresi sangat mungkin terjadi pada mereka yang berada pada fase ini.📚 Baca juga:Apa itu Work Life Balance dan Pentingnya di Era Digital! Mengatasi Burnout di Tempat KerjaSetelah menerima diagnosa, orang yang mengalami burnout tentunya harus mencari cara mengatasi burnout. Bila tidak, dampak secara psikologis, fisik, dan sosial akan semakin parah.1. Berikan Kerengganan Langkah pertama untuk mengatasi burnout adalah mencoba untuk memberikan kerenggangan terhadap diri sendiri. Hal ini bisa dilakukan dengan berbagai cara. Sebagai contoh, seorang manajer yang merasa burnout karena tuntutan pekerjaan yang berlebihan dapat belajar untuk mendelegasikan tugas. Selain itu, bila deadline tugas dirasa terlalu mepet setiap kalinya, usahakan untuk menegosiasikan deadline pekerjaan saat mendapatkan pekerjaan baru.2. Minta Bantuan Selanjutnya, meminta bantuan. Seringkali orang yang mengalami burnout akan merasakan tendensi untuk mengurung diri. Meski demikian, tendensi ini justru harus dilawan bila ingin mengatasi masalah burnout di tempat kerja. Bila memungkinkan, berbicara pada atasan akan sangat membantu. Atasan/supervisor umumnya memiliki wewenang untuk membuat penyesuaian beban pekerjaan maupun lingkungan pekerjaan, sehingga berpotensi untuk mengatasi akar masalah penyebab burnout. Namun, bila berbicara pada atasan tidak memungkinkan, bercerita pada rekan kerja atau teman juga dapat menjadi cara menghilangkan burnout. Membagikan kisah dengan orang yang Anda kenal berpotensi meringankan beban psikologis yang harus ditanggung akibat pekerjaan. 3. Istirahat Ketiga, carilah kesempatan untuk beristirahat. Istirahat yang terpenting adalah tidur yang cukup. Dengan tidur yang cukup, beban pekerjaan pun akan perlahan hilang. Meski demikian, istirahat tak melulu soal rehat fisik, mengingat burnout kerja tak melulu perkara fisik. Salah satu cara mengatasi emotional burnout syndrome adalah pergi berekreasi, baik dengan jalan-jalan ke tempat baru, maupun melakukan hobi bersama teman. Hal ini akan menjadi cara menghilangkan burnout atau bahkan menjadi cara mencegah burnout sebelum benar-benar terjadi.4. Perhatikan Well-Being Diri SendiriLangkah keempat ialah untuk memperhatikan well-being diri sendiri. Selain tidur dan pergi jalan-jalan di hari libur, menjaga kenyamanan diri sendiri selama hari-hari kerja pun sangat penting. Beberapa hal yang dilakukan dalam rangka menjaga well-being adalah berolahraga, makan makanan yang bergizi, menjaga kebersihan workspace, maupun melukis. Singkatnya, melakukan hal-hal yang membuat tubuh merasa nyaman dan sehat dapat meningkatkan kekuatan fisik dan mental untuk menghadapi tekanan di dunia kerja. Tips terakhir untuk mengatasi burnout adalah mempertimbangkan opsi-opsi yang ada terkait kerja. Bila situasi di tempat kerja tidak dapat berubah, mencari tempat kerja baru dapat menjadi opsi yang dipertimbangkan.Buat CV di Cake, tersedia 12+ template CV menarik yang ATS friendly. Gratis Download PDF! 🎉Buat CVKonklusiBurnout adalah fenomena yang marak terjadi pada hari ini. Jika itu terjadi, jangan ragu untuk mengusahakan perubahan atau bahkan meminta bantuan. Semakin cepat burnout diidentifikasi dan dicari jalan keluarnya, semakin cepat pula burnout dapat diatasi.Tidak hanya CV maker gratis, Cake adalah situs lowongan kerja terpercaya dan transparan. Kamu bisa mencari pekerjaan impian kamu dari berbagai perusahaan berkualitas dan ternama. Yuk, buat CV online gratis, portofolio kerja, dan lamar kerja di website pencari kerja Cake. --- Ditulis Oleh Stephen Antonius ---
Personal Development
Feb 5th 2025

10+ Transferable Skills untuk Sukses Menghadapi Dunia Kerja yang Selalu Berubah

Di dunia kerja yang selalu mengalami perubahan, transferable skills adalah kemampuan dasar yang perlu kamu kuasai. Teknologi dan tren industri yang terus berkembang memaksa banyak orang untuk berpindah karir atau beradaptasi dengan pekerjaan yang selalu berubah. Dengan memiliki transferable skill, kamu akan selalu siap dan terbiasa dengan perubahan yang terjadi di dunia kerja. Kamu juga akan mampu beradaptasi dengan baik saat berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan yang lain. Tidak heran, jika saat ini banyak ditemui orang-orang yang melakukan switch career atau pindah profesi. Misalnya, dari pegawai bank menjadi seorang pengusaha kedai kopi. Lalu, mengapa transferable skill menjadi sepenting itu? Tenang, Cake akan kasih penjelasannya di artikel berikut ini. Daftar Isi: Apa itu Transferable Skills? Mengapa Transferable Skills Penting 11 Contoh Transferable Skills Apa itu Transferable Skills? Transferable skills atau kemampuan transferable adalah keterampilan yang bisa digunakan di berbagai bidang pekerjaan atau industri. Kemampuan ini tidak terbatas pada pekerjaan atau jabatan tertentu saja, melainkan dapat dipindahkan (transfer) ke posisi atau industri lainnya. Jadi, meskipun kamu berganti pekerjaan atau pindah karier, transferable skill akan selalu berguna dalam membantumu beradaptasi dengan cepat. Contoh sederhana dari transferable skills adalah kemampuan berkomunikasi. Jika kamu sudah terampil dalam berkomunikasi di satu pekerjaan, maka kemampuan ini akan sangat berguna ketika kamu pindah ke pekerjaan atau industri lain yang berbeda. Begitu juga dengan transferable skill lainnya seperti, manajemen waktu, kepemimpinan, bekerja dalam tim, dan kemampuan analisis data juga memiliki peran yang sama pentingnya di semua pekerjaan atau sektor industri. Mengapa Transferable Skills Penting Kemampuan transferable adalah salah satu keterampilan yang sangat berguna saat kamu terjun di dunia kerja. Lalu mengapa kamu harus menguasai keterampilan ini? Berikut beberapa alasannya: 1. Mulai memasuki era career switch Dunia kerja sekarang jauh lebih dinamis. Tidak heran jika saat ini banyak orang yang memilih untuk beralih karier. Memiliki transferable skill, akan memudahkan kamu untuk berpindah dari satu bidang kerja ke bidang yang lain. Jadi, kalau kamu sudah merasa bosan atau tidak puas dengan pekerjaanmu, kamu bisa membuka peluang baru di industri lain tanpa perlu belajar semuanya lagi dari awal. 2. Meningkatkan employability Punya transferable skills yang kuat tentu akan membuat kamu lebih unggul di mata HRD, lho kok bisa? Memiliki kemampuan transferable menunjukkan bahwa kamu orang yang punya pondasi solid dan bisa terus bergembang di segala situasi. Hal ini akan meningkatkan employability atau daya saing di pasar kerja, karena banyak perusahaan lebih memilih kandidat yang fleksibel dan punya berbagai keterampilan yang bisa diterapkan di berbagai kondisi. 3. Mudah beradaptasi dengan kebutuhan pasar Dengan transferable skill, kamu akan bisa lebih cepat beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di pasar kerja. Misalnya, jika kamu punya kemampuan manajemen proyek yang baik, kamu bisa dengan mudah bekerja di berbagai jenis proyek, meskipun sektor industrinya berubah-ubah. Kemampuan adaptasi ini tentu akan membuat kamu lebih siap dalam menghadapi berbagai tantangan di dunia kerja. 📚 Baca juga: Apa itu Technical Skills? Contoh dan Cara Mengembangkannya! ContohTransferable Skills Contoh Transferable SkillsNah, sekarang saatnya mengetahui apa saja contoh transferable skills yang penting dan banyak dibutuhkan di dunia kerja. Berikut beberapa contohnya: 1. Analisis data Dunia kerja saat ini semakin fokus pada data. Oleh karena itu, kemampuan menganalisis data dan informasi sangat dibutuhkan untuk pengambilan keputusan yang tepat. Transferable skill yang satu ini juga bisa digunakan di berbagai industri, mulai dari keuangan hingga industri kreatif. 2. Problem-solving Kemampuan untuk mengidentifikasi masalah dan mencari solusi yang efektif juga merupakan keterampilan utama yang dibutuhkan di berbagai jenis pekerjaan. Hal ini karena semua orang yang bekerja pasti akan dihadapkan dengan masalah yang perlu diselesaikan. 3. Project management Manajemen proyek merupakan kemampuan untuk merencanakan, melaksanakan, dan menyelesaikan tugas-tugas dalam proyek dengan baik. Keterampilan ini dapat diterapkan di berbagai industri seperti konstruksi, teknologi, atau bahkan digunakan dalam penyelenggaraan acara yang besar. 📚 Baca juga: 9 Contoh Management Skill yang Penting Dimiliki! 4. Komunikasi Tidak peduli pekerjaan apa yang kamu jalani, komunikasi yang jelas dan efektif adalah kemampuan yang sangat penting. Baik itu melalui tulisan, percakapan, atau bahkan presentasi, kemampuan komunikasi yang baik akan sangat membantu dalam lingkungan kerja. 5. Manajemen konflik Dalam dunia kerja, konflik adalah hal yang tidak bisa dihindari. Namun, jika kamu punya keterampilan manajemen konflik, kamu akan bisa menangani masalah dengan lebih baik dan menjaga lingkungan kerja tetap harmonis. 6. Teamwork Mampu bekerja dalam tim juga sangat penting di setiap pekerjaan. Keterampilan bekerja sama dengan orang lain dan menghargai perbedaan pendapat akan membantu tim kamu mencapai tujuan bersama yang diinginkan. 7. Leadership Kemampuan untuk memimpin dan memotivasi tim juga sangat penting, baik di posisi tim yang besar maupun kecil. Kepemimpinan adalah transferable skill yang bisa diterapkan di berbagai peran, baik itu sebagai direktur, manajer proyek, pemimpin tim, atau bahkan sebagai anggota tim itu sendiri. 8. Manajemen waktu Dunia kerja yang serba cepat menuntut setiap orang untuk mampu mengatur waktu dengan baik. Dengan keterampilan manajemen waktu yang baik, kamu bisa meningkatkan produktivitas dan mengurangi stress dalam pekerjaan. 9. Perhatian pada detail Setiap pekerjaan yang melibatkan analisis atau presisi pasti membutuhkan perhatian yang ekstra pada detail. Tidak heran jika keterampilan ini banyak dibutuhkan di segala bidang, mulai dari teknis hingga penulisan. 10. Menguasai software umum seperti Microsoft Office, Google Workspace Software umum seperti Microsoft Office dan Google Workspace adalah tools produktivitas yang umumnya digunakan dalam pekerjaan. Aplikasi tersebut digunakan untuk mengolah data, membuat presentasi, surat, atau berkolaborasi dengan tim. Tidak heran jika menguasai tools tersebut menjadi transferable skill yang kini perlu dikuasai. 11. Kemampuan adaptasi Di dunia kerja yang selalu berubah-ubah, kemampuan adaptasi dengan situasi baru menjadi keterampilan yang sangat penting. Entah itu adaptasi untuk mempelajari teknologi baru atau menyesuaikan diri dengan budaya perusahaan, kemampuan adaptasi tetap menjadi transferable skills yang dibutuhkan. 📚 Baca juga: 14 Contoh Soft Skill dan Hard Skill dalam CV yang Disukai HRD! Kesimpulan Sebagai generasi muda yang selalu menghadapi perubahan dunia yang serba cepat, memiliki kemampuan transferable adalah investasi yang sangat penting untuk masa depan karirmu. Kemampuan ini tidak hanya membantu kamu lebih fleksibel dalam menghadapi tantangan kerja, tetapi juga membantu untuk membuka peluang yang lebih bagus di berbagai industri. Jadi, jangan remehkan pentingnya transferable skills, ya! Karena keterampilan ini bisa menjadi kunci kesuksesan karirmu, baik sekarang maupun di masa depan. Ingat, transferable skills adalah aset yang bisa terus kamu kembangkan seiring berjalannya waktu! Dengan memahami dan menguasai transferable skill, kamu akan siap untuk menghadapi dunia kerja yang penuh peluang dan tantangan. Jadi, jangan ragu untuk terus mengasah kemampuan transferable kamu, ya! Semangat 💪 Cake adalah platform yang menawarkan berbagai solusi untuk kebutuhan kariermu. Kamu bisa bikin CV yang profesional dan ATS-friendly, dan ada fitur Cake AI CV Checker untuk mengoptimalkan CV kamu. Cake Cover Letter AI juga siap membantu kamu bikin surat lamaran yang menarik HRD. Plus, kamu juga bisa bikin portofolio online, cari lowongan kerja di job portal atau aplikasi cari kerja kami, serta mulai networking dan membangun personal branding lewat Cake. Jangan lupa untuk ikuti panduan karier dan blog kami untuk membantu perkembangan karirmu. Siap wujudkan karier impian? Yuk, cobain Cake sekarang!

Resume Builder

Build your resume only in minutes!